Duo Sahabat ke Bali ... Part 3

20.19


27 Juni 2010

Sunrise di Kuta ..
     Niatnya ngejar Sunrise di Kuta, sayangnya gerimis turun. Ga berapa lama gerimis reda, kita berdua langsung lari-lari memasuki gerbang pantai. Karena masih pagi, pantai Kuta masih bersih banget, belum banyak orang disana. Ternyata … di Kuta itu bukan tempat yang cocok buat lihat sunrise, emang ga kelihatan. Agak kecewa sihh .. akhirnya kita duduk-duduk dan makan nasi bungkus gocengan.

Nasi bungkus gocengan itu ada yang pake ikan, telur, ayam ataupun daging. Asiiknya lagi, kita bisa nambah sayur nangka sebanyak yang kita mau. Selesai makan, gwe pun meminta beberapa buah cabe rawit buat makan Pop mie nanti malam. Di kawasan Kuta ini ga ada yang jual mie tek-tek atau gorengan kalau malam, ga semeriah di Jakarta hehhehee

Kembali ke Hidden Oasis. Istirahat bentar, nunggu dijemput Pa Nyoman. Lagi berbaring, tiba-tiba kami mendengar suara ramai, seperti arak-arakan yang diiringi gamelan tradisional. Wahhh ada acara apa nih? Vina, si Potografer rempong pun menyambar kamera SLR-nya. Dan kami pun mengikuti arak-arakan tersebut sampai ke pantai Kuta lagi. Ternyata mereka akan menggelar acara adat yaitu membuang abu hasil kremasi ke Laut, kalau ga salah namanya Larung Laut. Kami pun menghubungi Pa Nyoman supaya menjemput kami se-jam lagi aja, kami ga pengen kehilangan momen menyaksikan acara adat secara langsung.

foto bareng tandu yang berisi abu jenazah 
Acara pelepasan abu itu berdurasi kurang lebih 15 menit. Tepat disamping acara adat tersebut, sedang diadakan Kuta Culiner Fest. Semua tenda menjual makanan khas Bali. Tapi sayang ohhh sayang … semua makanannya dari Babi, yang jelas gwe ga bisa makan, haram … sementara sahabat saya Vina melenggang kangkung sambil cengengesan mau beli nasi campur atau babi guling Bu Oka yang katanya ngetop se-antero Bali.

Pura Taman Ayun
foto bareng bu Nyoman saat gerimis
 Adalah lokasi pertama yang kami datangi setelah Pa Nyoman (kali ini ditemani istrinya, spesial request kita supaya meramaikan perjalanan) menjemput ke Hidden Oasis.
Hujan rintik membasahi kami di tempat yang dahulunya merupakan taman bagi raja-raja Bali. Suasananya syahdu, banyak orang berpasangan, sepayung berdua, bikin sirik aje. Foto-foto disana sebentar lalu kami melanjutkan lagi jalan-jalan ke lokasi selanjutnya

Teman (Tempat Penyaman) Joger, Luwus
Bemo yang siap mengantar kemana saja
Kami dibawa Pa Nyoman ke Outlet Joger yang terkenal produksi kaos Bali-nya itu. Alasan kenapa kami dibawa ke Joger yang baru, berlokasi di Luwus karena tempatnya yang lebih luas dibandingkan outlet Joger yang di Kuta. Kami pun mulai memilih-milih kaos atau apa saja yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Ada sebuah bemo yang terparkir manis di dekat pintu masuk outlet Joger ini. Namanya bemocrazy yang siap mengantar ke semua jurusan. Selesai belanja di Joger kami pun lanjut ke  …

Pura Ulun Danu
terlihat fotogenic bukan? ^_^
Nah ini dia Pura yang di ada di tengah-tengah danau. Suasananya sejuk, pemandangannya Subhanallah, bikin terkagum-kagum. Mungkin karena pemandangannya yang menakjubkan maka Pura Ulun Danu terpilih sebagai gambar salah satu mata uang kita, pecahan berapa hayooo?

Foto-foto disana membuat kita terlihat keren. Pemandangannya bisa membuat siapa saja yang berfoto disana menjadi makhluk yang fotogenic hehheehe. Walaupun masih ingin menikmati Ulun Danu, perjalanan kami masih harus lanjut lagi ke …

Tanah Lot
 Duile .. Tanah Lot ini jauh juga perjalanannya. Lewatin Universitas Udayana teruuuuus belok-belok sampe lama. Pa Nyoman ngebut demi mengejar Sunset buat kami. Sesampainya di Tanah Lot, saya terpana .. bukan pemandangannya .. belum, karena masih di area parkir menuju pintu masuk, saya bertemu murid saya yang bernama Adit. Oh My God, perasaan saya lagi di Bali dehh .. koq bisa ketemu murid disinih??? Hadoooh pengen garuk-garuk kepala yang engga gatal ini. Untung aja saya berkostum normal, ga lagi aneh-aneh.

Sunset yang cantik
Dan memang sunset di Tanah Lot ini RRuaar biasa .. kami pun naik ke atas perbukitan dan foto disana. Sayup-sayup terdengar lagu Lembayung Bali. Hooo … kami pun berpelukan girang. Hari sudah gelap, terpaksa kami pun turun menuju area parkir, banyak toko-toko yang menjual suvenir. Kami mampir ke toko Sunset Tanah Lot. Ini yang lebih ajaib lagi, lah koq bisa-bisanya saya ketemu dengan pak Oce, teman kerja saya di SVP bener-bener deh, what a small world. Puas borong kaos, kami pun pulang menuju Hidden Oasis


You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images