Ngabuburit di Taman Bunga Nusantara

15.11



Sepanjang bulan puasa, semua umat Islam di seluruh dunia punya acara tv favorit, yaitu …. Azan maghrib. Ya ampun gilee itu acara bener-bener ditunggu-tunggu tayangnya, sampe-sampe sinetron Tersanjung episode ga udah-udah dan sinetron Cinta Fitri session ga udah-udah pasti langsung kalah ratingnya sama azan maghrib. Kegiatan menunggu tibanya waktu berbuka puasa dikenal dengan nama ngabuburit. Kalau biasanya saya ngabuburit keliling Halim naik motor, kali ini Bapa yang sering punya ide dadakan mengajak kami ngabuburit ke puncak.


Tujuan kami yang pertama adalah Kebun Raya Cibodas. Sholat Zuhur di Mushala kecil Cibodas memberi kesan luar biasa buat saya. Di tengah panas dan hausnya berpuasa, berwudhu dengan air yang berasal dari mata air Gunung Gede sungguh menyejukan. Gemericik air juga terdengar sayup–sayup dari samping Mushala.



Pemandangan paling keren di Taman Cibodas menurut saya adalah air terjun yang di sampingnya ada jalan yang digenangi air, kalau ada kendaraan melintas dengan cepat airnya menyembur kemana-mana. Tempat ini juga adalah lokasi video klip Iwan Fals yang berjudul “ku menanti seorang kekasih”


Sayangnya air terjun dan sekitarnya sedang sedikit mengering. Derasnya debur air terjun tak terlihat, Bulan Ramadhan juga membuat taman ini sepi pengunjung sehingga pemandangan kendaraam melintas di air itu tidak ada. Kami hanya foto–foto dan duduk sebentar di taman ini kemudian lanjut menuju Taman Bunga Nusantara.


Taman Bunga Nusantara

Sudah lama sekali saya ingin ke taman ini, lihat fotonya kayanya betul–betul bagus penuh dengan bunga layaknya lagu lihat kebunku. Jalan menuju lokasi boleh dikatakan kurang oke, sayang sekali Pemda setempat tidak memberikan akses lokasi yang baik. Jalanan yang tidak mulus dan cukup jauh dari jalan besar, namun begitu sampai mata kita akan dimanjakan dengan patung angsa yang cantik.

angsa hitam di depan pintu masuk

merak


Tiket masuk Taman Bunga Nusantara sebesar Rp 25.000 (tahun 2012) dan kami bisa melenggang ke dalam. Tepat di area pintu masuk ada seekor burung merak besar yang terbuat dari kumpulan bebungaan. Kreatif dan cantik.

Terdapat beberapa taman tematik di dalam Taman Bunga Nusantara ini, karena kami masuk sudah sore dan akan tiba waktu berbuka puasa, maka kami tak mengunjungi semua taman yang ada.

Taman Perancis

Taman Perancis senja hari

Area taman yang dibangun ala negerinya Marie Antoinette ini memang cantik. Dipenuhi bunga mawar sungguh romantis di senja hari, belum lagi speaker yang terdapat di beberapa penjuru taman ini memutarkan lagu–lagu klasik ala pesta dansa di istana membuat daya khayal terbang ke masa–masa kerajaan.



Taman Bali

Tak salah kiranya taman Bali ini mewakili Indonesia, pesona bebungaan pulau Dewata semerbak mewangi di Taman ini. Beberapa bangunan serupa Pura pun turut menghiasi



Taman Jepang

pintu masuk Taman Jepang
Negeri Matahari Terbit ini pun menawarkan pesona kesunyian yang cantik. Sayangnya bunga khas Negara ini tak tampil, mungkin iklim puncak kurang cocok untuk bunga sakura. Rumah khas Jepang dilengkapi aliran sungai kecil, bebatuan khas Jepang dan lampion membuat kita seolah–olah sedang ada dalam suasana pedesaan di sana.


Karena waktu berbuka puasa akan segera tiba akhirnya kami menyudahi kunjungan ngabuburit di Taman Bunga Nusantara ini. Mudah–mudahan lain kali sempat kesini lagi dan bisa melihat semua taman–taman tematik yang ada.

Pintu keluar Taman Jepang

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images