Bangkok Race: Day 4, Last Day

21.25


Pagi hari kami berniat ingin berenang, tapi tidak jadi karena kolam masih ditutup. Akhirnya kami bermalas-malasan di kamar sambil kembali mengepak barang-barang. Jam 9 pagi kami sudah rapi dan bersiap untuk check out. Sebelum berangkat kami sempatkan untuk berfoto di sekeliling hotel.





Pemandangan dari kamar



Kami naik taksi menuju stasiun Phaya Lebar, awalnya supir mengiyakan tarif 80 baht, namun dengan alasan macet sekali di tengah jalan ia meminta bayaran naik menjadi 100 baht yang terpaksa kami iyakan daripada kami diturunkan di jalan. Gara-gara supir taksi menurunkan kami di jembatan namun di jalur turun (baru saya sadari ketika sudah tiba di atas bahwa jalur naik dan turun dibedakan) kami harus berjibaku membawa tas-tas kami yang berat sambil menaiki satu persatu anak tinggi. Ketika di atas kami langsung terbahak-bahak ketika melihat di jalur tangga naik ternyata disediakan escalator, ahhh telat deh.

Kereta membawa kami meninggalkan Bangkok menuju Suvarnabhoom Airport. Kami masih sempat belanja sedikit oleh-oleh di Bandara sambil terbirit-birit menuju ruang tunggu. Untungnya ketika sampai ruang tunggu pas sekali panggilan terakhir. Fiuuhh Alhamdulillah tak ketinggalan pesawat.

Kami sampai di Jakarta sore hari. Pengalaman pertama naik Mandala/Tiger cukup menyenangkan. Pramugarinya dewasa dan seragamnya sopan sekali. Menunggu bagasi juga tidak lama. Kami makan dulu di Bandara sambil menunggu dijemput keluarga saya, maklum kami tak sempat makan dari Bangkok. Ketika di pesawat sempat pesan mie rebus yang gambarnya nampak lezat dan harganya 15 ribu rupiah namun ketika datang bentuknya hanya nissin cup lumayan membuat kami bête.

Bangkok kota sejuta candi. Menyenangkan trip kesana saya juga masih mau ngetrip kesana lagi karena masih banyak tempat yang belum dikunjungi. Sayangnya calo tuk tuk agak menodai wisata di sana, harusnya dengan banyak keluhan para wisatawan sudah saatnya pemerintah Bangkok lebih serius menindak para calo tuk tuk yang terus menipu para wisatawan. Kan sayang sekali kalau keindahan kota Bangkok dan keinginan turis berkeliling jadi terhambat gara-gara ulah segelintir orang yang mencari keuntungan sendiri.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images