CERITA HOROR PART 2

12.32


TERSESAT DI GUNUNG GEDE

Tahun 2000, ya memang udah lawas tapi cukup seru untuk dikenang. Pada saat itu saya masih kelas 2 SMA, sedang getol-getolnya naik gunung dan semua aktivitas pencinta alam. Saat libur EBTANAS, saya mengajak adik-adik kelas untuk naik gunung bersama, pilihan kami ke gunung Gede yang tidak terlalu jauh perjalanannya.


Rombongan kami terdiri dari 5 perempuan dan 2 laki-laki. Saya berdua Emon (Dewi) jadi pemimpin rombongan, karena memang baru kami yang pernah ke Gunung Gede. Dimulai dari kumpul di depan sekolah untuk jalan ke terminal bus Kampung Rambutan. Menuju kawasan Cibodas, kami naik bus yang kala itu tarifnya hanya 5.000. Perjalanan pun cukup lancar sampai pintu pendakian. Setelah daftar ini itu, kami pun mulai mendaki.

Jalur pendakian gunung Gede tidak terlalu sulit. Tracknya rapi, tidak perlu menerabas. Saat hari mulai turun malam, kami jadi sering beristirahat. Sambil berjalan, tiba-tiba dua ekor burung hitam terbang melintas di sebelah kanan saya. Hati langsung merasa ga enak.

Tak sampai 10 menit pendakian, ada sebuah shelter yang di atasnya bertebaran beras. Seperti sengaja ditebar di atas batu shelter. Sebenarnya tidak begitu aneh, tapi tetap hati saya ga enak. Perjalanan pun tetap berlanjut.

Hingga sampailah kami di depan sebuah shelter yang tidak terawat, suram penuh tanaman rambat. Sayang saya lupa nama shelter tersebut. setelah berusaha membangkitkan ingatan namun gagal, akhirnya saya googling dan menemukan shelter tersebut bernama Rawa Denok.

photo by detiktravel shelter ga seseram dulu
Beberapa teman, ingin duduk-duduk istirahat sebentar di shelter itu. Tapi feeling saya mengatakan tidak. Ada perasaan aneh yang saya rasakan saat melihat shelter itu. Kami lanjutkan jalan menjauh dari shelter tesebut. Kurang lebih 200 meter, kami duduk-duduk di bebatuan jalur pendakian.

Tiba-tiba kami mendengar suara ribut dari arah shelter tadi. Ada beberapa cahaya kecil di sana. Agak kaget karena seingat saya, rombongan kami adalah regu terakhir yang masuk ke jalur pendakian. Kalaupun ada regu lain yang masuk setelah kami pasti jaraknya cukup jauh, kenapa ini ada regu yang tiba-tiba ada di shelter dekat kami.

Suara ribut-ribut makin jelas terdengar sepertinya regu ini akan ngecamp di shelter, semakin aneh karena di shelter itu ga ada sumber air yang dekat.  Salah satu rombongan saya iseng berteriak “Hoi … hoi …” dan tiba-tiba saja suara ribut-ribut tadi lenyap. Cahaya menghilang meninggalkan gelap. Sebelum adik-adik kelas saya bertanya macam-macam, maka saya memutuskan untuk kembali jalan lagi.

Hari makin malam, saya memutuskan untuk ngecamp di dekat sumber air panas. Seingat saya menuju sumber air panas tidak jauh dari jalan setapak berakhir di depan pondok terbakar atau nama lainnya adalah pondok pemandangan. Anehnya saya dan Emon merasa sudah melewati jalan setapak itu, tapi belum sampai juga di pondok terbakar. Hampir dua kali kami melewati jalan setapak, perasaan makin tidak enak, saya terus berdoa dalam hati. Setelah merasa hampir lima kali (bayangkan lima kali) melewati jalan setapak yang sama, terlihatlah ujung atap pondok terbakar. Alhamdulillah … kata saya dalam hati.

Kami pun memasang tenda, merapikan carierl diselimuti ponco dan diikat rapi. Malam itu kami tidur bertumpukan, 1 sleeping bag dipakai beramai-ramai.

masak-masak sebelum jalan lagi
Esok paginya, kami masak dan sarapan bersama kemudian meneruskan pendakian menuju kandang Badak, lanjut ke Puncak Gede untuk mengibarkan bendera PASMA 54 di sana kemudian turun ke Alun-alun Suryakencana. kami pun bermalam di alun-alun Suryakencana yang penuh dengan Edelweis. Syukur Alhamdulillah selama perjalanan tidak ada pengalaman aneh-aneh lagi. Dan kami pun pulang dengan bermacam-macam pengalaman.

Puncak Gunung Gede

Alun-alun Suryakencana. Edelweis dimana-mana

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images