Sumedang, City of Tofu

14.01


Tahun pertama kerja di sekolah Victory Plus, sebagai guru baru yang notabene adalah  lulusan dari UPI Bandung, banyak temen-temen yang pengen tau info tentang Bandung nanyanya ke saya dan dengan senang hati pasti saya jawab sesuai pengetahuan saya.

Dan datanglah Ms. Tulus yang ngajar kelas 6 nanya tentang museum Geusan Ulun yang ada di Sumedang. Ngobrol-ngobrol panjang lebar tentang museum itu akhirnya berujung dengan rencana survey ke Sumedang.

Setelah semua urusan di sekolah beres, kami pun berangkat ke Sumedang naik mobil sekolah yang bentuknya persis ambulan. Perjalanan lumayan lancar dari Bekasi sampai keluar tol di Cileunyi. Dari Cileunyi sampai Sumedang pun masih terhitung lancar, total perjalanan hampir 3, 5 jam.

Memasuki area Museum, hawa sejuk menyergap. Kami pun menuju kantor pengurus untuk menjelaskan rencana kunjungan murid-murid kesana. Setelah urusan beres, kami pun dibolehkan keliling-keliling museum gratis.

pintu masuk Gedung Kereta
Museum Geusan Ulun ini memiliki banyak koleksi, bahkan katanya koleksi di Museum ini adalah yang paling lengkap. Kami berkeliling pendopo utama melihat koleksi peninggalan kerajaan Sumedang Larang, seperti tempat tidur, tempat duduk raja dll. Pendopo kedua adalah tempat kereta, mungkin kalau jaman sekarang seperti garasi.

Jujur saja, ketika memasuki ruangan ini, perasaan saya agak aneh. Saya pun berfoto-foto dengan beberapa kereta yang pernah dipakai oleh Prabu Siliwangi dan Raja Sumedang. Ada sebuah kereta besar yang berbentuk naga dengan detail ukiran yang sangat bagus dan rapih, tapi koq ya makin didekati makin berasa menakutkan, berapa kali gwe foto sama kereta itu hasilnya buram terus. Hiiii …. Sieun …. 

satu-satunya kereta yang berhasil difoto, yang lain buram semua
Dari tempat kereta, acara lihat-lihat museum lanjut lagi ke gedung selanjutnya, ada tempat latihan menari plus gamelan lengkap sementara di sebelahnya ada gedung yang berisi koleksi harta kerajaan Padjadjaran kaya mahkota keluarga raja, keris-keris, perhiasan dan segalanya yang dibuat dari emas murni. Harta-harta yang dipamerkan itu dilapisi kaca tebal anti peluru, mungkin supaya aman dari tangan perampok.


gamelan tidak lengkap (panakol nya ga ada)
Setelah puas keliling museum, kami pamitan pada pengurus dan lanjut jalan-jalan keliling kota Sumedang. Kami makan siang di salah satu tenda yang menjual ayam kampung goreng sambil menunggu Pak Joko di Bengkel karena salah satu lampu sen mobil sekolah ga bisa berfungsi.

Selesai makan, kami tertarik untuk mampir di Gunung Kunci.  Tempat ini menarik dan agak menciutkan nyali. Bayangkan aja, ternyata Gunung Kunci ini dahulunya digunakan sebagai benteng dan penjara. Gunung Kunci ini pernah dijadikan lokasi shooting uji nyali. 



Namun jika sudah mendaki gunung itu, maka di puncaknya pemandangan keren, alias breath taken scene sudah menunggu. Jajaran pohon pinus dan sisa bekas benteng, ditambah lagi dengan posisi yang mampu melihat seluruh kota Sumedang, benar-benar bikin betah berlama-lama disana. Sayangnya kondisi Gunung kunci ini kurang terawat dengan baik.


Pemandangan di puncak Gunung Kunci

     

Menjelang sore dan seusai berfoto-foto saya pun turun untuk segera kembali ke Jakarta. Di perjalanan kami beli banyak oleh-oleh, dari kerupuk melarat sampai ubi Cilembu. Ada sebuah warung penjual tahu yang berdampingan langsung dengan pabriknya, kami pun membeli tahu di warung itu sambil ikut-ikutan melongok ke dalam pabriknya. Pengolahan dan pembuatan tahu di pabrik tersebut masih tradisional, tapi seru dilihat. Sebagai oleh-oleh, saya dan Ms. Tulus membeli beberapa keranjang tahu.

tahu khas Sumedang
  Sampai di Bekasi, hujan deras turun kaya dibanjur aja dari langit. Naik taksi yang cuma bisa masuk sampe gang depan rumah, bikin saya lari-larian di tengah hujan sambil giwing-giwing plastik besar berisi kerupuk melarat. Intinya sih biar rempong yang penting assoyy.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images