IGCSE Bahasa Indonesia

20.49


Semenjak tahun 2011 saya memulai masa bakti di Jubilee School. Setelah hampir 5 tahun saya berkutat dengan IB curriculum di dua sekolah sebelumnya, kali ini saya berkenalan dengan Cambridge Curriculum. Rupanya kurikulum ini sejalan dengan kurikulum nasional yaitu Paper based atau Test Based bukan project based seperti IB.


Saya mengajar IGCSE Bahasa Indonesia for foreigner yang diujikan saat grade 10. Soalnya terlalu mudah, ya mungkin karena levelnya untuk foreign tapi WNI pun boleh mengambil tes ini. Hasil ujian pun hampir sebagian siswa memperoleh nilai A*, nilai tertinggi.

Suatu hari saya dipanggil oleh Kepala Sekolah untuk mewakili sekolah hadir di acara pertemuan guru-guru Bahasa se-Indonesia yang diadakan oleh Cambridge International Exam di Hotel Athlete Senayan.

Selama sesi berlangsung banyak ide-ide bermunculan dan akhirnya akan ada follow up berupa rumusan kurikulum baru untuk bahasa Indonesia. Karena menghadiri pertemuan tersebut, saya jadi berkenalan dengan beberapa guru bahasa dari sekolah lain, sempat bertemu juga dengan teman kuliah, si cantik Tri anak pendidikan, ia mengajar di Al Azhar Padalarang.


guru-guru Bahasa Indonesia dari berbagai daerah
Beberapa bulan kemudian, saya mendapat panggilan dari Faizol Musa yang saat itu menjabat sebagai Cambridge Representative wilayah Malaysia dan Indonesia untuk mengikuti rapat advisory group untuk penyusunan silabus Bahasa Indonesia yang baru. Rapat tersebut bertempat di Hotel Media di kawasan Gunung Sahari. Bersama saya ada kurang lebih 8 orang guru lainnya yang hadir dari sekolah yang berbeda.

3 bulan kemudian lagi-lagi kami rapat di FX Senayan. Kali ini makin matang persiapan penyusunan silabus. Dari bobot dan skema paper dibahas sambil makan siang di restoran white elephant.

ditraktir Faizol Musa





Sayangnya setelah itu Faizol Musa dikabarkan resign dari CIE dan nasib advisory team menjadi tidak jelas dan terkatung-katung. Namun kami sesama anggota advisory team tetap saling berkomunikasi. Sampai akhirnya saya menerima undangan untuk launching IGCSE Bahasa Indonesia di Raffles School Pondok Indah.

Dalam acara launching tersebut, kami seluruh anggota advisory team untuk IGCSE Bahasa Indonesia dipanggil ke depan dan diberikan tanda terima kasih. Keesokan harinya diadakan teachers training untuk silabus baru tersebut dan saya tidak didaftarkan oleh pihak sekolah.

Awal tahun 2015, diadakan IGCSE Bahasa Indonesia 0538 Teacher’s Training bertempat di Jubilee School. Pembicaranya adalah dua orang senior yang bergabung dalam advisory team dan memang yang paling menguasai yaitu Ms. Sofia Sinaga dan Ms. Ratna. Peserta training cukup banyak bahkan ada yang datang dari Bali dan Medan. Melalui training saya makin paham cara mengajarkannya dan betapa PR saya untuk mengajar silabus baru ini cukup berat karena terbatasnya referensi yang ada.




Bulan Mei 2015 diadakan lagi Bahasa Indonesia Teachers Forum. Dalam waktu 3 jam kami guru-guru Bahasa Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia diundang untuk saling berdiskusi. Acara tersebut bertempat di Jubilee School dan saya didaulat menjadi MC. Pertama kalinya saya menjadi MC untuk even besar, serius dan menggunakan bahasa inggris pula. Lega rasanya setelah acara pembukaan selesai dan saya menjadi peserta diskusi selayaknya guru lainnya.

Ke depannya mungkin akan banyak forum sejenis mengingat begitu besarnya minat guru-guru Bahasa Indonesia dan Cambridge Schools around Indonesia yang baru tahu silabus ini. Buat saya sih hitung-hitung punya teman baru sekaligus rekan diskusi mengenai pekerjaan. 

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images