Bandung Heritage Amazing Race First Chapter

23.14


Dari dulu saya selalu terpukau dengan arsitektur gedung-gedung peninggalan Belanda. Begitu saya lulus UMPTN dan kuliah di Bandung makin gembira lah saya memanjakan mata melihat bangunan-bangunan kuno. Salah satu bangunan kuno kota Bandung yang paling saya suka adalah hotel Savoy Homan. Ingin sekali menginap di sana, apa daya harga per malamnya mahal banget, sayang uangnya mendingan dipakai beli seblak sepanci hehehhe.


Siapa sangka keinginan terpendam bertahun-tahun lamanya akhirnya terwujud jua. Teman SMA saya, Selvi memberi informasi mengenai acara XL Bandung Heritage Amazing Race. Sebuah acara yang mengadaptasi acara Amazing Race yang ditayangkan di channel AXN. Acara ini disponsori oleh provider XL sekaligus ajang promosi kecepatan internetnya.

Karena disponsori oleh XL, maka pendaftaran peserta harus menggunakan nomor XL. Saya membeli simcard XL baru dan mengajak Dinda menjadi partner di Amazing Race ini. Dengan membayar biaya pendaftaran sebesar tiga ratus lima puluh ribu rupiah, kami memperoleh fasilitas luar biasa. Mengapa saya sebut luar biasa? Karena kami ke Bandung PP menggunakan bus Bluebird, menginap di Savoy Homan, mendapat race pack dan makan yang ditanggung oleh panitia.

Dari sekian banyak peserta yang mendaftar, Alhamdulillah saya dan Dinda terpilih. Berangkatlah kami hari sabtu 14 Mei 2016. Semua peserta berkumpul di pelataran parkir hotel Kartika Chandra. Setelah berfoto bersama dan berdoa semua peserta naik ke bus masing-masing dan berangkat menuju Bandung.

Para peserta siap diberangkatkan


salah satu sponsor

Begitu tiba di Bandung, semua peserta diberi pengarahan dan makan siang di restoran Warung Misbar. Kemudian berfoto di Amphi teater. Selesai makan rombongan meninggalkan Warung Misbar menuju hotel Savoy Homan. Ini dia yang saya bayangkan dan impi-impikan.



peserta yang sudah berganti kostum

Setiap peserta dibagikan kunci kamar dan sebuah amplop berisi uang sebesar empat ratus ribu rupiah untuk modal menjalankan setiap misi dalam amazing race. Setelah beristirahat sebentar (bahkan saya pun sempat-sempatnya mandi dulu, merasakan jadulnya bath tub hotel Savoy Homan yang legendaris) kami berkumpul di lobby pukul tiga sore. Lengkap dengan seragam dan perlengkapan yang diberikan panitia.

Rombongan pertama yang terdiri dari lima grup diberangkatkan tepat pukul tiga lebih lima belas menit. Team saya masuk ke rombongan pertama. Semua tempat yang menjadi tujuan di dalam soal-soal amazing Race Bandung Heritage ini kami ketahui dengan baik. Sehingga dengan cueknya kami malah jalan kaki keliling-keliling, kami lupa bahwa waktu pun turut dihitung.


dimanakah pos satu berada?

Walaupun tempat-tempat yang menjadi pos kami tahu pasti, masalahnya para panitia pandai bersembunyi. Bayangkan kami jadi memutari gedung Merdeka yang menjadi pos pertama berkali-kali karena panitia sembunyi di balik badut dan persiapan panggung TNI yag dirakit persis di sebelah gedung Merdeka. Tugas kami di pos pertama adalah menyanyikan lagu perjuangan Halo-Halo Bandung serta menyebutkan gedung Merdeka pernah digunakan untuk apa pada tahun 1955. Setelah dirasa mampu menyelesaikan misi, kertas kami diberi stempel dan soal selanjutnya diberikan.




Pos kedua adalah tempat dikekangnya sang Proklamator yaitu pencara banceuy yang hanya tinggal monumen. Lagi-lagi kami tahu pasti rute menuju penjara Banceuy. Namun ketika sampai di tempat, mengapa pagarnya terkunci? Tak terlihat satupun panitia di lokasi, untung saja ada yang memberitahu kami untuk memutar lewat belakang. Setelah lewat gang gelap dan sepi, sampailah kami di pintu masuk monumen penjara Banceuy. Di hadapan patung Sang proklamator, tugas kami adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menjelaskan siapa Bung Karno. Beruntung profesi kami berdua adalah guru yang notabene sering upacara bendera jadi kami hapal lagu Indonesia Raya. Karena saya menyaksikan team lain agak tersendat di pos ini.





Pos ketiga adalah tempat yang sangat saya hapal, soalnya seperti ini “tempat kopi yang mengingatkan pada bulan tanggal empat belas.” Dimana lagi selain kedai kopi kesukaan saya yaitu Purnama. Lagi-lagi saya dan Dinda berjalan santai menuju jalan Alkatiri yang memang tak jauh dari Banceuy. Di sana kami diminta membuat video suasana kedai kopi, memesan kopi dan berfoto dengan stand XL.




Pos Keempat adalah titik Nol Kota Bandung yang ditandai dengan adanya lokomotif. Saya yakin banyak peserta terkecoh, jalan menuju stasiun Hall yang memang memiliki patung Lokomotif, namun kami tidak. Saya tahu titik Nol kota Bandung berada di seberang Savoy Homan, namun saya ragu dengan Lokomotif. Saya tidak ingat ada Lokomotif di sana. Dan benar saja, ternyata di titik nol kota Bandung memang ada Lokomotif terpajang. Tugas kami di sana adalah membuat video tentang kota Bandung dan keunggulan XL 4G LTE.




Pos Keempat adalah Taman Cikapundung. Saat itu suasana luar biasa ramai karena sedang ada pasar rakyat yang diadakan oleh TNI dan pastinya lorengers berkeliaran lengkap dengan senjata dan panser. Tugas kami membuat video tentang taman Cikapundung dan mengapa harus beralih ke provider XL

Classic Rock Café di jalan Braga menjadi pos Kelima sekaligus pos terakhir yang harus kami tuntaskan. Di sana kami diminta lipsync salah satu dari lima lagu pilihan. Lagu It’s My Life nya Bon Jovi menjadi pilihan kami, selain itu kami juga diminta menjelaskan arti musik dalam hidup kami.




Usai sudah lima pos kami sambangi, saat mentari nyaris terbenam kami sudah tiba lagi di hotel Savoy Homan. Kali ini panitia memberikan aktivitas penutup yaitu menceritakan pengalaman XL Bandung Heritage Amazing Race dalam bentuk apa saja, boleh nyanyi atau apa saja. Kami pun memilih bernyanyi di depan Hotel Savoy Homan. Setelah itu kami diperbolehkan kembali ke kamar.




Jam tujuh malam seluruh peserta berkumpul di Lobby dan bersiap menuju restoran untuk makan malam dan pengumuman pemenang. Setelah acara makan malam berlalu diadakan acara games sebelum pengumuman. Saya dan Dinda menang game yang berhadiah paket dari LOUIS jeans, lumayan rezeki anak saleha. Pengumuman juara pun disampaikan. Hasilnya bisa ditebak, saya dan Dinda tidak menang. Ya jelas saja, kami terlalu santai dan tidak mempertimbangkan waktu tempuh. Bahkan peserta favorit pun tidak berhasil kami raih, padahal saya sudah mengerahkan murid-murid saya untuk memberi like di setiap video misi yang diberikan di tiap pos.


menunggu berangkat ke restoran



Jam sembilan malam rombongan kembali ke hotel. Saatnya menikmati bermalam di hotel legendaris impian saya. Tidak apa-apa tidak jadi pemenang yang penting menginap di Savoy Homan. Esok masih ada acara lagi yaitu kunjungan ke Saung Angklung Mang Udjo. Kali ini tak berlomba lagi karena amazing race telah berlalu.


paket Louis yang kami menangkan



Tulisan ini saya persembahkan kepada majalah Time Travel dan panitia penyelenggara XL Bandung heritage Amazing Race, teriring ucapan terima kasih.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images