Ramadhan Reminiscence in Bandung Chapter 2

15.02


Umur tak bisa bohong ^_^

Selesai mandi pagi dan tidak sarapan karena bulan puasa hehehe, kami jalan menuju kampus UPI. Seperti biasa Highlights di sana kan foto bareng gedung Isola.  Ya ya ya .. tentu saja seraup kenangan bahkan lebih mungkin, menyeruak ke sisi hati (tsaaah bahasanya). Kami foto-foto di gedung FPIPS yang lama, FPBS baru dan tentu saja Isola. Kampus  makin modern dan ciamik, tentu saja makin asing buat saya yang sudah lama lulus dari sana.



FPIPS, tempat jajan mie yamin sambil menemui .... #dan tiba-tiba galau

main character nya UPI

kembali ke arsitektur aslinya, sempat jadi taman rumput doang
partere dalam kenangan

FPBS tercintah, progressive dan revolusioner 
kolam parter penuh teratai, ga berubah dari dulu
Dari UPI, kami lanjut menuju ITB, kali ini kami mengantar Dinda untuk mengenang masa kuliahnya. Kami berfoto-foto di tiap spot yang menarik dan unik, nyesel dulu saya jarang nyamperin Dinda ke ITB pan lumayan yaa ngeceng dikit gitu hehehehe. Petualangan kami di ITB berakhir di Fakultas Seni Rupa.


gerbang ITB

Tugu khas ITB

Fakultas Seni Rupa, berasa di planet lain

Dari ITB, kami ngangkot menuju Museum Geologi. Kaget, museumnya bagus sekali dan tiketnya hanya 3000 saja. Ada banyak fosil dan tulang belulang yang dipamerkan di museum itu. Yang paling keren adalah tulang dinosaurus, mungkin jenis T-Rex ya apa Velociraptor? Ga begitu tau juga sih. Saya pun berpose manis bersama tulang-tulang itu, gayaa banget berasa kaya di film Night at The Museum. Jadi kepikiran, jangan-jangan kalau malam, benda-benda yang ada di Museum Geologi juga pada bergerak, kita aja yang ga tau ehhehehe.

pintu masuk Museum




Umur emang tidak bisa bohong, baru keliling lantai 1 Museum saja kami sudah kecapean, ditambah lagi memang sedang berpuasa. Kami tak sanggup untuk naik ke lantai 2 Museum dan segera keluar mencari masjid untuk sholat Zuhur. Dan benar saja, selepas sholat kami semua terduduk tak berdaya. Kaki pun kami oles-oles salon pas dan fresh care hahhaahaha. Keinginan jalan memang masih tinggi, sayang kaki kami tak kuat. Lalu saya pun iseng browsing jadwal film, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk nonton Maleficent di BIP. Lumayan lah ngabuburit sambil ngelurusin kaki dan nonton aktingnya si sexy Angelina Jolie.

Setengah jam lebih berisitirahat di Masjid Museum Geologi, kami pun berangkat ke BIP. Sedihnya ketika sampai di BIP ternyata jadwal film berubah, sambil duduk tergeletak, saya browsing lagi jadwal film, kali ini lihat Blitz PVJ. Benar saja, ternyata Maleficent masih ada di Blitz, kami pun segera ke PVJ naik taksi. Bukan gaya sih, tapi memang taksi di Bandung kini sudah banyak ga kaya dulu.

Begitu masuk studio, saya langsung geletakan dan memanjangkan kaki, berasa banget cape luar biasa. 2 jam duduk manis sambil nonton film lumayan mengembalikan tenaga kita bertiga. Dari Paris Van Java kami kembali ke Gramedia Merdeka untuk ketemu Fitri temannya Dinda. Setelah sholat Maghrib, kami lanjut menuju warung Misbar untuk makan malam di sana. Seperti biasa, tumisan tulang jambal roti selalu menggoda saya. Selesai makan kami kembali menuju Geger Kalong, sayang Fitri ga bisa ikut karena besok harus kerja lagi.



Kembali ke MQ Guest house, kami masih ngobrol-ngobrol sambil packing. Tidur sebentar kemudian sahur terakhir di kota penuh kenangan ini hehhehee. Selesai sahur kami tidur lagi sampai jam 9an.

Kembali ke Jakarta kami pun berpisah dengan Desi. Saya dan Dinda kembali ke Stasiun, karena kami akan naik kereta sore hari menuju Gambir. Ga nyangka aja saya bisa kembali mengenang masa-masa bulan puasa di kota kembang ini, kota tempat saya menuntut ilmu, kota penuh kenangan.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images