Nengok Upin Ipin Part 3

12.47


Hari ini kami akan kembali ke Indonesia dengan jadwal penerbangan jam 7 malam.  Mumpung hari terakhir, kita mau puas-puasin main di KL Central toh jadwal check out boleh sampai jam 1 siang.


Sarapan pagi yang tenar bagi kaum Melayu di Malaysia adalah nasi lemak. Kemarin kami kurang sukses menemukan nasi lemak sebagai sarapan pagi dan pasrah terdampar di restoran Cina di sebrang hotel. Kalau kemarin saya makan mie kiciap yang adooh jangan tanya rasanya dehh, ga enak sumpah bener-bener engga banget. Belum lagi penyajianya yang ala kadarnya dengan mangkuk plastik plus kecap yang bercecetan tidak teratur. Beuh bener-bener ga enak dilihat.


Mie kiciap
Nah pagi ini kami cukup sukses menemukan nasi lemak di salah satu rumah makan India. Nasi yang dibungkus kertas nasi yang dilapis daun pisang ini pun kami buka dengan harap-harap cemas bin penasaran. 

Taunyaaa … isinya telur 1 plus bumbu-bumbu seperti kari dan nasinya gurih seperti nasi uduk, arrrrgghhh kangen nasi uduk deket rumah yang rasanya jauuuuh lebih enak. Akhirnya kami pun memesan makanan lainnya. Ada ayam masala (saya baru ngeh memang makan ayam ini menimbulkan masalah, karena makin lama rasanya makin pedas, jadi pedasnya merambat pelan-pelan ehhehehehe), chapatti, dan makanan India lainnya yang berupa roti tipis dan dimakan dengan dicolek-colek ke olesan yang disediakan.

Penampakan nasi lemak
Setelah dibuka
Selesai sarapan, kami pun belanja-belanja oleh-oleh. Vina membeli Pashmina dan kali ini dia yang ditaksir tukang Pashmina, setelah kemarin saya yang ditaksir tukang kain aduuh bener-bener deh. Dan uang kami pun ludes, terpaksa tuker ringgit lagi. Karena ga tau dimana money changer terdekat, kami bertanya pada polis Malaysia yang berseragam biru dongker. Oleh polisi itu kami dibawa muter-muter gang sampe takut sendiri, pikiran udah yang engga-engga aja, takut ditangkap sama Rela (ini adalah Kamra-nya Malaysia berisi orang-orang bertubuh besar dan galak, yang hobinya curiga sama orang Indonesia, dikira mau jadi TKI illegal di Malaysia). Saya makin mengeratkan tas yang berisi paspor, pokoknya saya ogah dituduh mau jadi TKI illegal, soryy ya I come to Malaysia for vacation not for working anyway I have a great job in Indonesia no need to come to this country.  Untungnya sampai juga di tempat money changer, tanpa buang waktu kami pun menukar uang.

Kembali ke hotel, beres-beres dan check out. Kami pun naik bus menuju KLCCT. Sampai di bandara masih jam 3, sementara jadwal terbang kami pukul 7 malam. Saya shock membaca pengumuman adanya larangan membawa benda cair yang lebih dari 100 ml. adooh lotion BodyShop saya gimana ini?? Hiikss saya check, OmayGod itu Body lotion itu berukuran 250 ml, gimana inih …

Dengan gugup saya masuk ke bagian pemeriksaan imigrasi .. dan benar aja .. petugas imgiressen (sumpeh tulisannya gituh) menanyakan botol body lotion Bodyshop Sweet lemon yang manis dan segar itu. Tanpa ba bi bu lagi dia langsung melemparkan botol itu dan mendarat tak berdaya di tempat sampah. Yang pengen gwe lakukan saat itu adalah memungut botol nan malang tersebut dan menampar si mbak-mbak petugas imigresyen bolak balik. Si mbak bener-bener ngeyel, dah gwe jelasin pake bahasa Melayu, pake bahasa inggris keukeuh aje, sementara Vina dan botol Air mineralnya sukses melenggang kangkung dari pemeriksaan sinar X Imigresyen … aiiihhhh .. berasa anak tiri hiiksss … awasss besok gwe beli Body Shop sekerdus hiiks menatap merana pada tong sampah.
lotion yang dibuang ..
hiikss .. hiks
Sambil menunggu pesawat, kami mengumpulkan sen demi sen terakhir dan jajan rupa-rupa dimsum sampai kekenyangan. Akhirnya tibalah saat kami pulang, pesawat yang akan kami tumpangi sudah siap mengantar kami kembali ke Jakarta. Oh how I miss my hometown yang ditinggal cuma 2 hari doang aja kangennya setengah mati sampai lebay gini.

Gaya dulu sebelum terbang
Byee .. Malaysia .. banyak banget pengalaman di pertama kali pergi ke luar negeri ini aduuh bener-bener gegar budaya sampe gegar otak gwe dibuatnya hehehhee.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images