Family Tour Episode 2

19.54


EPISODE 2
Kuningan – Pangandaran

Liburan sekolah bulan Juli tahun 2012 keluarga kami berencana mengunjungi Green Canyon Pangandaran. Perjalanan kali ini tepat setelah saya sampai rumah setelah trip ke Dieng. Sampai Jakarta pukul 3 pagi, saya langsung tidur dan jam 10 siang sudah dibangunkan untuk siap-siap berangkat ke Kuningan lanjut menuju Pangandaran.


Keluarga kami hanya menghabiskan sehari di kampung halaman Bapa di Cilayung Kuningan. Perjalanan ke Pangandaran dimulai setelah mampir-mampir makan siang di Waduk Darma.
rute perjalanan melalu majalengka menuju Ciamis. Jalan cukup sepi, berhiaskan sawah menghijau di kiri kanan jalan.

Waduk Darma
Dari kota Ciamis menuju Pangandaran ternyata cukup jauh. Berkali-kali kami “kecele”  karena melihat banyak pohon kelapa dan mengira sudah sampai tapi lagi-lagi kami harus membelah bukit tanpa lampu – lampu penerang jalan.

Sepanjang jalan browsing penginapan sepanjang komplek pantai Pangandaran.  Pilihan saya jatuh ke salah satu Bungalow di Hotel Malabar. Hotel ini termasuk jajaran depan pintu masuk Pantai Pangandaran.

Setelah sampai dan berisirahat sebentar, kami langsung jalan – jalan menikmati kawasan dan suasana malam di Pantai Pangandaran. Kompleks Pangandaran cukup rapi. Penginapan berjejer di pinggir jalan raya kemudian tembok pembatas lalu kawasan café – café dan pantai pun menyembul cantik.

malam ini kami beristirahat sambil ditemani debur ombak. Bungalow di hotel Malabar ini cukup bagus untuk keluarga. Terdiri dari 2 kamar, 1 ruang santai dan dapur bersih.

Sunrise Pangandaran

Bangun pagi kami sekeluarga jalan menuju pantai. Asik menikmati matahari terbit dan berfoto sambil berlarian di tengah deru ombak. Sayangnya ponakan saya belum bangun tidur untuk ikut main air di pagi ini.


Banyak tukang perahu yang menawarkan jasa sewa perahu untuk mengelilingi pulau dengan harga yang cukup mahal menurut saya.

setelah puas main air dan ombak, kami kembali ke Bungalow untuk sarapan. Seusai sarapan kami siap – siap untuk jalan ke Pantai Batu Hiu dan Green Canyon.

Pantai Batu Hiu

Bulan nu ngagantung di langit Batu Hiu tinggal sapasi sesa purnama kamari ….

sepenggal lagu ciptaan Doel Sumbang yang mempopulerkan salah satu pantai cantik di Pangandaran. Debur ombaknya cukup keras menghantam karang berbentuk ikan hiu di tengah laut.


Sayangnya banyak sampah-sampah yang terdapat di pinggiran pantai walaupun tak mengurangi kecantikan pantai ini. Setelah puas berfoto kami pun meninggalkan pantai ini menuju Green Canyon




Green Canyon

Di depan gerbang Green Canyon, abaikan 2 orang yang melintas
Jalan menuju Green Canyon cukup kecil dan kurang mulus. Setelah parkir dan membayar bea retribusi sebesar RP 62.500 untuk sewa 1 perahu. Sayangnya perahu hanya boleh memuat 5 orang dewasa, terpaksa Bapa saya ikut dalam perahu yang lain. Tinggal cucunya yang teriak memanggil “Abah … Abah ..”.

Raffa, Uti dan Mang Galih

Aliran sungai menghijau
Aliran sungai Cukang Taneuh, nama asli Green Canyon cukup tenang. Dan airnya memang hijau, kami menikmati pemandangan tebing – tebing di kiri kanan sungai. Akhirnya sampai juga di tebing perbatasan akhir perahu. Bagi yang mau body rafting bisa membayar ekstra Rp 150 ribu. Kalau tidak pergi dengan keluarga mungkin saya mau mencoba body rafting jadi ya saya cukup ngiler aja di pinggiran tebing ngeliat para peserta yang asyik berenang – renang di sepanjang jalur body Rafting Green Canyon ini.



ujung "parkir" perahu

jalur Body Rafting yang bikin ngiler


Sebenarnya belum terlalu puas menyusuri sungai hijau ini namun kami harus segera kembali ke tempat semula karena Raffa, ponakan saya yang saat itu baru berusia 2 tahun terus – terusan menangis ketakutan minta pulang sambil jemari kecilnya menunjuk ujung tebing – tebing tinggi. Yang bikin merinding, dia nangis sambil teriak dan nunjuk

Raffa yang ketakutan
“Apa ga suka, itu ada yang jahat, yang nakal di situ, ayo cepetan pulang. Kita pulang aja ayah” dia meluk ayahnya sambil gemetar ketakutan. Kasihan sih, mungkin karena masih kecil dia melihat “sesuatu” di tebing – tebing itu.

Hotel’s Swimming Pool

Setelah makan siang di restoran sunda di dekat Green Canyon kami kembali ke Hotel. Hotel Malabar ini memiliki kolam renang ukuran keluarga yang menyediakan seluncuran dan juga big bucket saya ga tau nama yang tempat untuk ember besar yang menumpahkan air itu.



Kami pun asyik berenang – renang di kolam, mencoba semua seluncuran dan bermandikan air dari ember besar itu. Raffa yang awalnya takut akhirnya menikmati main di kolam renang sampai sore.


Sore hari kami menyewa beberapa sepeda dan berkeliling kompleks Pangandaran. Jajan makanan ringan di pinggir pantai sambil menikmati sunset. Langit membentang, lautan yang luas nampak indah sekali.



Goodbye Pangandaran

Pagi hari, terakhir kami di Pangandaran. Saya, Galih, Mama dan Bapa berkeliling lagi. Sarapan pecel sambil melihat adik saya si Ghalih main ATV di pinggir pantai. Agak susah jalannya karena berpasir.

susahnya naik ATV
Saya dan mama juga berburu oleh – oleh. Hasilnya saya punya jam meja dengan hiasan kerang – kerang dan mama yang membeli cermin besar berhiaskan kerang – kerang juga. Soal harga murah lah, maklum saya kan bisa bahasa sunda jadi saya tawar aja dengan kejam hehehhehee.

berpose di depan cottage
jam dari Pangandaran yang bermotif kepiting, bintang laut dan lain-lain
Jalur pulang juga terbilang cukup lancar dan kami tiba di rumah dengan pengalaman yang luar biasa.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images