Craziest Weekend at Mercure Ancol

18.53


Di kantor, saya punya beberapa teman dekat. Kita suka cerita macam-macam sampai hal yang “nyerempet” pun diceritain. Karena pengen bahas hal-hal yang aneh-aneh kami pun ingin menginap bersama. Masalahnya adalah, mau menginap di rumah siapa? Kalau menginap pasti ngobrol sampai mitnait dan bakal ngeganggu orang lain yang ada di rumah. Entah ide dari mana akhirnya kita sepakat mau menginap di hotel.


Browsing sana sini akhirnya kita memilih Mercure Ancol, sekalian piknik dan menikmati laut pinggiran Jakarta. Saya pun booking hotel via agoda untuk mendapat harga yang lebih miring.

Hari yang dinantikan pun tiba, dengan rempongnya saya naik busway dan keluar di halte golden truly atau pasar baru timur. Disana saya menunggu Eri untuk jalan bareng ke Ancol. Gak lama Eri muncul, kita pun lanjut naik busway menuju Ancol. Dengan membayar tiket masuk, kemudian naik bus gratis, kami turun di pantai carnival kemudian jalan sedikit menuju Mercure.



Kamar yang kami dapat luar biasa bagus. Pemandangan menuju laut, 2 kasur besar ditambah sofa ukuran besar. Begitu kami sampai, Erika yang rumahnya dekat Ancol pun berangkat. Begitu Erika tiba, langsung deh sesi pemotretan di kamar pun dimulai. Kami pun makan siang di A & W pinggir pantai. Sore harinya Michelle baru sampai.

toiletries yang lengkap
formasi lengkap
 Malam harinya kami akan dinner di Seaside Suki. Ketikakeluar kamar menuju lift, kami berpapasan dengan Yovie Widyanto. Cuma bisa terpana dan baru ngeh setelah dia berlalu hehehehe.

dan Yovie Widiyanto ada di ujung koridor itu
Jalan kaki menuju Seaside Suki tidaklah jauh namun memang harus melewati beberapa spot yang agak gelap. Setelah spot gelap terlewati, kami sampai di area tugu Ancol yang dipenuhi beberapa lampion. Nyala lampion begitu cantik di malam hari, tak mau ketinggalan sesi berfoto pun dimulai.




Makan malam di Seaside suki, betul-betul enak. Kita pesan menu all you can eat supaya puas rebus-rebusan. Dan benar saja kami semua kekenyangan, rasanya kaki berat untuk berjalan pulang ke hotel. Sebelum kembali ke kamar, kami sempat main di kolam renang yang langsung berbatasan dengan pantai.


lucky Number at Seaside Suki
Saat itu kami melihat kunang-kunang dan cahayanya yang membiru dan langit. Setengah berlari dan ditambahi jeritan, kami pun mendekat ehh sungguh memalukan. Yang kami kira kunang-kunang ternyata adalah lampu hias alat pancing, mungkin para pemancing yang mendengar jeritan kami barusan sudah tertawa terbahak-bahak. Gara-gara kunang-kunang itu akhirnya kami jalan-jalan ke dermaga. Laut Ancol malam hari yang sepi kelihatan menarik, dipercantik lagi dengan kerlip lampu.



Kembali ke kamar, bukannya tidur kami malah sharing stories dari yang bener sampai yang agak gila. Kalau tidak melihat jam yang sudah menunjukan pukul 2 dinihari mungkin obrolan tetap berlanjut.

Pagi harinya, Erika dan Michelle pulang duluan karena mereka harus ke Gereja. Saya dan Eri masih bermalas-malasan di kamar menunggu sampai waktu check out tiba. Saya pun mandi-mandi cantik, maksudnya berendam di bath tub layaknya putri keraton. Shower kit dari Mercure sangat lengkap jadi acara mandi pun makin menyenangkan.

Selesai check out saya dan Eri masih main-main dulu di Pantai. Sedang ada panggung salah satu acara musik TV. Menikmati angin laut sambil makan bakso di pinggir pantai kemudian akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images