Inilah Kisahku Seminggu di Malaysia, 2

22.11

Kisah 2

26 Desember 2015


Kami bergantian mandi kemudian sarapan. Seperti biasa, setiap ke Malaysia saya selalu senang makan paket nasi lemak KFC. Hari pertama kami di Malaysia dibuka dengan nasi lemak dan teh tarik hangat. Setelah selesai sarapan kami turun ke lantai bawah untuk menukar e-ticket bus Transnasional menuju Malaka.



sarapan
Hello Travellers we welcome you ...




Jam 7 lebih 5 menit bus yang akan membawa kami ke Malaka pun tiba setelah penungguan yang cukup bikin bosen dan mati gaya karena dah foto dengan macem-macem pose. Kami pun siap tidur menuju Malaka. Setidaknya tidur di bus lebih menyenangkan sedikit dibanding tidur di ubin.


nunggu bus
Tak terasa kami telah menempuh dua jam perjalanan dan tiba di Malacca Bus Sentral. Kami akan naik bus merah Panorama Melaka menuju daerah Stadhuys dan Jonker tempat kami menginap nanti.


tidur cantik menuju Malaka

 Yang bikin saya iri hati adalah terminal bus Malaka ini bersih banget. Semua bus ada barisannya teratur. Sebelum bus datang kita bertiga pun foto-foto dengan bus doubledecker. Menuju komplek Stadhuis atau bangunan merah, kami naik bus Panorama Malaka dengan tujuan Ujong Pasir.






Busnya serupa dengan bus Trans Jakarta. Kurang dua puluh menit, kami sudah sampai di kompleks bangunan merah yang terkenal dengan gereja dan air mancur Victoria. Cuaca di area Stadhuis cerah cenderung panas. Para turis sibuk berfoto di bangunan merah juga dengan sepeda hias yang warna warni dan full music.

Kami menyebrangi jembatan menuju area Jonker. Sebelum masuk ke jalan Hang jebat, kami melewati Hard Rock Café yang di depannya terdapat antrian panjang. Ternyata orang-orang yang mengantri tersebut menunggu giliran untuk menikmati kopi dan nasi bulat di kedai kopi Chung Wah yang tenar kelezatannya.





Kami menginap di Voyage Cottage Lodge. Penginapan dengan nuansa shabby chic yang cantik dan lokasinya di pinggir sungai Malaka yang berwana turqoish romantis. Dan saya langsung jatuh cinta pada kota ini. Jatuh cinta luar biasa. Setelah mengurus proses check in, kami menitip tas pada petugas cottage dan mulai berkeliling menikmati keindahan kota kecil ini.

Tak jauh dari Voyage Cottage lodge ada lorong kecil menuju sungai. Di lorong tersebut terdapat mural art yang didominasi warna merah. Cakep banget deh. Kebetulan saya dan Dinda memang berkaus merah hari itu. Kami pun mulai foto-foto di sana. Selesai berfoto kami lanjutkan berjalan ke ujung lorong hingga menemui sungai Malaka.



 Sungai turqoish ini benar-benar memikat mata dan hati saya. Bersih dan birunya luar biasa. Sesekali perahu-perahu tur melintas. Angin berhembus pelan. Seribu puisi sepertinya bisa ditulis sambil duduk di pinggir sungai ini.



Kami meneruskan berjalan menyusuri pinggiran sungai hingga melewati bangunan klasik dan berujung di Hardrock Café. Dalam hati saya berucap “I have to come back here again” dan sambil saya menulis kisah ini, Alhamdulilah keinginan saya terjawab karena baru 3 minggu lalu saya mengunjungi Malaka untuk kedua kalinya. Ahh memang kata-kata itu adalah doa, makanya sebaik-baik berkata adalah yang positif supaya terwujud. Aamin …

Lanjut cerita lagi, agenda kami siang ini memang mengunjungi Jonker yang terkenal dengan night market at weekend, tapi suasana pertokoan di siang harinya pun cukup cantik. Bangunan-bangunan klasik sepanjang Jonker street disulap menjadi aneka toko suvenir ataupun toko kaos-kaos distro.


Makanan yang tenar di Jonker street adalah Rice ball alias nasi ketan yang dibentuk bola berisi ayam, kaya lemper sih modelnya. Yang terkenal itu ya di kedai Chungwah, tapi isianya daging babi. Jadi kami harus cari rice ball Malaka yang halal.

Akhirnya kami menemukan restoran yang menjual rice ball halal. Restoran sekaligus gerai snack mie paling terkenal se-Malaka yaitu Mamee. Kami memesan rice ball dan tomyam mamee. Makanan cukup cepat datangnya dan setelah dicicipi, duilee enak banget.

Selesai makan, kami lanjut jalan menyusuri jalan-jalan lain di sisi jalan Jonker menuju penginapan karena sudah waktunya kami bisa check in. kamar kami berada di lantai 2, walau dekat kamar mandi, namun kamar kami tak berjendela yang menghadap cantiknya sungai Malaka, ga apa-apalah segini juga sudah senang. Lagipula kalau kami turun ke pantry, tinggal buka pintu dan terpampanglah kelembutan sungai nan cantik itu.

Setelah merapikan tas, kami mandi bersih-bersih dan beristirahat sebentar lalu kami siap bertualang lagi. Kali ini kami akan menuju menara Taming sari dan melewatkan senja dengan boat tour dari depan hotel Casa del Rio.


Jam 3 sore di Malaka masih cukup terik. Kami mulai trip sore dengan berfoto cantik di depan Voyage Cottage Lodge yang memang berpenampilan cantik dengan nuansa shabbychic dan aqua blue. Pokoknya saya jatuh hati dengan penginapan ini. Menyusuri jalan Lorong Hang Jebat hingga Muzium Budaya. Antrian kedai Chungwah masih saja mengular, kami melewati jembatan dan tiba di area Stadhuys. Stadhuys masih luar biasa ramai, penuh turis dan sepeda yang suara musiknya luar biasa ribut ditambah lagi ornamen kartun dan bebungaan.


Kami lanjutkan lagi langkah menyusuri sisi sungai sambil berfoto-foto dengan sisa peninggalan sejarah seperti tembok benteng dan meriam. Tak ketinggalan kami juga berfoto dengan kincir aie yang besar dan sayangnya tak lagi beroperasi. Menyusuri sungai mengantar langkah kaki kami menuju Muzium Samudera yang berbentuk kapal kayu tradisional ala-ala bajak laut. Sayangnya karena pengunjung penuh, loket Museum pun sudah ditutup.

Gagal masuk Muzium Samudera, kami pun menyeberang menuju sebuah bangunan pasar bernama Medan Samudera. Ternyata di pasar ini menjual banyak oleh-oleh khas Malaka dengan harga bersahabat. Tentu saja kami dibuat galau dan nyaris belanja kalau tidak ingat nanti malam di Jonker Street Night Market pasti lebih meriah.

Kami lanjut lagi perjalanan menuju menara Taming Sari. Matahari mulai tergelincir, antrian di menara ini tidaklah terlalu panjang. Memang rezeki, pembelian tiket menara juga termasuk kue dan minum secara gratis di waktu liburan seperti ini. Menunggu kurang lebih 15 menit, akhirnya tiba giliran kami untuk naik ke dalam menara Taming Sari yang berputar. Menara dengan ketinggian 80 meter ini bisa berputar sehingga kami yang berada di dalam menara bisa melihat kota Malaka. Malaka terlihat cantik bersinar mentari senja, rasanya ingin berlama-lama ada di sana.

Selepas memandang Malaka dari Taming Sari, kami berjalan menuju dermaga Boat Tour yang berada persis di depan Casa del Rio. Sekedar tips, sebaiknya naik boat tour ini senja hari sehingga berangkat masih dapat melihat keindahan mural-mural sepanjang sungainya serta di jalur pulang/ kembali bisa melihat keindahan lampu-lampu yang gemerlap. Durasi boat tour terhitung cukup lama, mungkin lebih dari 30 menit karena jarak tempuhnya pun cukup jauh.

Boat tour yang kami naiki merapat kembali di dermaga. Malam telah menjelang, Casa Del Rio makin cantik berhiaskan lampu, jalan menuju Jonker street pun makin semarak. Keramaian pengunjung luar biasa membludak. Jalanan yang tadinya lengang sewaktu siang tadi kini dipenuhi aneka stand berbagai macam barang-barang dagangan yang menurut saya cukup murah.

Selesai mengelilingi Jonker street sampai ujung jalan, kami memilih jalan kembali lewat gang sebelahnya yang ternyata cukup ramai juga dipenuhi aneka stand makanan. Aneka bakso-baksoan, sayuran dan daging-dagingan ditusuk kemudian tinggal dipilih atau mau digoreng atau direbus, disajikan dengan saus yang aduhaaai enak nian. Kami kembali ke Voyage Lodge dengan perut kenyang.

Menginap di Voyage Lodge adalah pengalaman yang menyengangkan. Penginapan ini bagian belakangnya langsung menghadap sungai. Sungai Malaka ini tak hanya cantik di siang hari, pemandangan malamnya pun luar biasa. Saya dan Dinda duduk-duduk di luar ngobrol ngalor ngidul sambil ngopi. Benar-benar jatuh cinta pada kota ini.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images