Kid Witness News by Panasonic

21.14




Panasonic punya even tahunan untuk para pelajar yaitu Kid Witness News dimana para pelajar akan berkompetisi membuat sebuah film pendek dokumenter. 10 finalis dari tiap kota akan mendapatkan pelatihan dari para ahli selama 3 hari di Jakarta kemudian pemenang tingkat nasional akan dikirim untuk berlomba di Jepang.


Beberapa tahun yang lalu, salah seorang wakil dari Jubilee School pernah memenangkan ajang bergengsi ini di Jepang dengan mengangkat fungsi dari tanaman bakau menjadi film dokumenter yang singkat dan memikat

Setelah mengirimkan sebuah proposal tema film dokumenter, salah satu murid saya terpilih menjadi finalis dan akan mendapatkan pelatihan selama 3 hari di Hotel Ibis Slipi bersama 9 finalis dari kota lainnya. Saya pun ditugaskan untuk mendampingi selama proses pelatihan berlangsung.

Acara dimulai sore hari dilanjut dengan makan malam, kami yang sudah datang ke IBIS dari  pagi akhirnya kembali dulu ke sekolah dan sore hari baru berangkat lagi menuju Slipi. Saat datang, kami langsung dibagi kamar. Saya di kamar sendiri, sementara murid saya Averina dan Laura berdua di kamar sebelah saya.

Acara makan malam, ramah tamah dan perkenalan pun berlangsung dengan baik. Dari 10 fiinalis nasional ternyata Jubilee School adalah satu-satunya wakil dari Jakarta. Ada perwakilan Bandung, Jogja, Surakarta, Medan, Manado serta Papua sungguh luar biasa. Tepat pukul 10 malam kami beristirahat di kamar masing-masing agar siap untuk materi selama dua hari.

Hari Pertama, Mencari Ide …

Sesi pagi ini dimulai pukul 10, kami pun sudah sarapan rupa-rupa makanan sedap yang disajikan hotel Ibis. Pembicaranya adalah Daniel Ziv, ahli film dokumenter. Meski orang asing, bahasa Indonesia Daniel cukup bagus. ia menjelaskan betapa panjangnya sebuah proses dokumenter yang baik. Ia juga memutarkan film dokumenter buatannya tentang wanita yang berprofesi sebagai pengamen. Selama 5 tahun Daniel mengikuti wanita tersebut, memperhatikan kebiasaaan dan kesehariannya. Pasang surut kehidupan wanita tersebut selama 5 tahun menjadi sebuah film dokumenter yang apik.


Daniel Ziv dan finalis asal Papua

Ki-Ka: Saya, Daniel Ziv, Laura dan Averina
Setelah makan siang, rombongan kami dilepas ke area Tanah Abang. Peserta diminta mengobservasi pribadi-pribadi menarik yang cocok dijadikan objek utama sebuah film dokumenter. Agak khawatir juga mengingat dua murid saya ini kan terbilang anak mami, mereka pasti belum pernah ke Tanah Abang, belum lagi preman-preman yang ada di sana.

Saya terus mendampingi kemana saja murid saya pergi dengan tidak menginterfensi, biar mereka sendiri yang menemukan objek yang sesuai dengan keinginan mereka. Tanpa lelah Ave dan Laura mencari orang-orang menarik. Selain observasi, mereka juga harus mewawancarai objek. Mereka memulai dari pedagang baju, pedagang makanan dan juga pedagang buah-buahan. Tak sampai 2 jam kami pun kembali ke Ibis.

Averina mewawancara, Laura mengambil gambar

Laura mewawancara, Averina mengambil gambar
Malam harinya para peserta diminta mempresentasikan hasil observasi dan wawancara mereka tadi siang di Tanah Abang. Setiap finalis memaparkan keunikan tiap objek yang mereka pilih. Mereka ternyata juga mampu menggali cerita pribadi tiap objek. Saya jadi mempelajari suatu hal bahwa setiap manusia siapapun itu apapun profesinya ternyata punya sisi humanis yang dalam dan apik jika dipotret dari sudut yang berbeda. Sebagai contoh, finalis asal Bandung menemukan penjual casing handphone yang memikul dagangannya, berbeda dengan penjual lain yang menata dalam etalase ataupun menggelar dagangannya. Ternyata penjual casing itu baru saja mengalami penipuan serta anaknya yang di kampung sedang sakit. Finalis-finalis lain pun tak kalah bagus hasil observasinya.


Finalis asal Bandung

kedua murid saya

Finalis asal Kaimana

Hari Kedua Sinematografi Skills ….

Materi hari kedua adalah sinematografi skill. Pematerinya adalah mahasiswa IKJ jurusan sinematografi. Peserta diajarkan bagaimana cara mengambil gambar untuk film dokumenter dengan menggunakan berbagai media khususnya handycam.

para pemateri
Seperti kemarin, lagi-lagi kami mengunjungi area Tanah Abang untuk belajar teknik pengambilan gambar. Sebelum berangkat kami berfoto dahulu di Lobby. 










Sesampainya di Tanah Abang, 2 regu finalis dimentori oleh seorang mahasiswa, mereka diajarkan fungsi-fungsi handycam Panasonic dan teknik pengambilan gambar agar film terkesan dramatis. bagaimana mengoperasikan zoom in dan zoom out agar film menarik.





Setelah latihan selesai, kami kembali ke hotel untuk makan siang yang kemudian berlanjut dengan acara penutupan. Tiap finalis diminta mengumpulkan film dokumenternya sesuai tanggal yang disepakati. Tiap finalis juga diberikan 1 handycam secara gratis. Saya dan guru-guru pendamping pun bertukar nomor kontak, demikian juga murid-murid. Mereka saling bertukar nomor hp, mungkin ada yang naksir-naksiran juga antara mereka, maklum lah abg.

Selesai urusan check out, kedua murid saya dijemput orang tuanya di hotel dan saya diantar pulang oleh panitia sampai rumah. 

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images