Jubilians goes to Malang-Jogja 1

22.08


15 Desember 2015, 05.45 WIB
Bandara Halim Perdana Kusuma

“Tuh .. bos kamu” kata bapak saya sambil menepikan Xenia hijau lumutnya ketika melihat sesosok tinggi besar.

Saya pun turun dari mobil dan mendorong koper yang disambut beberapa teman yang sudah duduk manis di pelataran bandara Halim perdana Kusuma.


Meskipun tinggal di Halim, tapi baru kali ini saya bepergian dari bandara Halim Perdana Kusuma. Jalan-jalan kali ini spesial karena diadakan dari kantor. Prinsip saya kalau jalan-jalan dari kantor jangan sampai ga ikut karena fasilitasnya oke punya.




wefie di ruang tunggu Halim Airport
Singkat kata, mengudara lah kami dengan pesawat Batik Air menuju Malang tepat pukul 7 pagi setelah sebelumnya bernarsis-narsis ria di ruang tunggu. Dari ketinggian puluhan ribu meter, saya melihat pegunungan Indonesia begitu jelas. Bromo yang aktif pun terlihat jelas mengepulkan asapnya.

Begitu kami mendarat di Bandara Abdul Rachman Saleh, petugas segera menutup bandara dan menghentikan segala aktivitas di sekitarnya karena tingkat aktivitas Bromo. Jadi pesawat yang kami naiki tadi adalah pesawat pertama dan terakhir yang mendarat di kota Malang untuk hari ini.


Mendarat di Malang Airport yang berlatarkan kepulan asap gunung Bromo


Sambil menunggu bus pariwisata datang, kami duduk di warung-warung kecil di area parkir bandara. Saya pun sempat ngopi-ngopi dulu. Tak lama kemudian bus pariwisata kami pun tiba. Hawa sejuk kota apel menyapa kami yang siap berkeliling.


ceritanya Cappucinno
Coffee shop yang murah meriah di Bandara


Waktu makan siang pun tiba, kami makan di sebuah restoran yang terkenal dengan sajian rawonnya. Saya memesan rawon dengkul, yaitu kikil sapi. Dan alangkah terkejutnya saya ketika pesanan saya tiba dihidangkan. Porsi rawon dengkul itu cukup buat 3 orang lah, terpaksa saya makan terseok-seok dan ga habis, akhirnya saya hibahkan ke cowok-cowok di meja seberang.


makan ngerawon

Selesai makan, perjalanan dilanjutkan menuju Batu. Kami menginap di Pohon Inn yang terdapat dalam komplek Jawa Timur Park II. Sebagai pengunjung kami memperoleh gelang yang melingkar dan tidak boleh dilepas. Gelang itu sebagai tiket masuk museum satwa sekaligus tiket masuk Jawa Timur Park.




Sore hari yang mendung menumpahkan hujan cukup deras kami lewati dengan mengelilingi Museum Satwa. Dan Batu Secret Zoo Menyaksikan aneka patung satwa yang dibuat diorama persis seperti aslinya. Ekspresi seekor kijang yang dikejar harimau begitu persis dengan aslinya. Seusai mengelilingi Museum Satwa, kami juga mengelilingi Batu Secret Zoo hingga akhirnya menghabiskan senja di kedai bakso. Mencicipi semangkuk bakso panas beramai-ramai.









Malam harinya, kami jalan-jalan ke Batu Night Spectacular. Sebuah taman bermain yang dipenuhi lampu-lampu cantik. Kami nonton film 4D yang hentakannya luar biasa sampai-sampai sepatu Bernica melayang. Yang lebih seru lagi, kami naik sepeda dengan lintasan tinggi, saat di atas angin kencang menyapu kaki. Setelah main sepeda layang, kami pun makan malam bersama. Seusai makan malam kami jalan kembali menuju taman lampion. Semua lampionnya lucu dan bagus sekali.

marii nonton 4D
makaann





Malam itu kami tidur di kamar ditemani suara-suara hewan yang terdengar jelas. Mungkin karena lelah, kami dapat tidur dengan pulas.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images