Duo Sahabat ke Bali ... Part 4

22.11



28 Juni 2010

Cuaca cerah pagi itu tak se-gloomy kemarin yang dihias gerimis, kami pun berlari-lari girang memasuki pantai Kuta, mengingat besok kami sudah harus pulang kembali ke Jakarta (aahh tidaaks) kami pun semangat main di Kuta dari hari masih gelap. foto-foto, sarapan dan siap-siap jalan.Tujuan pertamanya adalah …


nulis nama di pantai Kuta

Monumen Bom Legian
       Tempat ini adalah prasasti yang mengukir nama-nama korban Bom Bali tahun 2002 lalu. Semua nama dituliskan berdasarkan Negara asal mereka. Banyak karangan bunga dan ada surat cinta sampai ucapan ulang tahun bagi para korban. Kami berdua jadi foto serius, ga ada pose cengar-cengir demi menghormati arwah para korban. Kami pun lanjut ke …

Nusa Dua
Di tempat ini kami bener-bener kaya ketiban rejeki. Teman Pa Nyoman di tempat itu sungguh banyak, dan kami jadi punya hak istimewa untuk menikmati fasilitas dengan harga yang miring.

Yang pertama kita coba adalah parasailing, tertera harga 200 ribu tapi kami hanya membayar 100 ribu. Selesai pasang harnest dan karabiner, yang buat kami bukan benda asing lagi karena jaman di PASMA dulu kami ini termasuk orang yang gila rapeling. Parasailing ini terbang pake balon udara yang ditarik jetski. Pemandangan di atas betul-betul menakjubkan. Saya sampe jerit-jerit, bukan takut tapi kesenengan, girang bukan buatan.
siap-siap mau parasailing
Puas main parasailing, kami pun menuju pulau penyu naik perahu yang bisa lihat ikan-ikan. Kalau orang lain harus sepuluh orang satu perahu, kami pun cuma berdua, seperti carter pribadi aja.

Di Pulau penyu, kita ditemani seorang guide masih muda bernama Wayan. Foto sama penyu, tapi penyunya galak, tangannya dikibas-kibas terus bikin gwe takut. Kita juga melihat penyu-penyu yang ukurannya besuaaar dan tua, yang paling tua berusia 14 tahun. Ada banyak koleksi hewan disana, misalnya burung rangkong, iguana, elang dan ular. Kita pun foto dengan si ular, takut ga? Ya engga lah wong ularnya dah dilemasin urat-uratnya plus mulutnya pun diselotip ya wajar lah kita jadi berani. 

menuju pulau penyu
foto dengan burung rangkong
Sebenarnya masih banyak permainan yang bisa dinikmati disini, tapiii … kalau diturutin semua, bisa-bisa uang terkuras habis. Tadinya kami mau nekat diving, karena tawarannya menggiurkan, dari harga 500 ribu, kami boleh membayar hanya 300 ribu. Arrggghh pengennnn …



Pantai Padang-Padang
Untuk mencapai pantai ini, kami harus turun melalui puluhan anak tangga melintasi batu-batu karang. Pantainya indah, arusnya tenang. Banyak bule-bule yang tidur-tiduran di atas surfing board sambil minum bir, bener-bener kaya yang di buku Benny & Mice deh. Batu-batu karang yang besar betul-betul jadi spot foto yang oke.

Uluwatu
di tebing Uluwatu
Ini adalah pura yang banyak dihuni oleh kera apa monyet ya (apa sih bedanya?). karena ini merupakan tempat ibadah, kami berdua diharuskan memakai kain panjang. Di pintu masuk kami sudah diwanti-wanti tentang monyet yang suka mengambil barang-barang.
Pemandangannya luar biasa. Tebing-tebing yang mempesona. Horizon laut yang seolah sejajar dengan ketinggian tebing membuat kami terpana. Warna biru laut dan langit membias jadi satu meninggalkan kami yang terlongong takjub. Jangan tanya lagi, kami si duo narsis pun makin keranjingan mengabadikan suasana disini.

Pecatu, Dreamland

Pantai Dreamland ini terletak di dalam komplek Pecatu. Pantainya biasa aja cenderung rame, banyak tukang dagang. Kami juga tidak terlalu menikmati pemandangan disana. Berfoto sebentar karena kami tak sabar menuju tempat selanjutnya.

Garuda Wisnu Kencana
foto dengan patung Dewa Wisnu
Kalau dari kemarin kami sering masuk tempat gratisan ataupun yang murah meriah, kali ini tiket masuk GWK ga tanggung-tanggung 25 ribu harga yang harus dibayar demi melihat patung setengah jadi yang besar sekali ukurannya. Suasana disana menjelang sunset, indah sekali. Lagit kemerahan menjadi latar kami berfoto dengan patung Dewa Wisnu. 

Tebing-tebingnya yang dibuat lorong ternyata keren juga. Puas berfoto, kami pun menuju panggung utama untuk menyaksikan tari kecak. Sebelumya Pa Nyoman bercerita kalau para penari kecak tersebut adalah penyandang cacat tuna rungu, wah makin kagum saja rasanya. Kami juga berfoto dengan seorang perempuan cantik berkostum Bali tradisional. Waktu diminta berfoto, si mbak tersebut diam saja dan mengangguk, kami pun jadi yakin kalau si mbak tersebut merupakan salah satu penari yang tuna rungu.

Ketika acara tari kecak dimulai, kami pun kaget, ternyata si Mbak cantik yang tadi foto bareng kita adalah MC pagelaran tari kecak di GWK, halah jadi malu .. selesai pementasan kami pun berfoto dengan salah seorang penari yang mulai panik karena takut ditinggal rombongan. Selesai dari GWK kami kembali ke Hidden oasis untuk mengepak karena besok kami harus pulang.

berfoto dengan penari yang panik

29 Juni 2010

Pulang  …. Arrggghhh ga relaa ..
Menghabiskan pagi dengan pamitan pada pantai Kuta. Menikmati nasi gocengan buat yang terakhir kali .. bener-bener ga nyangka itulah nasi goceng terakhir yang gwe makan karena belum lama ini ke Bali lagi udah ga ada itu nasi goceng.

pamitan pada pantai Kuta
Kami dapat Flight jam 10 pagi, Pa Nyoman menjemput jam 8-an lebih. Duh rasanya sediih bukan buatan meninggalkan Bali. Kami pun diberi oleh-oleh dari Ibu Nyoman. Ampuun makin terharu.

Goodbye Bali, Ariverderci, till we meet again ..

You Might Also Like

2 comments

  1. ngga diajaaaaakkk........... T_________T

    BalasHapus
  2. hehehe next time nyoook kita porak porandakan Bali rame-rame, Des

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images