Tribute To Pak Raden

15.44


Raden Mas Suyadi atau lebih terkenal dengan nama Pak Raden adalah seorang yang amat berjasa dalam dunia hiburan khususnya hiburan anak-anak. Beliau adalah pencipta film boneka si Unyil yang sangat terkenal di era 80-90an.


Tulisan ini saya persembahkan untuk Eyang Suyadi yang belum lama ini berpulang menghadap sang Khalik. Mungkin saya termasuk salah seorang yang beruntung dapat bertemu dengan beliau in person, orangnya sangat baik dan bersemangat di usia yang senja dan tubuh yang ringkih digerogoti penyakit. Bayangkan di usia 80an beliau tetap berkarya untuk memenuhi kebutuhannya, ia tak mendapat royalty atau apapun dari karya besarnya nan melegenda yaitu “Si Unyil”.

Dari grup besar From Hits 80s 90s, tiba-tiba ada penggagas ide untuk membuat acara tribute to Pak Raden. Terbentuklah panitia kecil, Ari, sahabat saya pun direkrut menjadi salah satu panitia karena ia memang pernah membuat postingan di grup tentang Pak Raden. Ari pun mengajak saya bergabung menjadi panitia.


Di pertemuan ketiga, baru saya bisa hadir di rapat panitia yang bertempat di jalan Minangkabau dekat Pasaraya Manggarai. Dari sana pula saya mengenal panitia-panitia lainnya yang merupakan orang-orang hebat di bidangnya.

Akhirnya setelah berproses, dipilihlah tanggal 30 November sebagai hari pelaksanaan acara Tribute To Pak Raden. Dan romansa 90an di panggung Pasar Seni taman Impian Jaya Ancol pun dipilih untuk menjadi panggung bagi acara penghargaan untuk Pak Raden. Melewati berbagai rapat koordinasi yang selalu diselipi acara-acara konyol seperti karokean, main gameboard atau sekedar makan bareng maka makin eratlah kekompakan antar panitia.


karokean sebelum rapat

abis nyanyi lagu Gaban

Ajul "Jiung" yang memenangkan turnamen Ular Tangga seusai rapat

Ira Riswana yang doyan nasi goreng
Mendekati hari H, kami makin sibuk. Sibuk promosi, ticketing, venue dan bazaar. Satu hari sebelum H, para panitia pun menginap di Ancol. Semua sudah bekerja sesuai porsinya. Panitia laki-laki lebih konsen ke pembangunan dan persiapan panggung. Panitia perempuan ngurusin detail.


Salah satu tugas saya, menyebarkan info acara ke sosial media
Name tag kami, bertahun temenan ga pernah jadi panitia bareng


inilah dia panggung utama di kawasan Pasar Seni Ancol
Kami menginap di penginapan ala backpacker yang terletak di seberang hotel Mercure. Kamar besar yang kami tempati terbagi menjadi 2 lantai pendek. Panitia perempuan di atas, panitia laki-laki di bawah. Kasurnya berjajar 10 atas bawah, kamar mandinya pun massal, kami mandi beramai-ramai. Selesai mandi dan rapih-rapih kami jalan menuju Ancol Beach City dan makan malam di sana. Selesai makan malam, kembali ke area Pasar Seni untuk final checking. Hari makin malam, kami pun harus tidur.
panitia stengah ruwet

panitia makin ruwet

Jam 6 pagi semua panitia bersiap dan memakai kaos oranye berlogo Pak Raden. Setelah sarapan pagi dan rapat Koordinasi, saya pun jalan ke Pintu Gerbang Barat. Berbekal blangkon dan kumis-kumisan ala Pak Raden, saya siap di sana untuk menyambut para penonton yang akan menukar tiket. Lumayan lama juga saya di Gerbang Barat sampai akhirnya dijemput lagi.


nunggu calon penonton yang akan tukar tiket




Sekembalinya saya ke area Pasar Seni, sudah ada beberapa pewarta dari berbagi media. Pak Raden pun telah hadir di tempat. Semua sibuk berfoto dengan Pak Raden, termasuk saya hehehhee. Mas Eri sebagai ketua pun sibuk meladeni wawancara berbagai media massa, saya pun juga ikutan diwawancara. Sayang sampai detik ini saya tak pernah lihat tayangan saya diwawancara itu, mungkin diedit … yah gagal tenar deh.

Eyang Suyadi

suka banget sama pose ini
Eyang mendongeng langsung di depan para penonton
Saat itu acara yang berlangsung di area panggung utama adalah lomba untuk anak-anak. Saya pun mondar-mandir di area Bazaar karena kebetulan Grup baru saya yang Super Duper heboh yaitu D Sengklek ikutan membuka 2 stand di sana. Hari makin siang, makin panas sementara Amir dan Ira Riswana yang menjadi MC tak kurang-kurang semangatnya, salut banget.





Bintang tamu yang ditunggu-tunggu pun mulai bermunculan. Dari tarian yang ditampilkan oleh studio 26 yang heboh kostumnya sampai pemunculan Dany S Pontoh yang tenar di tahun 80an. Bang Yopie Latul muncul dan mengajak para penonton untuk “putar ke kiri, ke kiri dan ke kiri …” 

Sampai akhirnya munculah artis mancanegara, seorang yang berdarah Ambon namun lebih sering di Belanda yaitu Daniel Sahuleka. Panggung gempar, semua orang terlempar ke masa lalu, termasuk saya, karena lagu ini:

Tomorrow's near, never I felt this way

Tomorrow, how empty it'll be that day

It tastes a bitter, obvious to tears that I hide

To know that you're my only light

I love you, oh I need you
Oh, yes I do



Don't sleep away this night my baby

Please stay with me at least 'till dawn

It hurts to know another hour has gone by

And every minute is worthwhile

Oh, I love you



How many lonely days are there waiting for me

How many seasons will flow over me

'Till the emotions make my tears run dry

At the moments I should cry

For I love you, oh I need you
Oh, yes I do



Don't sleep away this night my baby

Please stay with me at least 'till dawn

It hurts to know another hour has gone by

And every minute is worthwhile
It makes me so afraid


Don't sleep away this night my baby

Please stay with me at least 'till dawn

It hurts to know another hour has gone by
The reason is still I love you

bersiap nyanyi
mata dah cirambay, Daniel lagi nyanyi don't sleep away
Galau? Pastinyaahh hahahhaha kan Galau is my middle name apalgi  lagu ini memang punya cerita khusus buat saya. Daniel tampil membawakan 4 lagu, semua penonton pun nyanyi bersama. Setelah Daniel tampil, Indro warkop muncul kemudian acara sore itu berakhir dengan tampilnya Jiung Band menyanyikan lagu-lagu yang dulunya dipopulerkan oleh Bang Benyamin S.

Acara pun berakhir menjelang matahari terbenam, penonton mulai meninggalkan area Pasar Seni. Kami pun mulai membongkar panggung. Sambil beres-beres kami semua memesan indomie rebus plus telur dan cabe rawit … wah pokoknya enak banget untuk melepas penat selama 2 hari ini. Setelah semua beres, jam 7 malam kami pulang ke rumah masing-masing.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images