Trio Kode Jogyess 2

14.04


JogYess Hari Kedua

Jam setengah 8 pagi, kami sudah keluar area hotel. Tujuan kami adalah Pasar Beringharjo. Sekitar 50 meter dari Hotel ada sebuah halte Trans Jogja yang jalurnya menuju Malioboro. Tak beberapa lama menunggu, kami sudah duduk manis di dalam Bus Trans Jogja yang meluncur mulus menuju Malioboro. Dan lucunya di dalam bus Trans Jogja ini Heni bertemu dengan saudaranya yang kebetulan berlibur juga.


di dalam Trans Jogja
Kami turun di halte Malioboro 2, tepat di depan Benteng Vredeburg. Suasana Jogja pagi hari begitu segar. Kami berjalan kaki menuju pasar Beringharjo. Pecel sayur yang ada di depan pelataran Pasar Beringharjo sangat terkenal enak, sehingga kami memasukkannya ke dalam list to do kami selama di Jogja dan mengabaikan sarapan di Jayakarta Hotel.

Ada beberapa pedagang pecel yang display hidangannya terlihat enak semua. Kami pilih satu yang di depan pintu pasar. Setelah mendapat kursi baru kami bisa memesan pecel komplit ditemani teh manis gula batu. Duh pokoknya enak sekali. Selesai makan pecel kami pun berburu batik di dalam pasar. Duuh nyaris kalap karena harganya murah semua. Saya membeli sebuah celana batik jumbo bermotif tie dye dengan harga 35 ribu saja. Niat beli macam-macam terpaksa diurungkan karena kami masih punya beberapa tujuan hari ini.

pecel-pecel yang bikin ngiler

Selesai belanja, kami berjalan ke arah benteng Vrederburg menuju Bank Indonesia. Kami akan menunggu Mbak Lia yang kemarin kami pinjam Yaris merahnya. Kali ini Mbak Lia akan mengantar kami ke Kalibiru, mantap bukan?

Menuju Vrederburg, saya sempat beli gulali lucu, es krim pot dan jajanan lainnya yang saya beli karena lapar mata. Kami bertemu lagi dengan saudaranya Heni yang kami paksa menjadi fotografer dadakan untuk kami bertiga.

Gulali lucu

Patung gajah di depan Vredrburg



Udara Jogja mulai panas, cukup lama juga kami menunggu Mbak Lia, karena ada masalah satu teman lagi tak jadi datang. Akhirnya kami berangkat menuju Magelang untuk makan siang di Jejamuran resto.

Jalan Jogja yang panas dan macet membuat kami lapar dengan cepat, keadaan semakin diperparah dengan beberapa ruas jalan yang ditutup sehingga kami harus jalan dan memutar menuju Jejamuran resto. Untungnya kelelahan di jalan terbayar dengan makanan luar biasa enak dengan bahan utama jamur. Sebelum mendapat tempat duduk, kami sempat menunggu di halaman depan yang dijadikan satu dengan counter souvenir, di sana dijual jamur merang yang dikalengkan dengan berbagai olahan rasa. Saya coba rasa opor, rasa rendang dan rasa gulai duhhh enak-enak semuanyaaa.

menu makan siang yang serba jamur
mari makan


Menu makan siang kami saat itu adalah sate jamur, pepes jamur, jamur asam manis, jamur goreng tepung dan semuanya enak. Pokoknya kalau ke Jogja harus makan di sini deh. Selesai makan kami melanjutkan perjalanan ke Kalibiru yang pemandangan bukitnya luar biasa.

Kalibiru
Dari berbagai web, saya melihat foto-foto yang posenya berdiri atau duduk di atas pohon kemudian berlatar belakang pemandangan perbukitan menakjubkan dan aliran sungai yang membiru. Memang untuk memperoleh pemandangan itu semua tidak mudah. Perjalanannya luar biasa panjang. Jalanan yang sempit juga menanjak dan berkelok-kelok akhirnya mengantarkan kami ke pintu gerbang wanawisata Kalibiru (bukan mengantarkan kami ke depan pintu gerbang kemerdekaan ya, itu UUD1945 namanya).

Perjuangan langsung berasa dari awal, jalan menanjak menukik harus kami lalui dari tempat parkir menuju loket karcis. Dengan nafas tersengal-sengal akhirnya sampailah kami di depan loket. Luar biasa tanjakannya, kagum saya dengan mbak-mbak berselop tinggi yang bisa melewati jalan ini.

Setelah membayar tiket masuk. Lagi-lagi kami harus berhadapan dengan puluhan anak tangga yang banyaknya naik daripada turun. Sayangnya spot foto yang jadi tujuan utama sudah sangat penuh dengan antrian yang mengular. Kata petugasnya kalau kami nekat antri, kami akan kebagian menjelang sunset dan hasil fotonya tidak akan bagus. sekedar tips saja, sepertinya kalau hendak berwisata ke Kalibiru harus dari pagi.




Tiada rotan akar pun jadi, begitulah kira-kira. Karena gagal berfoto di spot utama, kami pun tetap bisa berfoto-foto cantik di beberap titik di Kalibiru ini dan tetap keren hasilnya. Setelah puas dan tepatnya sih cape akhirnya kami memutuskan kembali. Mengingat jalur pulang akan sulit dilalui dengan penerangan yang seadanya.






Sepulang dari Wanawisata Kalibiru, kami sempat mampir di rumah Mbak Lia karena anaknya minta ikut juga ke tujuan kami selanjutnya yaitu alun-alun selatan Yogyakarta. Tak sampai 1 jam beristirahat, kami kembali menuju Yogyakarta. Kami pun sempat mampir-mampir ke toko oleh-oleh dan beberapa toko tas di tengah perjalanan menuju Alun-alun Kidul.

Alun-alun Kidul Yogyakarta
setelah melalui perjalanan setengah jam, sampailah kami di Alun-alun Kidul Yogyakarta. Kabarnya anak-anak Red Car Jogja juga mau ikutan kopdar. Sambil menunggu, kami menikmati keramaian malam minggu di Alun-alun Kidul dengan main mobil gowes nan warna-warni dan juga sambil makan beberapa panganan khas Jogja.

capek gowesnya hehehe
menikmati hangatnya sekoteng

Saya juga mencoba berjalan sambil tutup mata melintasi dua pohon beringin yang konon katanya kalau kita berhasil berjalan melewatinya maka keinginan kita terkabul. Tiga kali coba dan tak satupun berhasil ya sudah nyerah.

Jam 11 malam kami lanjut jalan-jalan ke area Stasiun Tugu yang tenar dengan kopi joss nya. Malam di Jogja yang dingin jadi hangat karena segelas kopi yang dimasukkan sepotong arang ke dalamnya. Kita juga pesan gorengan yang dihangatkan lagi di atas tungku untuk menemani kopi joss.


kopi Joss

Kopinya mas ..

Puas minum kopi joss, kami lanjut lagi perjalanan menuju tugu Yogyakarta. Saat itu hampir tengah malam namun suasana tugu masih ramai. Banyak anak-anak muda duduk-duduk di sekitar tugu. Ada juga serombongan orang-orang berkostum ala wayang dan pakaian prajurit keraton, tentu dong kami foto-foto bersama mereka.




para tentara keraton plus Gatot Kaca


Jam 1 malam, kami kembali ke Jayakarta Hotel diantar oleh Mas Raden, anak Redcar Jogja. Sampai hotel, tak menunggu lama kami pun gubrak kelelahan. Luar biasa hari ini.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images