Story From Kawasan Mangrove PIK

12.18



Siapa yang tidak termehek-mehek melihat video shortmovie karya Vino G Bastian dan Marsha Timmothy yang bercerita tentang perjalanan cinta mereka. Lokasinya yang ciamik  ternyata di Kawasan Pantai Indah Kapuk, tepatnya di Hutan Mangrove. Saya pun merencanakan untuk pergi ke sana suatu saat nanti.


Tepat 3 Hari sebelum awal Ramadhan di tahun 2014, Sekolah sudah diliburkan. Pikir-pikir mungkin inilah saat saya mewujudkan rencana main ke PIK, untuk melihat indahnya Hutan Mangrove yang sudah lama saya impikan dan selalu gagal maning untuk dikunjungi.

Jam 9 pagi saya dan Ratih sudah bertemu di PGC dan menunggu Bernica untuk berangkat menuju PIK. Berdasarkan petunjuk mbah Google, rute menuju PIK yang termudah adalah naik Busway PGC-Grogol kemudian naik angkot dari depan Citraland.  Namun, sayangnya ketika sampai Citraland, matahari benar-benar terik di atas kepala. Karena sudah kebelet mengunjungi hutan Mangrove, kami pun memilih taksi menuju kawasan pantai Indah Kapuk.

Tak sampai 10 menit, taksi yang kami tumpangi telah memasuki kawasan perumahan elite Pantai Indah Kapuk. Dari panduan Google Maps, kami menemukan bahwa Hutan Mangrove terletak di belakang Sekolah Tzu Chi. Sempat tersesat di antara ruko-ruko kawasan PIK dan akhirnya sampailah kami di depan Gerbang kawasan Mangrove.

Hujan gerimis mengiringi langkah kami memasuki gerbang, dengan harga masuk sebesar 25 ribu, kami segera meneduh di masjid yang memang tak jauh dari pintu masuk. Tak lama hujan mulai reda, kami pun lanjut menelusuri hutan mangrove ini. Di kawasan ini pengunjung tidak boleh membawa kamera, karena akan dikenakan tarif sebesar 1 juta rupiah per-kamera, terpaksa kami cukup puas berfoto menggunakan hp. Beruntung hp Bernica saat itu Samsung Mega terbaru yang kualitas kameranya cukup bagus. Lenovo saya dan Nokia Ratih hanyalah pemeran figuran dalam foto-fotoan kali ini.
foto-foto di di pelataran masjid




pemandangan alam yang sederhana nan memukau, saat itu bukan hanya kami namun ada beberapa pasangan calon pengantin yang berfoto prewed disana. Hutan Mangrove ini benar-benar fotogenik karena terlihat begitu indah difoto. Kami bertiga seolah tak puas berfoto di sana. Sayangnya langit lagi-lagi mulai tertutup awan, hari pun semakin sore. Kami tak mengeksplorasi seluruh bagian hutan mangrove ini, bahkan telaga cantik yang ada di film pendek Vino-Marsha pun belum kami temukan.


jembatan cinta, lokasi wajib yang prewed di sini

Bride to be .. entah kapan, amin aja








Kami segera keluar dari lokasi Hutan karena sudah pukul 5 sore. Gerimis pelan mengguyur kembali. Kali ini kami akan pulang naik angkot, kami pun berjalan menyusuri kawasan PIK untuk mencari makan sebelum pulang. Kami sempat berfoto-foto di depan megahnya gedung sekolah Tzu Chi.









Akhirnya malam itu kami makan malam di Restoran Thailand. Ini pilihan terakhir kami, karena kami sudah berjalan lebih dari 1 kilometer menyusuri ruko-ruko restoran yang berada sepanjang kawasan PIK. Untung saja pilihan kami benar, tomyam di restoran ini enak sekali, hampir persis dengan rasanya yang di Thailand. Ngobrol ngalor ngidul akhirnya kami tiba-tiba punya ide untuk keliling museum Jakarta, mumpung besok masih libur. Akhirnya kami pulang  naik taksi dan kereta.




You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images