RAGUSA VS BALTIC

20.12



I scream for ice cream tulisan ini mau bercerita tentang 2 es krim legenda di Jakarta yang masing-masing punya ciri khas sendiri.


Ragusa
Berlokasi tak jauh dari stasiun kereta Juanda, di belakang Masjid Istiqlal toko es krim yang terkenal dari jaman Belanda ini pun menempati sebuah bangunan tua khas art deco (lagi – lagi sesuai hobi saya yang jadul-jadul).


Es krim begitu lembut dan mudah lumer menggunakan susu murni, harganya cukup mahal sih tapi sesuai lah. Kita bisa duduk-duduk di kursi rotan nan jadul, menikmati musik jadul (pengamennya hebat bisa menyesuaikan suasana) sambil menikmati es krim legendaris ini. Yang paling enak menurut saya adalah spaghetti ice cream. Es krim yang dibentuk panjang serupa sphagetti kemudian disiram coklat cair dan ditaburi kacang tumbuk juga sukade. Ada beberapa varian es krim lainnya juga yang patut dicoba.


proses pembuatan spaghetti ice cream


spaghetti ice cream vanilla


Banana Split
Sayangnya kita tak bisa berlama-lama duduk manis di dalam toko es krim ini, antrian pengunjung yang luar biasa panjang dan terbatasnya daya tampung toko terkadang membuat kita harus cepat menyudahi acara makan es krim cantik.

Sejarah es krim Ragusa yang pasang surut dan sempat menjadi korban kerusuhan tahun 1998 juga cukup menarik untuk disimak.

Ragusa didirikan oleh dua orang berkebangsaan Italia yang bernama Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Kedua bersaudara tersebut pergi ke Bandung dan bertemu dengan seorang wanita Eropa yang memiliki peternakan sapi dan memberikan banyak susu sapi kepada mereka. Susu sapi tersebut dimanfaatkan Luigie dan Vincenzo sebagai bahan untuk membuat es krim Italia yang ternyata banyak disukai. Dengan dibantu oleh tiga orang saudara laki-laki lainnya membangun toko es krim Ragusa pertama di Jalan Pos (sekarang Jalan Naripan), Bandung.
Luigie dan Vincenzo mulai menjual es krim mereka di Pasar Gambir (Jakarta Fair) sejak tahun 1932. Namun karena tempat tersebut hanya ramai setahun sekali, mereka membuka kafe di Citadelweg (sekarang Jalan Veteran I no. 10), Jakarta Pusat pada tahun 1947.
Toko es krim Italia ini hanya menjual tujuh rasa dasar es krim yang meliputi coklat, vanila, mocca, stroberi, nougat, durian, dan rum raisin dan beberapa kombinasi es krim lainnya. Ragusa sempat memiliki 20 toko es krim di Jakarta, namun akibat kerusuhan tahun 1998, banyak toko mereka yang dirusak dan dibakar.
sumber dari sini

Baltic
Toko es krim yang letaknya tak jauh dari Atrium Senen ini termasuk toko es krim yang khas. Berbeda dengan Ragusa yang menyajikan es krim yang diolah di tempat, Baltic menyajikan es krim yang sudah dikemas baik dalam ukuran cup ataupun stick. Varian rasanya juga cukup banyak.


Aneka rasa es krim Baltic

Sluurrp .. Yummy

Look what we've done hahaha
Sama halnya dengan Ragusa, Baltic adalah es krim klasik dengan resep dari jaman Belanda yang digunakan hingga sekarang dan mulai berdiri pada tahun 1930an ketika kawasan Senen adalah tempat bergaulnya anak-anak muda pada masa itu. Berikut adalah salah satu artikel yang membahas es krim Baltic

Meski ukuran kedai itu menyusut, tak menjadi alasan bagi para pecinta es krim untuk rela mengantri. Menyusut? Ya, dulu sekitar era 70’an, saat bioskop Grand Senen (terletak persis di seberang Baltik), banyak para kawula muda jaman itu yang menghabiskan waktu disini. Tetapi, saat itu tempat ini dikemas seperti restoran. Kedainya luas, pakai kursi rotan, meja, ada pula payung besar.
Selain perubahan pada kedai, wadah es krim Baltik pun turut mengikuti jaman. Lihat saja, es krim yang dulunya disajikan dalam mangkuk-mangkuk keramik dan stik, kini hanya dijual dengan stik atau cup plastik.

sumber dari sini

Baltic Ice Cream berdiri sejak tahun 1939. Produknya yang terkenal adalah es krim dalam kemasan cup dan stik. Baltic Ice Cream menggunakan bahan baku alami seperti susu sapi murni sehingga menghasilkan es krim dengan tekstur lembut dan tidak cepat lumer.

sumber dari sini

Biasanya saya menyambangi es krim Baltic ini dengan beberapa teman. Kami dengan cueknya membeli es krim cup semua rasa dan dibuka bersamaan sambil saling cicip dan membandingkan. Mungkin lebih seru lagi jika di Baltic disediakan makanan-makanan kecil peneman makan es krim sehingga pengunjung juga betah di sana.




You Might Also Like

1 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images