Kopi dan Indomie yang Istimewa

11.18



A Bunch of Coffee Dealer …

Salah satu gerai kopi yang telah berhasil mengangkat harkat sebuah pasar tradisional di daerah Santa menjadi tongkrongan anak muda. Banyak selebgram yang les Barrista di ABCD ini.


Suatu hari ada informasi di instagram bahwa ada flea market di Pasar Santa lantai 2. Gue dan Erika pun jalan ke sana. Setelah naik busway dan disambung naik taksi dari mampang, sampailah kami berdua di Pasar Santa.

Lantai 1 Pasar Santa ya masih serupa pasar biasa, tapi begitu masuk ke lantai 2 koq kaya pindah ke dunia lain. Bener-bener kaya tempat anak gaul, ada distro jadul, ada toko yang jual piringan hitam. Saat itu ada tumpeng gratisan, juga ada bazaar barang-barang second untuk traveling. Di lantai 2 itu ada 3 coffeeshop yang levelnya hampir setara Starbucks, bahkan owner nya pun orang bule.

begaya depan ABCD

Gue dan Erika pun berfoto-foto di sana, nyobain kopi gratisan dari alumni ABCD yang baru menamatkan kursus barrista. Kami ga beli apa-apa di bazaar karena emang ga ada yang menarik. Dari pasar Santa kami pun pergi ke kafe Dinner Mix yang memang ga jauh dari sana. Sayangnya, antriannya panjang betul sementara kami sudah lapar banget, akhirnya kami pun keluar dan makan di Kalibata aja.

Dinner Mix Florist and Café …

Karena kedatangan kami yang pertama gagal ga bisa makan indomie yang mirip bungkusnya itu, maka besokannya gue datang lagi ke Dinner Mix. Kali ini ditemenin sama Dinda.

Kafe besutan 4 sahabat yang suka bebungaan ini terletak di dalam sebuah pom bensin di perempatan Mampang. Suasananya jadul dan lucu, sajian utamanya adalah seporsi mi instant yang tampilannya dibuat sangat mirip dengan kemasannya. Harganya sih cukup sesuai lah dengan tampilannya.

Menunggu mie rebus pesanan Dinda dan mie goreng pesanan gue lumayan lama, maka kita pun foto-foto dulu, di kafe itu memang ada beberapa spot foto lucu. Disediakan pula property buat foto-foto, pokoknya benar-benar memanjakan selera narsis para pengunjung.



mie goreng yang mirip bungkusnya

mie rebus yang mirip juga sama bungkusnya



Akhirnya pesanan kami pun datang, woww beneran deh mirip seperti kemasannya. Bahkan plastik kemasannya pun ikut dihidangkan, mungkin tujuannya supaya pembeli bisa membandingkan kemasan dan tampilan makanannya. Ini mah 100% mirip

Rasanya juga enak banget, pasti ada tambahan bumbu lain ga mungkin bumbu asli dari mie instant aja. Harga seporsi pada saat itu (September 2014) dibandrol sebesar 20 ribu, cukup sesuai deh. Pengen sih datang lagi kalau perlu pakai kostum jadul sekaligus buat foto-foto.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images