FROM HITS 80S & 90S Babak 1

10.16


Sepatu LA Gear, permen karet Yosan yang bungkusnya cape-cape dikumpulin tapi ga pernah nemu yang huruf N, orang-orangan, judi ager depan sekolahan atau maen jimbot (Gamewatch) yang kabelnya ditarik abangnya kalau kita kelamaan main dan abangnya kudu pindah ke SD lain. Yup semua cerita di atas emang cuma dikenal sama orang-orang yang hidup di tahun 90an atau dikenal dengan generasi 90an. Akhir Agustus 2014, tiba-tiba ada sebuah grup yang bernama From Hits 80s to 90s. Ga pake lama, gwe segera bergabung di grup tersebut.


Dan postingan nostalgila pun bersebaran di timeline FB. Komen2-an di setiap postingan bikin kita ketawa ngakak dan jadi punya teman-teman baru. Setiap hari kerjaan cuma ngeliat FB, kenangan 90an meruap kaya racun endemis bener-bener ga bisa lepas. Akhirnya dibuatlah acara Kopdar di Beer Brother Kemang tanggal 19 September 2014 hari Jumat. Kebetulan gara-gara suka komen rame-rame di tiap postingan ada beberapa nama yang akhirnya jadi deket dan kita janjian untuk datang bareng. Akhirnya jumat itu saya nyamper ke kantor Mbak Reni yang setelah itu kami panggil bunda, untuk berangkat ke Kemang bareng-bareng.

Dari kantor Bunda, kami menyusuri jalan Sudirman untuk jemput Refi di Wisma Indocement, dari sana kami lanjut ke Sampoerna Strategic Square untuk jemput Ari. Ari juga kena wabah memory 80-90an ini gara-gara gwe. Setelah sempat mampir dan makan snack sebentar di Indomart Point, kami lanjut lagi perjalanan menuju Kemang. Sampai di Beer Brother sudah ramai, meja-meja sudah ditata dan dihiasi jajanan ala 90an. Kami, D Genjrings sudah ditek tempatnya oleh om Andri yang langsung menempati pojokan khusus buat Genjrings dan satu grup lagi yang belakangan gue tau berama D Sengklek.


off we go

brondong, rokok-rokokan, balon tiup dan kawan-kawannya



Genjrings plus Sengklek


Makin malam acara makin meriah, dari mc nya yang super heboh Ira Riswana nan tomboy, si Memed di sinetron Angkot Haji Imron dilanjut dengan stand Up comedy oleh Panca yang gwe ga kenal, hehehe maap yaa soalnya gwe kalau nonton stand up ya levelannya Panji, Ernest, Pange dll deh. Kami di sana sampai jam 9an aja karena ga mungkin juga sampai malem. Kebetulan rumah bunda kan di Cikunir, jadi gwe ma Ari ikut pulang dan gwe nginep di rumah Ari malam itu.

D Sengklek
Dari Grup besar Hits From 80’s90’s terciptalah grup-grup kecil yang berkomunikasi lewat whatsapp. Gue pun bergabung dengan salah satu grup yang diberi nama The Sengklek. Awalnya anggotanya banyak, sampai ada 2 grup. Grup ini  terbilang sangat aktif, selalu ada aja kegiatan dan ngumpul-ngumpulnya.

Pertama gue gabung, grup ini mengadakan kunjungan ke yayasan kanker. Antusias banget gue ikutan, janjian di meeting point  Sevel Salemba. Dari sana kami jalan sama-sama menuju rumah yayasan kanker yang letaknya tak jauh dari penjara Salemba.

Di sana gw tampil mendongeng di depan anak-anak pengidap kanker, ih sampai merinding. Setelah nyanyi sama-sama anak-anak di sana, penyerahan donasi, foto-foto akhirnya kami diajak berkeliling rumah tersebut. Bertemu dengan anak-anak yang mengidap kanker, dan gwe merasa betapa gwe harus bersyukur.





Gue pun makin aktif di D Sengklek. Ada aja obrolan gelo di Whatsapp group tiap hari, ada aja ketemuan dalam seminggu. Sampai akhirnya dibuatlah kopdar khusus grup kami yang diadakan di Restoran Saung Ajo, Karawang.


meetingpoint at rest area




gue janjian sama mba Ami di Tamini Square, bareng mobil Ami ada Rani dan Uchan, lalu konvoy rame-rame dan ketemu di Rest Area di Bekasi. Dari sana meluncur ke Karawang. Restoran Saung Ajo ini memang cukup luas. Selain makan rame-rame di sana kami juga main macam-macam perlombaan dan seru-seruan tak ketinggalan juga ngerumpi.

Hari ke hari kedekatan kami makin menjadi, menjelmalah kami bagai keluarga baru. Dari grup itu gue makin dekat sama Nana & Heni, kami dijuluki Trio Kode nan jomblo yang suka dikode-kodein sama cowo tapi ga pernah ngeh.
karaoke, salah satu agenda wajibnya D Sengklek

ke pameran buku di Senayan

nengokin waktu mama sakit

makan-makan juga agenda wajib D Sengklek

olahraga marathon juga doong
Namun memang tak ada gading yang tak retak. Akhirnya ada sebuah peristiwa yang terjadi dalam group dan membuat saya memutuskan untuk hengkang. Ga perlu ditulis disini apa peristiwanya, tapi bagi gue ini masalah prinsip aja sih. Gue terbiasa frontal, kalau A ya A bukan jadi A’ atau A- dan sikap ini juga dimiliki Nana & Heni. Akhirnya resmi sudah Trio Kode keluar dari grup besar.

Sebisa mungkin gue menjaga silaturahmi dengan anggota D Sengklek, terakhir ketemu dalam formasi cukup lengkap yaitu waktu Tara nikah. Kami semua kondangan ke Karawang, masih seru-seruan walau tetap ada yang ga bisa ditutupi sih sebenarnya. Tapi ga masalah, ini masalah pernyataan sikap aja gue rasa. Ga ada yang benar, ga ada yang salah tapi setiap orang boleh memilih sikapnya masing-masing.
foto dulu sama penganten

Sampai sekarang sih gue masih dekat sama Nana & Heni. Mungkin persis apa yang nyokap bilang, orang yang sifat dan pengalamannya sama pasti lebih cepat dekat hehehee.

You Might Also Like

1 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images