Bangkok Race: Day 2

19.39

Khlong Boat …
Jam 8 pagi kami sudah bersiap keluar hotel disambut ceria abang-abang taksi secerah ceria warna taksi mereka. Tapi hari ini kami akan naik tuk tuk dan naik khlong boat menuju Siam Paragon. Dengan membayar ongkos sebesar 20 Baht kami naik tuk tuk menuju terminal Khlong Saen Saep. 



halaman depan Rambutri Village
taksi dengan warna ngejreng
yuk ah naek tuk tuk
Sebelum naik Khlong Boat, kami sarapan dulu. Banyak penjual makanan yang berjualan di dekat terminal. Jualannya rapi dan bersih. Pagi ini kami sarapan nasi goreng dan Thai Tea.

sreng ... sreng .. lagi nyiapin nasi goreng
baca koran sambi nunggu nasi goreng, eh tapi pegimana bacanyah?
nasi goreng seafood feat jeruk nipis dan teh tarik
Soal makanan, orang Thailand ini ga pelit dalam memberikan porsi belum lagi taburan seafood yang melimpah. Lucunya, ada irisan jeruk nipis disamping hidangan nasi gorengnya. Selain sarapan, saya juga beli simcard di Sevel (711) yang terletak persis di belakang penjual nasi goreng ini. Saya membeli simcard true move karena paling murah paket datanya, di sevel ini harga simcard lebih wajar dibanding circle K dan Sevel yang di Khaosan Road, ga tau kenapa bisa begitu. Karena bahasanya yang super keriting itu, saya minta tolong petugas sevel yang memasangkan simcard di hp saya.

Selesai makan, kami turun menuju terminal Khlong boat. Saya penasaran sekali dengan moda transportasi ini. Terminalnya cukup rapi dan bersih, ada running text nya pula. Perahunya lucu, terbuat dari kayu dilengkapi 5 – 6 baris papan panjang untuk duduknya.  Dengan membayar ongkos sebesar 10 Baht, kami naik perahu dan berlayar mengelilingi sungai yang rupanya seperti Kalimalang.


duduk di dalam perahu
abang perahunya sigap
sampeee Tha Hua Cang
Perahu berjalan membelah air sungai yang hitam. Di sisi kiri dan kanan perahu terdapat gulungan terpal yang bisa ditarik atau dibentangkan. Kalau percikan air agak tinggi maka petugas akan mengembangkan terpalnya. Walau perahu tersebut sangat sederhana bentuk dan tampilannya, namun safety procedure petugasnya luar biasa lengkap, salut saya jadinya. Jalur perahu pun melewati tembok-tembok belakang pemukiman penduduk sampai akhirnya kami sampai di terminal akhir yang pemandangannya bukan lagi rumah penduduk melainkan gedung-gedung yang tinggi.

Siam Paragon
Keluar dari terminal Tha Hua Cang, sepanjang jalan menuju Siam Paragon kami disambut meriah penjual kaki lima. Dari yang jualan pulsa, buah-buahan sampai baju-baju ala Factory outlet atau baju yang dijual di online shop dengan tulisan PO Bangkok. Tertarik untuk beli, tapi saya pikir pulang pasti lewat lagi.
banner yang lucu di jalan Rama

Kami jalan kaki cukup lama, sekitar 15 menit menuju Siam Paragon. Di tengah jalan, tepatnya di Jalan Rama di bawah jalur BTS (commuter lline nya Bangkok) kami bertemu seorang bapak-bapak parlente. Dia menjelaskan begini:
“Siam Pragon is close today because today is holly day for budhis, you should go to a temple then ask for holly water. You can go by tuk tuk, is cheap. Tuk tuk will deliver you to the holly temple”

Sungguh aneh, apa iya mall sebesar Siam Paragon tutup tanpa pemberitahuan? Karena saya sudah booking tiket terusan masuk Madam Tussaud dan Siam Ocean World. Karena jarak yang sudah dekat, kami putuskan untuk memeriksa sendiri ke Siam Paragon.







Siam Paragon tetap beroperasi, namum masih sepi pengunjung. Pheww lega rasanya, untuk tidak mengikuti saran bapak itu. Kami foto-foto dulu kemudian keliling mall baru memasuki Madame Tussaud.

Madame Tussauds
 Museum yang resmi dibuka sejak Desember 2010 ini, terdiri atas 10 ruangan. Di setiap ruangan terdapat beberapa patung lilin yang dibuat persis seperti aslinya. Tidak hanya artis saja yang dapat ditemukan di museum ini, namun juga tokoh-tokoh dunia dan tokoh sejarah lainnya. Jika pengunjung memiliki kegemaran olahraga, Museum Madame Tussauds tidak akan mengecewakan, karena disini pengunjung dapat melihat patung – patung olahragawan. Museum yang merupakan cabang ke-2 di Asia ini, juga memberikan kesempatan pengunjung untuk berfoto bersama Barrack Obama dan Michelle Obama sambil merasakan duduk di atas kursi kepresidenan.

Bung Karno tersenyum di Madam Tussaud Bangkok
dironsen, hasilnya jantung berdebar
the Famous E=Mc2
ini penulis, lupa namanya
Papahroti ehh Pavaroti
guru pianonya galak





with Johny Deep
Bruce Lee kalah dong
Saya dan Bernica ga melewatkan untuk berfoto dengan semua patung. Petugas juga menyediakan layanan foto yang bisa diambil di pintu keluar. Di lantai 2 museum ini kita bisa mencoba membuat patung tekapak tangan dengan gips dan langsung bisa dibawa pulang dengan harga yang cukup mahal.


pintu ke mana saja, impian semua orang
sama yayang Will Smith
ini dia Madame Tussaud
Hello .. this is Obama's Secretary
to the left ... to the left ...

Selesai berkeliling madame tussaud kami lanjut menuju Siam Ocean World yang berada dalam satu kawasan mall yang sama.

Siam Ocean World
Tiket terusan yang saya beli di www.hotels2thailad.com berupa tiket masuk Madame Tussaud, Cinema 5D dan Siam Ocean World. Ketika mengantri masuk cinema, kami bertemu wisatawan asal Indonesia, si Bapak mengenakan kaos bertuliskan batik solo. Bapak itu susah payah berbicara bahasa Inggris dengan kami, ga enak hati kami jelaskan kalau kami juga orang Indonesia, akhirnya bapak itu bisa bernafas lega.

bioskop 5D yang biasa aja

Cinema 5D tak semegah iklan dan jargonnya, biasa banget. Kursinya kurang enak, kacamatanya agak berat, efek 5D juga ga sebagus 4DX yang di Blitz Megaplex.

Setelah selesai menonton Cinema 5D yang hanya 15 menit lamanya, kami segera masuk area Ocean World. Ocean World di Bangkok mengklaim diri the biggest and the most complete in south east Asia. Ukuran aquariumnya didominasi yang berukuran kecil, setiap jenis ditempatkan di sebuah aquarium sendiri.


sejenis ubur-ubur
kepiting atau ketam ya
sama maskot kolam Hiu
mengelilingi kolam hiu
sedang was-was takut perahunya terbalik
berharap jadi mermaid di kolam mermaid

Kami juga menikmati atraksi naik perahu dan menonton ikan hiu yang melintasi perahu-perahu kecil kami. Melihat pinguin, berfoto di Mermaid aquarium dan masuk ke dalam area jungle of the world yang memamerkan beberapa jenis ular-ular.

Memang jika dibandingkan dengan Seaworld Ancol, Siam Ocean World lebih besar dan luas areanya. Spot foto juga cukup banyak, pengelola cukup pandai mengakomodasi daya narsis pengunjungnya termasuk kami hehehhee.

Selesai mengelilingi Siam Ocean World, kami makan siang di dalam mall. Makan siang yang sudah sangat telat sebenarnya. Harga makanan di Mall Thailand cukup murah. Seporsi Tomyamgoong yang berlimpah ruah dengan udang, cumi dan jamur hanya 40 ribu rupiah saja.

Saat itu hujan turun dengan lebatnya, sementara kami berencana untuk berjalan menuju Pratunam. Bertanya pada resepsionis mall semua menyarankan naik taksi, akhirnya kami memutuskan naik BTS. Ketika membeli tiket BTS, tiba-tiba semua petugas berdiri dengan khidmat dan terdiam, aktivitas mereka terhenti seketika, dari pengeras suara mengalun lagu yang saya pikir sepertinya lagu kebangsaan atau lagu Nasional seperti Indonesia Raya di kita. Tepat saat lagu berhenti mengalun, aktivitas pun kembali seperti sediakala.

Kami naik BTS menuju Pratunam dan turun di halte Ratchadevi kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki. Saat berjalan kaki, kami melewati gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia. Hari makin senja, sejumlah pedagang sudah menggelar dagangannya. Baju yang dijual bagus-bagus, semua ukuran Bernica, buat saya sih susah. Kami ngebet menuju mall Platinum yang tenar sebagai mall Fashion.


Jam 7 malam, toko-toko Platinum Mall banyak yang sudah akan tutup. Baju-baju yang dijual di sana bagus-bagus, segala ukuran ada tapi mahaal. Harganya hampir sama jika beli di Indonesia, malah lebih murah beli di Olshop di Jakarta, mungkin olshop itu sekalinya belanja di Bangkok belinya banyak sehingga dapat harga grosir. Kami pun keluar dari Platinum tanpa membeli apa-apa.

Setelah lelah tanya sana sini cara kembali ke Rambutri atau Khaosan area dan semua menyarankan naik taksi, akhirnya kami mengalah dan memilih naik taksi. Sampai di Rambutri, kami langsung menuju hotel dan bersih-bersih kemudian keliling-keliling lagi. Saya beli sendal jepit bermotifkan bunga mawar, lalu membeli tanktop seharga 100 bath dan dapat 3 (35 ribu dapat 3 tanktop). Dan tentu saja jajanan malam pun kami santap.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images