Ke Dufan

13.49


Salah seorang temen SMP ngejual tiket ke Dufan cuma seratus ribu, saya pun beli 2 tiket. Saya dan sahabat saya Vina berencana ke Dufan sabtu (14 Januari) dan rela bolos kuliah. Awalnya Lisa pengen ikut tapi males ngantri maenan di Dufan.


Sabtu pagi itu dihiasi rinai gerimis tapi kami cuek aja tetep dengan rencana semula. Setelah beli bekel di Alfamart Cililitan, kami naik busway PGC-Ancol. Untungnya sampai Ancol sudah terang ga hujan lagi. Setelah menukar tiket khusus itu kami pun masuk Dufan dan cap cap cap, punggung tangan kami diberi cap.

Begitu masuk, ternyata suasana sepi, belum terlalu banyak orang. Kami pun naik Carroussel alias komidi putar. Tanpa perlu mengantri, kami langsung menaiki kuda pilihan kami. Iih naik kudanya menyakitkan, kaya mau copot dari pengungkitnya dan setiap kuda itu turun kaya yang ngebanting, bikin kaget dan sakit pantat.

pertama naik masih seneng ...
selanjutnya miris kesakitan

Setelah bersakit-sakit pantat naik komidi putar, kami pun memilih kincir raksasa sebagai wahana kedua yang disambangi, sekali lagi tanpa ngantri.  Rasanya menyenangkan lihat seluruh area Ancol kelihatan ketika posisi kincir kita di paling atas.

Selanjutnya kami naik kora-kora yang ayunannya kencang luar biasa. Cuma bisa duduk plus keringat dingin begitu perahu besar itu berayun-ayun. Ketika ayunannya makin keras, saya dah ga berani membuka mata, pokoknya cuma bisa merem dan keringat dingin. Akhirnya selesai juga. Saat turun dari perahu, kepala saya sudah muter-muter. Hebatnya sahabat saya Vina bisa turun dengan nyengir-nyengir.


masih bisa nyengir abis turun dari Kora2
Setelah dibikin sedikit puyeng oleh Kora-kora, kami memilih main gajah terbang. Disini lumayan antri tapi ga lama. Saya memilih gajah yang pink untuk ditunggangi. Cuma saya danVina orang dewasa yang naik gajah terbang tanpa anak kecil, karena yang lain adalah orang tua yang menemani anaknya naik gajah terbang. Senangnya naik gajah terbang, ga pusing, cuma berayun-ayun melayang tinggi.

horeee terbang ...
Hujan rintik mulai turun lagi, saat itu Vina lagi main ontang anting. Saya ga ikut main ontang anting karena kursinya kecil semua, takut ga muat trus jatuh kan engga banget. Selesai main ontang anting tujuan kami selanjutnya adalah arung jeram.  Tanpa ngantri kami masuk sebuah perahu. Perahu bulat itu pun berjalan membelah sungai buatan sesekali ada ombak artificial yang menghantam perahu dan bikin air banyak masuk ke dalam membasahi kita semua yang duduk. Karena tidak mengantri kami pun main arung jeram sekali lagi.

Biar sekalian basah, selepas bermain arung jeram kami pun memilih Niagara-gara untuk terjun. Agak-agak seram pas keretanya mulai naik. Saya pun mengeratkan pegangan ke sisi kiri kanan kereta luncur. Dan benar saja, begitu kereta air meluncur ke bawah, jantung saya berasa diremas-remas dan diperas. Air menyembur makin membuat basah. Ketika keluar dari area Niagara-gara, saya melihat di loket foto terdapat foto saya dengan muka yang ketakutan setengah mati ketika kereta air meluncur membelah air terjun buatan. Karena ekspresi muka yang ga jelas itu, saya pun membeli foto yang kudu ditebus sebesar 25 ribu.

Kondisi tubuh basah-basahan tapi kami ga peduli, kami pun pindah lokasi. Masuk ke rumah miring yang makin lama makin miring. Nonton teater Dufan, suasana di dalam gedung opera itu dingin sekali. Selesai nonton (tentang Dufan yang ga seru buat kami hehhehee) saya ganti baju. Kedinginan dan lapar itu yang kami rasakan setelah keluar dari gedung opera anak.

Pilihan makanan di area Dufan sebenarnya cukup banyak, tapi pilihan kami jatuh ke rumah makan sunda. Sambel terasi yang menor itulah yang memanggil-manggil kami untuk masuk ke dalam rumah makan.

Setelah kenyang makan, kami memilih area yang tenang yaitu Istana Boneka. Sekali lagi tanpa mengantri kami memilih perahu untuk berkeliling istana tersebut. Di perahu yang harusnya memuat kurang lebih 10 orang ini hanya diisi oleh kami berdua. Masuk istana boneka ga begitu menghibur, beberapa bonekanya sudah agak rusak dan tidak terawat jadi kesannya seram kaya lihat boneka Chucky hehhehee.


istana boneka Chucky
Selanjutnya kami memilih untuk duduk manis di cangkir-cangkir untuk berputar-putar. Suasana sepi, kami pun boleh berputar berkali-kali sambil mengeringkan rambut. Badan makin relaks dan kami siap menuju wahana selanjutnya.

Perang Bintang adalah wahana jajahan kami selanjutnya. Ada sebuah ruangan yang membuat kami nampak bercahaya, karena unik kami pun foto-foto disana. Ternyata main perang bintang tuh gampang banget. Cuma duduk di kereta luncurnya yang berputar dan kami harus menembak titik merah dengan pistol yang lucu yang diletakkan di dalam keretanya. Sekali lagi karena ga ada antrian, ketika kereta itu kebali ke titik awal kita minta sama petugasnya untuk berkeliling sekali lagi.


kaya Alien begini

hahahahaa ... akulah Jagoan
Malam mulai turun, kita duduk-duduk melihat matahari terbenam sambil ngemil popcorn Jollybee. Begitu popcorn habis, kita jalan lagi ke area kincir raksasa, mau naik kincir lagi buat ngelihat pemandangan Jakarta malam hari. Benar aja, begitu posisi kincir di tempat tertinggi kan sempat berhenti berapa lama, Jakarta malam hari tuh bagus banget, lampu-lampu bersinar gemerlap, ahhh pokoknya bagus banget.

Selesai naik kincir raksasa, kita naik lagi kuda-kudaan. Sambil muter-muter naik kuda-kudaan, kita ngedenger ada lagu-lagu the Beatles yang dimainkan oleh Band yang lagi manggung ga jauh dari area kuda-kudaan. Makanya selesai main kuda-kudaan kita pun duduk manis sambil dengerin lagu-lagu The Beatles. Ikut joged bareng anak-anak kecil ataupun badut-badut kalau pas lagunya lagi nge-beat.


ini dia maskot Dufan yang jago joget

Sebelum pulang, kita foto-foto dulu sama badut-badut Dufan. Keluar dari area Dufan langsung jalan ke Halte Busway. Sampai Cililitan, karena lapar kita makan bakso dulu. Selesai makan bakso kita pulang deh ke rumah masing-masing. What A Marvelous Day ^_^

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images