PLANETARIUM

10.59


Gedung yang berada di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki memang dikenal sebagai tempat untuk mempelajari atau mengenal benda-benda di luar angkasa. Terakhir saya berkunjung kesana ketika masih SD. Hasil browsing-browsing, ternyata Planetarium buka untuk umum, tak harus rombongan.


Di penghujung tahun 2012, saya, Dinda, Nur dan Indri pergi ke Planetarium. Kami kumpul di PGC dan berencana naik busway ke Planetarium. Target semula, kami akan menyaksikan pertunjukan jam 10, makanya sedari pagi kami sudah kumpul di PGC naik busway kemudian turun di halte Rivoli disambung naik taksi menuju Taman Ismail Marzuki.

Kami berempat tiba di Planetarium pukul 9 lebih sedikit. Benar saja antrian tiket sudah mengular. Kami mengantri sambil duduk-duduk. Memang disediakan beberapa kursi di jalur antrian. Tak sesuai target, kami dapat tiket untuk pertunjukan jam 1 siang. Ya sudahlah daripada tidak dapat padahal sudah cape ngantri.

duduk di antrian yang puanjaang
Sambil menunggu pertunjukan, kami berkeliling Taman Ismail Marzuki sambil berfoto. Kami mulai dari Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Lanjut berfoto di Graha Bakti Budaya, kebetulan ada rombongan kesenian yang sedang melintas. Berfoto juga di Gedung Teater Jakarta yang baru dan keren.
foto sambil menahan terik matahari



serombongan seniman yang melintas

liat-liat buku biar kesannya berbudaya
Menilik Wikipedia, ternyata Taman Ismail marzuki dulunya adalah Kebun Binatang. Ini sumbernya:

Diresmikan pembukaannya oleh Gubernur Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta Ali Sadikin, tanggal 10 November 1968. Dulu tempat ini dikenal sebagai ruang rekreasi umum ‘Taman Raden Saleh’ (TRS) yang merupakan Kebun Binatang Jakarta sebelum dipindahkan ke Ragunan. Pengunjung ‘TRS’ selain dapat menikmati kesejukan paru-paru kota dan melihat sejumlah hewan, juga bisa nonton balap anjing di lintasan ‘Balap Anjing’ yang kini berubah menjadi kantor dan ruang kuliah mahasiswa fakultas perfilman dan televisi IKJ. Ada juga lapangan bermain sepatu roda berlantai semen. Fasilitas lainnya ialah dua gedung bioskop, Garden Hall dan Podium melengkapi suasana hiburan malam bagi warga yang suka nonton film.
sumber dari sini

Sungguh gaya sepertinya Taman Ismail Marzuki di era 60an. Sesi foto berlanjut di toko buku bekas agar nampak berbudaya lalu kami mampir juga di bioskop XXI dan akhirnya jadi membeli tiket untuk pertunjukan jam 2 siang. saya dan Nur menonton Habiebie dan Ainun sementara Dinda dan Indri memilih nonton 5CM.

Selesai berkeliling, perut lapar membuat kami singgah di warung makan yang berada di TIM tak jauh dari cinema XXI. Karena area kampus IKJ, saya pikir makanannya pasti harga mahasiswa. Teman-teman memilih makan bakso dan nasi goreng sementara saya makan soto. Sotonya enak, kasihan Dinda yang pesan bakso, sudah lama datangnya tidak enak pula. Pengalaman deh, ga lagi-lagi makan di tempat itu.

sotonya maknyus .
bakso yang lama, mahal dan ga enak
Seusai makan, kami kembali ke gedung Planetarium. Benar saja pertunjukan akan segera dimulai. Parahnya lagi semua kursi sudah terisi. Ya sudah dengan cueknya kami duduk di karpet dan beberapa orang mengikuti kami. Duduk di karpet cukup nyaman, kami cukup tengadah karena layar Planetarium bentuknya melingkari kubah.

Pertunjukan selama kurang lebih 45 menit tersebut sangat menyenangkan. Apalagi adanya efek 3D yang membuat kami seolah-olah naik pesawat antariksa meninggalkan bumi menuju planet lainnya. Yang paling menyenangkan adalah bagian bintang dan rasi bintang. Dengan cueknya saya tiduran di lantai, teman-teman pun mengikuti. Seolah-olah kami sedang berbaring di padang rumput yang berhiaskan langit malam penuh bintang hehehehhe.

duduk lesehan di lantai

ini dia projectornya


Pertunjukan Planetarium berakhir dan kami segera pergi menuju cinema untuk menonton film. Lain kali mungkin harus lebih pagi jika mau ke Planetarium. 


You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images