Museums around Jakarta

17.11


  

Jam 9 pagi saya dan Ratih sudah duduk manis di Jco sambil menunggu Bernica datang. Hari ini kami niat mau ke museum dan foto-foto, maka tripod pun sudah siap di dalam tas saya. Tujuan pertama kami adalah Museum Satria Mandala.


Busway rute PGC-Grogol yang kami naiki pagi itu membelah jalanan sepi nan mendung. Karena Museum Satria Mandala ini letaknya di tengah dua halte, maka kami pilih halte dengan jarak jalan terdekat. Kami turun di halte Jamsostek dan lanjut berjalan kaki berteman awan mendung.

Tak sampai 5 menit berjalan kaki, kami sudah memasuki pelataran Museum ABRI Satria Mandala. Tiket masuknya murah meriah. Dan yang bikin salut lagi, bersama saya masuk seorang bapak-bapak parlente yang berpenampilan ala bisnisman sambil menggandeng anak laki-lakinya yang maish usia sekolah dasar, mungkin kelas 3 atau 4 SD. Salut aja gitu bisa kepikiran ngajak anak ke museum.
pintu masuk museum Satria Mandala
Seperti biasa, masuk museum tuh hawanya seram lembab dan bikin merinding. Sebagian museum agak gelap dan lembab tapi ga mengalahkan niat kami untuk foto session bersama diorama, patung-patung dan aneka jenis senjata yang tak kami ketahui namanya.
Lukisan Jendral Soedirman
seragam dari masa ke masa

ngedudukin rudal

Keluar dari gedung utama Museum Satria Mandala kami melihat sebuah kebun yang luas dan besar. Beberapa pesawat terparkir di sana. Kami pun berlari gembira, saatnya narsis dengan pesawat-pesawat koleksi Museum.






Berbagai jenis pesawat terparkir di sana, ada yang besar sampai yang paling kecil. Kami bertiga pun bergaya dengan semua pesawat yang ada di sana. Setelah puas foto-foto kami keluar dari kompleks Museum Satria Mandala kami lanjutkan perjalanan menuju Monas.


tak hanya pesawat tapi kapal laut juga ada
Langit Monas kelabu, kaya hati kami kelabu karena pintu masuk Monas sudah ditutup.  Jadinya kami harus cukup puas dengan berfoto-foto di pelatarannya aja. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Kota Tua.




Begitu keluar dari terowongan Halte Busway Kota Tua kami langsung menuju Museum Bank Indonesia. Saya dan Ratih sholat Ashar dan lanjut dengan ganti kostum. Yak kami sudah sepakat pake dress untuk poto session di Kota tua dan Starbucks di Stasiun Kereta Beos.


setelah ganti kostum


Selesai ganti kostum dan berdandan, kami melenggang pede menuju kawasan Kota Tua, Museum Fatahillah. Disana cuaca cukup bersahabat, hasil foto juga nampak ciamik. Belum lagi jalanan yang berhiaskan kertas pink yang digantung.





Karena lapar, aktivitas berfoto kami hentikan sejenak untuk makan. Kami memilih makan di Kedai Seni Djakarta yang belum lama ini ada liputannya di salah satu televisi swasta di Jakarta. Kami memesan es toples, namanya unik sih tapi sebenarnya adalah es dari sirup yang dimasukan ke dalam gelas harvest yang lagi hip banget saat ini. Makanannya lumayan enak dan harganya ramah di kantong. Namun sayangnya karena outdoor jadinya banyak nyamuk. Selesai makan, kami berfoto-foto lagi di sekitaran kawasan Museum Fatahillah, dari Kopitiam. Kerak telur hingga pelataran menuju Stasiun Kota, Beos.


makanannya enak dan murah

penampakan lengkapnya


Kami masuk ke dalam gerai Starbucks yang ada di dalam Stasiun Kota. Konsepnya jadul bikin kami nyaman ngopi-ngopi di sana. Tak lupa juga pepotoan di sofa yang cozy. Setelah puas foto-foto kami pulang naik kereta KRL menuju rumah masing-masing.









You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images