Demam Bola

09.22

Sesungguhnya saya bukanlah penggemar sepak bola apalagi punya tim favorit. Kalaupun saya menonton bola biasanya hanya menemani saja tanpa paham aturan mainnya, bahkan lama-lama saya suka dibekep karena nanya-nanya terus sepanjang pertandingan berlangsung.



Pernah juga semasa masih jadi anak kos, kamar saya yang ada tv-nya (itupun punya orang lain yang kebetulan dipinjamkan, kasih tau ga ya siapa yang minjemin? hehehehe) dijadikan base camp buat nonton bola rame-rame sekosan. Setelah acara bola selesai, tinggal saya yang manyun gara-gara kamar berantakan, kulit kacang dan bungkus-bungkus makanan bertebaran belum lagi abu rokok yang ikutan menghiasi lantai kamar. Untungnya kondisi seperti itu ga berlangsung setiap hari, biasanya mereka langsung ketakutan kalo saya ngomel, maklum saya paling tua dan udah kaya ibunya anak-anak sekosan yang mayoritas cowo semua, cewe cuma bertiga dari 10 kamar yang ada.

Koq ya jadi kangen anak-anak kosan yaa … hey Wisma Mawar Antik-ers kumaha damang??

Tahun 2010

Dasar saya selalu ga mau ketinggalan jaman, saya pun ikut-ikutan gegap gempita persepak bolaan Indonesia di akhir tahun 2010 tersebut. Momen yang pada saat itu benar-benar membangkitkan rasa nasionalisme seluruh lapisan masyarakat Indonesia (ceilee …) dengan adanya AFF Suzuki Cup yang dahulunya dikenal sebagai Tiger Cup.


Entah mengapa semua kena demam bola. Semua jadi hobi nonton bola. Cewe-cewe pun jadi ikutan histeris semenjak para pemain bola tak hanya berbodi atletis namun juga rupawan layaknya pemain sinetron ataupun anak Band. Nama-nama yang tenar pada saat itu adalah Irfan Bachdim, Gonzales. Dan sekali lagi, ada saja yang melihat ketenaran ataupun virus demam bola secara mendadak ini sebagai lahan bisnis, puluhan ribu kaos replika kostum TimNas pun diproduksi dan laris manis di pasaran bak kacang goreng.  Saya pun ikut-ikutan beli biar dikata KorMod, saya tak peduli.

Kaos Timnas ..

Selain Squad TimNas Indonesia, para pemain asal Negara lain pun cukup elok dipandang dan cocok diberi freepass untuk masuk ke alam mimpi cewe-cewe seantero Indonesia. Sebut saja Kiper Filipina yang Nampak kiyut, atau striker Malaysia yang ndut lucu. Wah pokoknya kalau lagi nonton bola, terutama jika melawan Filipina saya jadi heboh sendiri, tersudut dalam dilema (teilaaahh ..) antara membela Negara sendiri atau membela kiper Filipina yang unyu-unyu itu.

niat jadi suporter
Saking gegap gempitanya, waktu itu Rindu pun menawarkan nonton pertandingan secara langung di Senayan. Wuih semua semangat. Saya juga melihat perjuangan para suporter demi mendapatkan tiket, ada yang sampai berkemping ria di Senayan. Hmmm .., seru kali yaa kemping dengan pemandangan gedung-gedung tinggi dan cahaya lampu, selama ini kan kalau kemping selalu di hutan.

Rindu & Saya = Suporter Kesiangan ...

Hingga detik ini saya masih suka sesekali nonton pertandingan bola khususnya TimNas, tapi tidak tim lain apalagi Eropa gitu, sederhana saja sih alasannya karena saya ga kenal dan gak tahu bukan karena Nasionalisme juga heheehhehe.

Namun pada pandangan saya, hingga saat ini belum ada lagi momen olahraga khususnya sepak bola yang begitu kuat kharismanya sehingga mampu menggerakan seluruh Indonesia seperti momen Suzuki Cup tersebut.

Jayalah selalu sepak bola Indonesia, sekali di udara tetap di udara (eitts salaah kalo ini slogannya RRI) yahh pokoknya semoga makin berprestasi saja karena saya melihat banyak sekali potensi Indonesia di cabang sepak bola, sukur-sukur suatu saat bisa jadi peserta Piala Dunia ….

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images