Pandji, Stand Up Commedy, Hiphop dan Nasionalisme

12.20


Kena dehh …. !!!
tag line acara yang pernah ngehits pada jamannya dan digawangi oleh Pandji Pragiwaksono. Ini orang sekarang terkenal sebagai seorang stand up comedian yang sarat akan misi nasionalisme. Keren banget kan?


Acara yang digelar di museum nasional tanggal 8 Desember 2012 ini berupa konser Hiphop mengenai Indonesia yang digelar jam 3 sore kemudian disambung dengan stand up spesial mengenai Indonesia jam 8 malam. Saya menonton acara ini berdua Erika, kami janjian di depan pintu museum nasional.

Sempat menunggu agak lama karena tiketnya masih dipegang Hendrik, yang belum juga datang. Nah Hendrik inilah yang selalu memesankan tiket acara Stand up comedy yang kita tonton.  Ketika kami ngobrol-ngobrol dengan penjaga tiket, kami baru tahu kalau bisa masuk tanpa bawa tiketnya yang penting tahu nomer tiket. Jiaahh tau gitu tadi ga usah nungguin Hendrik dulu.

Tiket dan gelang (tapi gelangnya udah ga tau kemana)
Begitu kami masuk, konser sedang berlangsung cukup seru. Saat itu di pangung sedang ada Tompi dan Panji yang berduet. Tak hanya Tompi, ada Angga “Maliq & D essential” ada Ikang Fawzi, Glenn Fredly juga turut hadir dan sederetan artis lainnya. Para penonton konser yang didominasi anak-anak kuliahan nampak bergoyang ala hiphop dan hafal hampir semua lagu-lagunya Pandji.

Featuring Tompi ..
pap si papap preman .. preman
Mulanya biasa sajaa .... (suka banget lagu ini) Panji Feat Angga

Suara meriah dan tepuk tangan bergema begitu intro “lagu putus” terdengar dan hampir semua penonton ikut nyanyi bareng. Lucu juga denger lirik lagunya, khas Pandji yang nyeleneh dan agak-agak nyentil.

Boleh, kau sedih karena cintamu tak berlanjut dan usailah mimpi indah itu. Tapi pantang kau merajuk dan merengek lalu kau ngetweet no mention setiap malam minggu. Stop menyiksa diri dengan lagu sedih If you are not the one Daniel Beddingfield berulang kali. Jadi laki-laki harusnya punya harga diri. Turun pasaranmu kalau galau dan jarang mandi.

Bener-bener kena banget lagu itu, sesuai sama kondisi anak muda jaman sekarang. Saya juga langsung mendownload beberapa lagu-lagu Pandji. Hampir semua lagunya catchy dan easy listening tentu saja dengan lirik yang menggeletik dengan beberapa kalimat yang eksplisit tentang jargon-jargon nasionalisme.

Malam harinya, begitu pintu penonton dibuka, saya dan Erika langsung lari dan berhasil duduk paling depan. Bener-bener persis di depan panggung. Adriano Qalbi tampil 30 menit pertama sebagai pembuka.

Posisi kami adalah sasaran empuk buat Pandji meledek kami. Beberapa kali Pandji melempar pertanyaan ke kami. Dengan enaknya Pandji nanya saya begini
“itu pacar?” tanya dia sambil nunjuk Hendrik yang duduk di sebelah saya.
“bukan. Temen” jawab saya dan Erika kompak
“oh elu jomblo, kalian jomblo?” tanyanya lagi ke kita
“pantesan muka elu sedih-sedih s*ng*” lanjut Pandji lagi
jiahahahhaa siaul, kami ketawa miris.

Acara malam itu disiarkan di kompas TV dan juga diupload ke youtube, dan benar loh berapa kali saya kesorot jelas banget apalagi adegan percakapan di atas benar-benar ada di youtube. Beberapa temen yang kebetulan nonton di Kompas TV pun sampai menghubungi saya dan bilang lihat saya di TV. Dua adek saya yang emang lagi gandrung juga nonton stand up comedy liat di youtube dan nanya ke saya buat memastikan itu kakaknya apa bukan yang lagi dibully sama Pandji.

Acara selesai jam setengah 11 malam. Saya pikir masih aman laah naik busway, kan busway beroperasi sampai jam 11 malam. Erika pulang bareng Hendrik yang searah. Tapi benar-benar kecewa deh, loket busway sudah ditutup dengan alasan tiket habis. Sementara itu banyak sekali perempuan-perempuan yang memang habis nonton dan berharap bisa pulang naik busway. Benar-benar tanpa toleransi, petugas menutup gerendel besi halte dan loketnya di depan kami. Akhirnya sok akrab dilakukan buat naik taksi patungan rame-rame. Untungnya saya ketemu 2 perempuan yang rute pulangnya searah. Kami patungan naik taksi sampai kampung Melayu kemudian dilanjutkan naik mikrolet 06 rame-rame.

Note to myself: dilarang ngandelin busway, sok akrab demi irit ongkos itu sangat diharuskan

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images