Ancol Masa Ke Masa

08.36


Saya adalah seorang pencinta pantai yang selalu merasa perlu ke pantai, walau cuma duduk bengong sambil menatap ombak ataupun nyobain macem-macem atraksi yang ada di pantai. Ancol adalah tempat terdekat sekaligus termurah yang biasa disambangi untuk sekedar melepas kerinduan mendengar musik terbaik sedunia yaitu ombak yang berdebur.


Sebenarnya ke Ancol itu cukup sering, tapi kali ini saya cuma mau menceritakan kisah-kisah yang berkesan aja.

Tahun 2009
Malam-malam saya janjian sama Ari ke Kalibata. Disana saya ketemu dia dan temen-temennya yang tiba-tiba ngajak ke Ancol. Karena besok masih libur yaaa hayu aja deh jalan ke Ancol.  Kebetulan jalan malam itu engga macet, jadi kami sampai di Ancol lebih cepat. Disana kita foto-foto di Le Bridge, dengerin live music terus jalan-jalan di sepanjang garis pantai menikmati ombak, seru –seru dan membangkitkan galau.

Baru sampe di Ancol
semilir angin di tepian Le Bridge

Masih di tahun yang sama, saya janjian dengan adik-adik kelas jaman SMA dulu. Kita mau jalan-jalan ke Ancol rame-rame naek busway dari kampung Melayu. Saya, Nyoman, Selvi, Qwe dan Diba awalnya berniat mau ke Dufan tapi dibatalkan karena penuh banget, akhirnya kami menyewa sepeda dan keliling-keliling Ancol dengan bayar sewa 10.000 untuk 2 jam.

Keliling-keliling Ancol bersepeda sambil ga lupa foto-foto Narsis.  Matahari makin tinggi, kaki cape menggowes, perut lapar dan dengan gaya kami masuk ke restoran Bandar Djakarta. Untuk ngobatin haus, kami pesan es kelapa muda jeruk sebatok. Sambil menunggu pesanan
makanan datang kami foto-foto lagi doong.

sepedahan rame-rame ala anak PASMA
bergaya sebelum makanan datang
Selesai makan, kami keliling-keliling lagi. Ga cuma naik sepeda, kami juga naik perahu dan berlayar ke tengah laut. Seperti biasa, kalau menghadap lautan luas lepas rasanya senang-senang galau hehehhee.

kenyaaang ... tapi tetep gaya

Tahun 2012

Gara-gara ngurusin Reuni 255, saya ketemu lagi sama Dinda. Temen SMP yang juga sama-sama kuliah di Bandung. Waktu ketemu Dinda itu saya cerita lagi kuliah di As Safiiyah ngambil Akta IV.

Obrolan saya ma Dinda makin jauh lagi karena dia tertarik kuliah juga. Sering ketemu di kampus, kita jadi hang out bareng. Karena Dinda akhirnya saya jadi deket lagi sama Nur dan Ria yang memang temen SMP juga.

Jalan-jalan perdana kita waktu itu ke Ancol.  Sekarang jalan menuju pantai Festival lebih menyenangkan karena kita melewati jalur Ecopark yang adem, hijau plus sejuuk. Sampai di dermaga Ancol kita foto-foto dan makan es krim buavita. Angin yang luar biasa keras menerbangkan rambut kita kemana-mana.

makan es krim di dermaga, rambutnya berkibaran ..

Kita naik bus yang membawa keliling-keliling Ancol dengan gratis. Kita pun turun di pantai Karnival. Dari jauh ngeliat spanduk Seaside Suki yang lagi promo All You Can Eat cuma 70 ribuan. Kami makan disana dan puasss banget, yang ini mah jauh lebih enak dari Hanamasa. Dalam satu panci  ada 2 kuah yaitu kuah kaldu dan kuah tomyam. Porsi rebusannya kecil-kecil jadi kita ga bakal kebanyakan ngambil. Tambahan lagi pancinya dimasak dengan arang jadi wangi, dibandingkan di masak di atas kompor listrik.

masak dan makan di seaside suki
Setelah kekenyangan kami pun balik ke jalur busway dan lewat Eco Park yang adem tadi sambil ga lupa foto-foto narsis. 


gaya-gaya dikit abis makan


ngadem di Ecopark
Cerita ke Ancol mah ga ada habisnya. Tapi suatu hari pengen juga ke sana sama yang spesial, spesial pake telor juga boleh deh hehhehee

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images