Bandung Heritage Amazing Race Second Chapter

13.54


Pagi-pagi sekali, saat matahari mulai terbit di kota kembang nan cantik ini kami berdua sudah melangkah keluar. Rencananya kami akan berfoto dengan gedung-gedung tua sepanjang jalan Asia Afrika menuju Alun-alun.

di depan Savoy Homan
Gedung Merdeka

Tulisannya Pidi Baiq
Semua tempat kami abadikan, banyak perubahan di Kota Bandung. Dari gedung Merdeka, tulisan Pidi Baiq, bola dunia bertuliskan Negara-negara peserta konfrensi Asia Afrika, Alun-Alun, eks Palaguna hingga sungai Cikapundung dan berakhir di gang Homan untuk kemudian masuk ke hotel kembali dan menikmati sarapan.


bola dunia Asia Afrika




eks gedung Palaguna, tempat nonton hemat

bus Persib di Cikapundung


lorong hotel
Pukul sepuluh pagi, seluruh peserta bersiap untuk check out. Sedih rasanya berpisah dengan Hotel Savoy Homan yang klasik ini. Tujuan selanjutnya adalah Saung Angklung Mang Udjo. Saya sedikit penasaran adakah perubahan di Saung Angklung, mengingat terakhir saya ke sana tahun 2009.




Matahari bersinar terik saat bus kami memasuki pelataran parkir Saung Angklung Mang Udjo. Kemerisik daun bambu tertiup angin seolah mengiringi langkah-langkah. Masih ada waktu satu jam sebelum pertunjukan dimulai. Sebagian besar peserta menghabiskan waktu melihat-lihat toko oleh-oleh sebelum akhirnya dipanggil mengikuti workshop.




Workshop berupa pengenalan angklung, cara membunyikan dan bagaimana mengikatnya. Workshop berakhir dan saatnya untuk makan siang. Pukul satu siang pertunjukan angkulung pun digelar.








tidak ada yang berubah dari pertunjukan yang saya saksikan kali ini dengan yang saya saksikan tujuh tahun lalu. Setiap penonton mendapat angklung yang tertera nomor yang harus digetarkan sesuai aba-aba dari pembawa acara. Dan ajaibnya lagunya masih sama seperti dulu yaitu munajat cinta. Suara angklung bergema, lagu munajat cinta mengalun di udara, sejenak pikiran melayang-layang,





Saat berakhirnya pertunjukan, semua peserta XL Bandung Heritage Amazing race diminta ke depan untuk berfoto bersama. Tepat pukul tiga sore kami semua sudah masuk ke dalam bus. Hujan deras mengiringi saat bus kami meninggalkan Bandung. Pukul tujuh malam kami sudah sampai kembali di hotel Kartika Chandra untuk kemudian kembali ke rumah masing-masing setelah saling berpamitan.






Tulisan ini saya persembahkan kepada majalah Time Travel dan panitia penyelenggara XL Bandung heritage Amazing Race, teriring ucapan terima kasih.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images