Pulau Seribu

08.50


Kepulauan Seribu (Ooh itu masih di Jakarta ya??)

Bukannya bermaksud musyrik, namun ingin rasanya saya menyembah teknologi. Salah satu teknologi dahsyat adalah Blackberry, bayangkan lewat bbm saya dan teman-teman SMA yang hampir 10 tahun tidak bertemu bisa kembali berkomunikasi, ngobrol akrab dan saling cieng-ciengan beuuh kaya jaman putih abu-abu dulu.


Dan obrolan di BB grup itu pun meluas sampai ke acara buka puasa bersama. Sayangnya saya tidak bisa hadir waktu acara bukbar itu ga usah ditulis alesannya. Follow up dari acara bukbar itu, Jawa (kalo ga salah nama aslinya Rahmat, ga tau kenapa dipanggil Jawa) ngajakin kita semua ke Pulau Harapan yang merupakan salah satu pulau kecil di gugusan kepulauan Seribu.

Tibalah hari yang ditunggu. Hari jumat malam saya berangkat ke rumah Fenny, saya dan Anast menginap di rumahnya, supaya nanti pagi ga tunggu2an lagi. Ngobrol2 sampai nyaris dini hari.

Jam 6 kami sudah rapi dan keluar rumah sambil menunggu angkot yang sudah disewa oleh Rahmat. Dan rombongan kami lengkaplah sudah, dari kontingen IPS 5 ada Anast & John, IPS 4 ada Ibong, Fenny, Hardian dan Jawa, Kontingen IPA2 ada Rahmat dan saya dari Kontingen Bahasa, sisanya adalah Risma dan Reza (adiknya Ibong & calon adik iparnya Ibong hehehe) sedangkan sisanya adalah sepupu2 Ibong yang selama nge-trip dipanggil sahabat Dahsyat (kesannya kaya anak Alay, tapi mereka cuek aja dikatain begitu).

Perjalanan menuju pelabuhan Muara Angke pun dimulai. Duilee ternyata jauh banget itu pelabuhan, mana becek (tapi ada ojek siih .. salah tuh Cinta Laura), bangkai ikan dimana-mana belum lagi bau amis yang ga ketulungan. Kami sempat berfoto-foto sebentar di sana, pose bibir tersenyum tapi hidung plus paru-paru meringis menahan bau yang luar biasa.

wajah tersenyum manis, paru-paru meringis
menahan bau amis
Akhirnya kami pun dibimbing menuju sebuah kapal motor berwarna putih. Saat naik dan masuk ke kapal itu kami harus merundukkan badan. Kami pun mengincar posisi di ujung depan kapal, dimana kami bisa main-main atau duduk-duduk di geladak kecil samping badan kapal.

Kapal pun berlabuh, dengan sukacita, diterpa angin laut dan sesekali deburan air, kami pun tertawa ceria, kaya yang ga punya masalah (lupa nasib kalau semuanya lagi pada menjomblo naas hehehhehe). Se-jam pertama masih bahagia bercanda-canda di kapal, se-jam selanjutnya mulai mati gaya, se-jam berikutnya ada yang sudah menunjukkan gejala mabuk laut. Untung saja proses mati gaya pun ga lama berlanjut karena kapal pun merapat di dermaga pulau Pramuka.

di sisi kapal
Gapura di Pulau Harapan

Perjalanan lanjut kembali menuju pulau Tidung, kebetulan base camp kami di pulau Harapan karena tidak ingin pulau yang terlalu ramai seperti Tidung dan Pramuka. Saat merapat di dermaga Pulau Harapan, kami agak norak juga. Ternyata pulau sekecil itu memiliki balai desa atau kelurahan yang cukup mewah, ditambah lagi rumah dinasnya yang untuk ukuran pulau sih mewah banget. Selesai foto-foto dan lihat-lihat sebentar kami pun dibawa oleh ketua rombongan menuju bagian ujung pulau ini tempat kami akan bermalam.



Homestay nya bagus sekali. Dengan pemandangan laut dangkal plus beberapa pohon bakau tepat membentang di depan pintu tempat kami menginap. Ada hamparan pasir putih dan bangku-bangku yang diletakkan di bawah pohon yang dapat dijadikan tempat memanjakan mata (dan juga menenangkan hati sambil bersyukur ciptaanNya *entah kenapa setiap nge-trip gwe suka agak2 religius gitu, Subhanallah ^_^*)

pemandangan di depan Homestay


poto-poto bentar di Homestay

Istirahat dan makan siang, lalu kami bersiap-siap untuk snorkeling dan hopping islands (maksudnya jumpalitan sembari lompat-lompat antar pulau kaya tokoh-tokoh sakti di sinetron Indosiar itu looh hehhehe).  Serunya lagi, Jawa bawa kamera pocket yang bisa foto-foto di dalam aer, belum lagi kamera SLR nya Reza yang ikutan jeprat sana jepret sini, bikin gwe merasa ga perlu ngeluarin si BenQ kamera jadul gwe yang cuma 7MP (beuh dulu itu keren banget, tapi sekarang tu kamera dah raib ... hiiks)


siap-siap mau snorkeling yg bikin kulit makin keling


ceburan pertama ... ini diambil dari dalem air lohh (norak)
gaya ABG 90's main air

maenan pasir 


Puas-puasan snorkeling dengan berbagai macem gaya, kami pun mulai bermain di setiap pulau yang kami sambangi. Pulaunya bagus-bagus, pasir putih, batu karang yang bentuknya kucu-lucu, spot foto yang ciamik, beuh bener-bener worthed dah. Menjelang maghrib kami merapat kembali di dermaga pulau Harapan untuk mandi dan makan malam.

Homestay kami ditempati oleh 2 rombongan, dan hanya tersedia 2 kamar mandi dan pastinya ngantri. Sambil menunggu giliran mandi, kami pun makan pop mie sambil ngopi dan ngabisin cemilan plus bercanda jokes jaman SMA dulu feels like turn back time kaya baru kemaren aja, padahal kami lulus dah 10 tahun.

Makan malamnya agak mengecewakan, karena tadinya kita pikir mau dikasih perlengkapan bakar2 ikan plus ikannya ehh taunya semua dah dimasak dan kita tinggal makan dengan menu sayur sop, ikan goreng, tempe tahu & sambal. Yaahh ini mah bukan makanan khas pulau seribu doooonggg. Malamnya naga di perut kami semua pun minta jatah, dan kami makan lagi di warung milik penduduk pulau, beuh indomie rebus aja koq rasanya mewah sekali hehehhe.

Malam makin larut, di Pulau ini listrik bersumber dari Genset dan hanya dinyalakan petang menjelang malam aja, jadi kalo siang di pulau ini gerah bukan main, untung banyak airnya, kalau gerah udah ga ketulungan tinggal nyemplung hehhehhee


Keesokan harinya …


sarapan, ngopi sambil menikmati laut, bersyukur pada hidup

Sunrise keren banget, matahari yang sinarnya muncul di sela-sela dedaunan bakau nampak canggih ditatap sembari minum kopi. Duuuh ciamik banget dah, ditambah lagi sarapan nasi uduk sudah tersedia, bener-bener sarapan terindah yang gwe rasakan.


Foto di Gerbang Harapan sebelum pulang
Berangkat pulang ... hikks

Jam 9 pagi kami pun berkemas meninggalkan pulau harapan, agak malas rasanya meninggalkan pulau ini, tapi yaah besok udah kerja dan tentu saja kami tetap harus bersyukur, meski cuma bisa berlibur sebentar tapi kami punya tanggung jawab pekerjaan dan penghasilan sendiri.

Kapal pun bertolak meninggalkan pulau harapan setelah kami semua puas berfoto-foto di gerbangnya. Tujuan kami selanjutnya adalah Pulau Pramuka untuk melihat penangkaran penyu dan makan siang disana, sekaligus menunggu kapal yang akan membawa kami kembali ke Pelabuhan Muara Angke

Setelah sekian lama (lebih dari sejam bo) terapung-apung di lautan biru, kami sampai juga di Pulau Pramuka. Disana kami menyambangi penangkaran penyu dan perawatan bakau. Foto-foto plus ngobrol sebentar dengan bapak pemilik pondokan sekaligus penjaga penangkaran penyu tersebut.


pemandangan selama terapung di lautan ...
anak-anak penyu di penangkaran
Siang makin terik, udara panas ga kira-kira. Kami pun makan es kelapa plus jus yang berjualan di dekat dermaga. Ga lupa kita juga makan mie ayam. Ga usah nanya rasanya deh, itu mah ibarat P3K buat perut keroncongan aja.

Goler-goleran di lantai bangunan kosong dekat dermaga sambil bercanda, tiba-tiba semua orang yang ada disana mendekat ke ujung dermaga, kami pun ikut merapat. Ternyata kapal Motor Dolphin sudah terlihat mendekat. Kondisi Chaos luar biasa, kapal itu ternyata sudah penuh muatan, tapi kami harus naik, sebab tak ada kapal lain. Susah payah, kami naik ke atap Kapal berebutan sesama penumpang lainnya.

Udara panas luar biasa, orang terduduk dan tergeletak pasrah di atas kapal. Supaya tidak hitam terpanggang matahari,  kami pun mengeluarkan macam2 penghalau panas. Fenny pakai mukena, saya pakai jaket dan perabotan ribet lainnya.

segala macem dipakai biar ga makin item
Kapal melaju di lautan lepas, beberapa kali kapal oleng dan nyaris melempar kami semua ke laut lepas. Terdengar kokok ayam berkali-kali nampak stress itu ayam2 dibawa ke kapal mengarungi laut. Teman-teman saya mulai bertumbangan dan muntah, pusing sungguh pusing tapi cuma bisa bertahan.

2 jam pun berlalu sudah, kapal-kapal tongkang milik pertamina sudah terlihat, bangunan apartemen yang serupa perahu layar pun sudah terlihat. Dalam hitungan menit, kapal pun segera melepas jangkar dan merapat di Muara Angke. Bau amis ikan mulai tercium, suasana pasar ikan yang ramai telah terlihat.

Angkot yang menjemput kami datanglah sudah. Kami tak tahan ingin segera pulang, ingin mengisi perut dengan makanan yang enak. Sampai di Penas, senja turun dan saya pun berpisah dari rombongan. Pengalaman yang seru bin ajaib.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images