TAMAN SAFARI

12.54


Ulang tahun papa yang ke 54, jatuh di bulan puasa. Kami sekeluarga berencana untuk berbuka puasa di Saung Nini. Di tengah perjalanan menuju Puncak, saya bercerita tentang Running Man, Variety Show asal Korea Selatan yang belum lama ini datang ke Indonesia dan sempat shooting di Istora Senayan dan Taman Safari. Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba papa malah ngajak ke Taman Safari dan tentu saja disambut antusias oleh cucu semata wayang.



ini dia yang tiba-tiba bikin ide buat ke Taman Safari



Terakhir ke Taman Safari ketika saya masih SD, tentu saya tak lagi ingat seperti apa rupa Taman Safari. Perjalanan menuju gerbang utama Taman Safari cukup panjang, di tengah jalan kami sempat beli wortel dan pisang untuk diberikan kepada hewan-hewan di sana. Tiket masuk saat itu cukup mahal sebesar 140.000 (Juli 2014) gesek kartu kredit dan melengganglah kijang biru kami masuk ke dalam wilayah Taman Safari.

Saya ga akan bisa lupa jerit kagum dan tertawa terbahak-bahak ponakan saya Raffa yang melihat hewan-hewan yang selama ini cuma bisa dia lihat di TV kini di depan matanya, hanya berjarak sebatas kaca mobil saja. Belum lagi perilaku hewan-hewan yang mengendus-endus mobil kami.


pemandangan pertama yang menyambut kami
Raffa dan Mang Galih

Waktu melewati kuda nil, Raffa melempar beberapa wortel dan terpana melihat gigi kuda nil yang berantakan sibuk mengunyah-ngunyah wortel. Dengan lucunya ia berkomentar bahwa kalau malas sikat gigi nanti giginya bisa kaya kuda nil hahahhaa kesimpulan yang lucu juga. 


krawes krawes .. ngunyah wortel

Sepanjang memutari kawasan Taman Safari, ponakan saya ini terlihat takjub melihat sekumpulan keluarga gajah, lengkap dengan anak gajah yang masih kecil dan lucu. Melihat unta, jerapah dan zebra, ia sibuk memoto zebra dengan kamera pocket saya. Walau agak kurang focus tapi dia sudah bisa membidik objek foto dengan baik.

dua jerapah bersaudara

keluarga gajah

halouuw Zebraa ...

lunch time .. hewan-hewan makan bareng

Mister Crocodile

Memasuki kawasan hewan buas, Raffa makin semangat. Dengan gembira ia menunjuk kawanan singa, Harimau Bengali, Harimau Sumatra. Tanpa terasa seluruh area untuk melihat hewan sudah berakhir, kami sampai di tempat parkir. Padahal masih pengen sekali memutari kawasan hewan-hewan tersebut.



sapa yang mau tempel ban disini?

Selesai sholat dzuhur, kami menonton atraksi hewan di panggung terbuka Safari. Menyaksikan sirkus dan ke area Rain forest tempat berkumpulnya para gajah. Kami juga mampir ke toko souvenir, sayang harga-harganya selangit semua.



Dari area Rain Forest kami bergerak ke atas, untuk menyaksikan atraksi Lumba-lumba. Kondisi sedang berpuasa membuat kami tidak bisa terlalu semangat dan menikmati atraksi demi atraksi yang dipertontonkan. Lain dengan ponakan yang cuek berteriak-teriak kagum, kalau sayaa .. bahhh sudah sangat haus dan lelah hehehhehe. Kami menemukan masjid yang besar dan cukup nyaman tak jauh dari area lumba-lumba.


Selepas sholat ashar, kami duduk-duduk di area masjid yang letaknya tak jauh dari danau itu. Saya dan Mama pun membeli makanan untuk berbuka puasa dari kantin yang memang tak jauh dari situ. Persis letaknya di samping panggung hewan-hewan buas.

Tibalah saat berbuka puasa, ini pengalaman pertama buat kami sekeluarga bahwa saat ini kami sedang berbuka puasa di pinggir danau dengan deburan air terjun buatan, suara hewan-hewan nocturnal yang mulai aktif dan auman hewan buas dari panggung Sparta. Kontradiksi yang lucu, dan indah. Kolaborasi yang aneh tapi memikat. Sebelum kami menyantap makanan berbuka, kami berdoa untuk Papa agar selalu sehat, diberi kebijaksanaan di usianya yang ke-54, Aamiin …

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images