Bangkok Race: Day 1

20.48



Bulan Maret 2013, sedang iseng browsing, tiba-tiba saya menemukan tiket ke Bangkok hanya 750 ribu rupiah. Karena terbilang cukup murah sebab hanya 1,5 juta PP maka saya membelinya dan mengajak Bernica untuk ngebolang bersama. Penerbangan Tiger Airways ini dijadwalkan tanggal 18 Juni 2013 pukul 15.40 sore dan sampai di Suvarnabhumi, Bangkok pukul 7.45 malam waktu setempat yang tidak beda dengan Indonesia. Kami menamakan trip kali ini dengan judul Bangkok Race, seperti episode 50 Running Man.


Menjelang keberangkatan seperti biasa sibuk browsing untuk menyusun itinerary dan kudu hemat untuk uang saku selama di sana. Sebenarnya ngetrip ke Thailand living cost tidak terlalu tinggi, mengingat 1 Rupiah = 350 Baht jadi ga separah di Malaysia ataupun Singapore.



let us fly .. up up 
Waktu keberangkatan pun tiba, kami naik taksi menuju Bandara dan bersiap untuk diterbangkan menuju Thailand. Ini pertama kalinya saya naik Mandala, selama ini hanya Air Asia dan Lion saja, pesawatnya cukup bagus dan bersih, waktu memilih nomor kursi pun tidak dikenakan biaya, proses booking terbilang mudah, waktu itu saya book dari apps di hp. Menjelang waktu mendarat, seperti biasa kami mengisi kartu imigrasi yang versi bahasa Thailand nya persis seperti huruf sansekerta yang ada di prasasti-prasasti kuno.

mengisi formulir dengan bahasa sansekerta
Pesawat mendarat tepat waktu, sesuai jadwal pukul 8 kurang kami sudah berada di Suvarnabhumi Airport, proses imigrasi juga cukup cepat. Setelah foto-foto kami bergegas meninggalkan area airport menuju area kereta yang akan membawa kami ke pusat kota Bangkok. Kereta yang dinamakan ARL ini adalah transportasi yang murah dan cepat menuju pusat kota Bangkok, sebenarnya bus juga murah, namun lalu lintas di Bangkok itu hampir seperti di Jakarta, macet dimana-mana. Kami turun di stasiun Phaya Lebar kemudian lanjut naik taksi dengan biaya sebesar 100 baht menuju hotel kami di jalan Rambutri.


antrian di loket imigrasi



Sawadikaap

Kami mendapat kamar di lantai 3, kamarnya cukup bagus untuk ukuran 200 ribu rupiah permalam. Setelah beristirahat sebentar di kamar, kami jalan-jalan di sekitar jalan Rambutri dan The Famous Khaosan Road. Makanan kaki limanya juga banyak, ada Pad Thai yaitu kwetiaw, lumpia dan saus Bangkok juga ayam bakar yang ukurannya gede. Sementara Bernica dengan puas jajan masakan babi, saya sih bahagia melihat mangga dan jambu yang segar banget. Jam 11 malam kami kembali ke kamar dan bersiap untuk petualangan esok


gerobak Padthai

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images