Sennheisser Ohh Sennheisser

08.29


Ada Apa dengan Sennheisser (koq mahal aja)

Musik dahaga jiwa, itu kata Kahlil Gibran sang pujangga kalau kata saya yang
pujangga juga (mungkin aku memang pujangga ….. #nyanyi). Memang bekerja sambil mendengarkan musik sangat menyenangkan apalagi disuport dengan peralatan audio yang canggih.


Teman kerja saya di Jubilee, Rowena punya Headset canggih Sennheiser HD 202, audionya luar biasa jernih. Headset itu ia beli seharga 300 ribuan yang pada saat itu kayanya mahal aja dan ga pernah kepikiran untuk beli Headset seharga itu. Headset itu sering berpindah karena  banyak yang meminjam. Saya pun menamakan headset murah saya dengan nama Sennheiser generic.

pinjem headset punya temen
Sebenarnya saya penasaran mengapa produk audio asal Jerman ini begitu mahal dan tetap digandrungi. Whats make it special? Saya pun mencari tahu sejarahnya. Begini ceritanya:

Sennheiser pertama lahir sekitar satu bulan sebelum negara kita merdeka, tepatnya pada tanggal 1 Juni 1945, dengan nama Laboratorium Wennebostel (Labor W) di kota Wedemark, Hanover. Pendirinya adalah seorang insinyur di bidang elektro bernama Prof. Dr. Fritz Sennheiser.
Barulah di awal tahun 1958 Labor W mengganti identitasnya menjadi Sennheiser electronic. Dari sini terlahir sebuah brand yang reputasinya mencuat sekitar sepuluh tahun kemudian dengan diluncurkannya headphone berjenis terbuka (open-backed) pertama di dunia, Sennheiser HD 414
sumber disarikan dari sini

Banyak berbagai produk yang telah diciptakan Sennheiser dan digunakan oleh customer di seluruh belahan dunia. Perusahaan yang satu ini mampu mengambil antusias para pecinta produk audio yang ada di seluruh dunia. Hal ini dibuktikan dengan diciptakannya berbagai macam produk unggulan diantaranya Sennheiser headphone, headset Sennheiser dan earphone Sennheiser. Popularitas produk Sennheiser tidak pernah turun sampai sekarang.
Dalam sejarah perkembangannya, headset Sennhesier memiliki kualitas dan desain yang berbeda dibandingkan produk lainnya. Teknologi audio yang terdapat pada headset ini memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan lainnya, maka dari itu produk ini sangat cocok digunakan untuk anda yang ingin menikmati headset untuk sarana entertainment bagi aktivitas anda sehari-hari. Alunan suara musik yang dihasilkan oleh sarana earphone Sennheiser atau Sennheiser headphone atau headset Sennheiser sangat jernih dan berkualitas. Setiap dentuman yang diciptakannya sanggup untuk membuat para pendengarnya merasakan atmosfer musik yang luar biasa. Hal ini tentunya tidak akan anda peroleh di headset jenis lainnya yang kurang berkualitas. Terlebih lagi harga Sennheiser sangat kompetitif dibandingkan produk lainnya, sehingga customer bisa dengan leluasa menikmati kecanggihan produk Sennheiser.
sumber diambil dari sini

Bulan maret tahun 2012, saya pergi ke pameran komputer di Senayan. Ternyata Sennheiser membuka stand di sana. Iseng saya coba audio-audio yang dipajang, widih cakeeep bunyinya di kuping. Suaranya jernih banget, belum dentuman bass nya ciamik deh. Berhubung harganya ga kesampaian di kantong, yah cukup coba-cobain aja deh dan foto-foto.

yang saya pakai itu harganya 3 jutaan looh



Akhirnya Kau Jadi Milikku …

Bulan November 2012, barengan temen-temen sekantor saya jalan ke Pameran komputer di Senayan. Kali ini kami datang ke stand Sennheiser, lihat-lihat headset  ratusan ribu  hingga jutaan rupiah, lihat-lihat earphone seharga 700 ribu yang bikin melotot. Kemudian mata ini melihat Sennheiser 202 yang dibanderol seharga 300 ribu rupiah. Yang bikin melotot karena saya lihat adanya tambahan 10% diskon kalau beli pakai kartu kredit BCA.

Akhirnya Sennheisser itu dibeli juga dengan harga 270 ribu, beli dua sama Eri. Praktis makin gaya deh dengerin musik dan nonton film pakai headset itu. Ga nyangka bisa nekat juga beli  hahahaha ga apa-apalah sekali-kali.

resmi milik sendiri ..

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images