ISTANA BOGOR

08.37


Istana Kepresidenan di Bogor bukanlah suatu tempat yang mudah dikunjungi. Perlu tata cara khusus. Kali ini Ms. Uun mengajak kami untuk ikutan trip berkunjung ke Istana Bogor. Mengingat ini kesempatan langka, saya dan beberapa teman tak mau menyia-nyiakan. Bahkan Ms. Maria mengajak Malvin anaknya beserta kedua orangtuanya.


Saya dan Ms. Maryati berangkat lebih pagi naik kereta ke Bogor karena kami mau sarapan dulu di kota hujan tersebut. Saat keluar dari Stasiun Bogor, matahari sudah bersinar malu-malu. Kami memilih untuk sarapan kupat tahu pagi itu. Lumayan rasanya, ditambah teh hangat dan gorengan. Setelah kenyang, kami sempat berfoto-foto di Taman Topi kemudian kembali ke Stasiun untuk kumpul dengan rombongan.
sarapan dulu



Setelah rombongan berkumpul, kami jalan kaki menuju istana dengan panduan sang guide yang katanya sudah berpengalaman, sambil bawa-bawa album foto sudah jadi guide nya orang-orang penting.

Sebelum memasuki pelataran istana, kami berganti baju dulu karena dress code nya adalah batik resmi. Selesai berganti baju, kami memasuki area kebun depan menuju pintu masuk, sambil tak lupa berfoto-foto.

ganti baju yang rapihan sedikit

hay Bambi ...
seluruh rombongan 
Selama berkeliling Istana, kami dipandu oleh protokoler. Beliau menceritakan tata cara di Istana termasuk sistem pengamanan disana. Sebenarnya saya lebih mengagumi koleksi patung, lukisan dan juga interior serta arsitektur Istana yang kuno tapi keren. Tembok putih yang tegar tak digerus waktu. Semua tempat di Istana adalah spot cantik untuk berfoto ala-ala klasik.
rombongan FEP 7-12 yang ikutan trip







Halaman luar Istana yang rimbun dipenuhi patung-patung nude, memang Bung Karno dikenal punya cita rasa seni yang tinggi. Setelah selesai berfoto dan berkeliling halaman Istana, kami kembali lagi ke pintu masuk awal tadi. Kami berganti baju yang lebih casual karena sudah gerah pakai kemeja dan rok batik. Acara selanjutnya adalah wisata kuliner di SuryaKencana. Ini dia yang saya tunggu-tunggu.


salah satu patung "nyeni"

Malvin yang dipaksa kalem buat difoto


jendela besar yang khas
Kami semua naik angkot menuju kawasan Suryakencana. Turun tepat di Soto Kuning dan masuk salah satu restoran yang menu andalannya adalah soto. Di pelataran ruko-ruko sekitar restoran banyak pedagang yang berjualan aneka pepes dan ada juga penjual es mangga. Duuh segarnya es mangga yang saya rindukan, biasanya saya dan geng pemalu paling suka makan es mangga jika main-main ke Bogor.


Sayangnya soto mie yang disajikan di Restoran ini tak seenak penampilannya. Rasanya biasa saja cenderung ga enak, masih enakan soto mie abang-abang pinggir Jalan, biasalaah The Power of Bumbu Debu memang masih juara. Tak lama kami pun menyudahi acara makan, dan lanjut berkeliling.

di salah satu gang, kami menemukan industri asinan rumahan. Walau diproduksi di rumah penduduk, saya melihat sendiri proses pembuatan asinan yang bersih. Saya dan teman-teman pun membeli beberapa bungkus asinan sebagai oleh-oleh.

Hari makin sore, kami pun segera kembali menuju Stasiun Bogor dengan naik angkot. Jalanan Bogor penuh sesak dipadati oleh angkot. Perjalanan pulang naik kereta sangat menyenangkan dan membuat ngantuk. Sampai di Stasiun Kalibata, saya dan Ms. Mar turun dan say goodbye pada si lucu Malvin anaknya Miss Maria yang ikut trip kali ini.

Karena badan sudah pegal luar biasa, maka kami memilih naik taksi. Sampai di rumah buka oleh-oleh dan langsung istirahat. Senang rasanya bisa masuk Istana Presiden, bisa melihat juga mengagumi tempat tinggalnya orang nomor 1 di Negara ini, sayangnya saya ga dapet gebetan Paspampres ataupun Protokoler. Ya sudah mari istirahaat … 

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images