Sumpah, Ingin punya rambut keriting

12.57

Manusia tuh aneh, karena saya manusia maka saya aneh. Kenapa aneh? Karena ada orang berambut keriting tapi pengennya lurus, segala cara dicoba dari rebonding sampe smoothing. Nah saya sebagai pemilik rambut indah ala sunsilk (taelaaahh) malah gaya-gayaan pengen punya rambut yang keriting ikal berombak kaya Eliza (tokoh jahat di komik Candy).



cerita keriting mengeriting berawal dari ngeroll rambut yang TIDAK pernah berhasil, rambut saya licin dan lurus banget apalagi kalau habis keramas. Mau roll rambut yg dari bahan plastik, Velcro atau apapun menolak untuk membuat rambut saya keriting.

Masih belum kapok, saya pun beli alat keriting rambut berupa catokan listrik, belinya di Dealkeren sekarang berubah jadi LivingSocial. Tidak berhasil juga karena saya ga bisa pakainya, belum lagi panasnya suka nyasar ke kuping, jadi bikin sakit. Alat catok itu pun tetap manis di dalam kardusnya sampai sekarang. 

Gagal dengan catok listrik, saya pun beli alat pengeriting rambut lagi. Kali ini alatnya warna-warni dari plastik, rambut kita yang masih basah dimasukin ke alat itu. Pas sudah kering ... Voilla rambut langsung keriting dalam sekejap. Alat ini cukup mujarab … tapi pas masukin rambutnya tuh sakit banget, kaya dijambak-jambak. Akhirnya saya nyerah dan ga pake lagi alat ini.

alat pengeritingnya warna warni
Ketika salah satu teman sekantor menikah, di gedung yang ga jauh dari Gardu Halim, saya pun nekat mau hadir dengan rambut keriting. Saya berangkat lebih awal  ke salon untuk mengeriting rambut. Dan keritingan salon ini pun sukses berat. Rambut saya tetap keriting dari awal sampe akhir kondangan. Saking ciamiknya rambut saya, saya pun ogah pake helm, sampe-sampe ditegor sama provost di Halim. Untuk mengabadikan kecanggihan rambut keriting saya itu, saya pun foto-foto narsis di kawasan Bandara.
keriting kaan ..

berpose di Bandara ..
Kemudian di suatu sore di bulan Februari 2013, setelah pulang dari Gandaria City, saya pengen potong poni, dan mampirlah saya ke Salon di Pos Lama. Ketika masuk ke dalam salon itu, kapsternya (namanya Mba Emi) nanya dengan nada pasrah ke saya “cuma potong poni doang mba?” Iseng-iseng saya liat menu (eh koq menu ya?) alias daftar harga salon itu, di situ tertulis kalau keriting gantung cuma 65 ribu aja. Penasaran akhirnya cobain, yahhh kalau hasilnya jelek tinggal potong aja lagi.
setelah satu jam proses keriting dijalani, begitu selesai … ya ampyuuun bagus banget. Rambut saya jadi bergelombang, ikal-ikal besar. YESSS … akhirnya rambut saya keriting.


ikal-ikal sedikit

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images