Perjalanan Mereguk Kopi, Cangkir Kedua

22.27


Bandung

Jam sembilan pagi, saya, Desi dan suaminya berangkat ke Bandung. Perjalanan Majalengka-Bandung lumayan seru karena melewati perbukitan. Kedatangan kami di Bandung disambut hujan deras. saya berpisah dengan Desi dan suaminya di Hotel Vio Gasibu. Nanti sore Ari dan Dinda akan tiba di Bandung ini.


Hujan tak jua reda, saat Ari dan Dinda datang. Rasa lapar menggedor perut kami, di tengah hujan kami berjalan menuju bakso Boedjangan yang memang sudah masuk daftar wisata kuliner kami selama dua hari di Bandung.

Konsep kafe bakso Boedjangan ini lucu, selain makan kami juga berfoto dengan tulisan-tulisan yang ada. Hujan sedikit mereda saat kami menuntaskan bakso-bakso yang kami pesan. Selanjutnya kami menuju ke area jalan Setiabudi untuk ngopi malam. Pilihan pun jatuh ke Kopi Doeloe.







Udara Bandung sehabis hujan memang dingin sekali, saya memesan cappuccino untuk menghangatkan. Kafe Kopi Doeloe yang letaknya tak jauh dari Surabi imut ini memang bagus penataannya, tapi soal kopi rasanya masih standar. Ornamen-ornamen yang ada di Kopi Doeloe ini seolah-olah membawa saya memasuki kafe-kafe di Perancis, padahal saya belum pernah ke Perancis hehehee. Saat itu hujan merintik lagi, sebelum menderas kami pun kembali ke Vio Gasibu.


A cup of cappucino




Ngopi Kenangan


Sabtu pagi, kami cari sarapan sekitaran gedung Telkom. Jika Ari dan Dinda memulai pagi dengan bubur ayam cair ala Bandung sementara saya memesan kue cubit dan seblak pedas. Perut kenyang lalu menuju Babakan Siliwangi yang sudah bersalin rupa karena Kang Emil, tak kumuh dan seram seperti dulu.

ceritanya ku cubit green tea

seblak

Kantornya Kang Emil alias Balai Kota Bandung menjadi tujuan selanjutnya. Ada sungai-sungaian yang bersih, ada mobil Banros yang terparkir di sana, ada juga tempat gembok cinta. Semua tampak asri dan berbunga. Tak hanya taman di area Balai Kota, sepanjang jalan dari Balai Kota menuju Braga pun bersih dan hijau. Selalu saya dibuat jatuh cinta pada kota ini.



Love Locks

Bus Banros

main sama anak-anak kecil




Satu cone ice cream menemani kami memasuki Kawasan Braga yang unik dan klasik. Menyusuri sepanjang jalan Braga kemudian di pertigaan belok kanan menuju jalan Al Katiri untuk mampir di kedai kopi Purnama. Kedai kopinya Noni-noni Belanda jaman dahulu. Seperti biasa, segelas es kopi dan roti telur menjadi pesanan saya.










Selesai ngopi sambil mengenang, perjalanan berlanjut menuju masjid agung Bandung. Hujan gerimis turun di alun-alun Bandung, namun foto-foto di rumput sintetik tetap lanjut,  malah lebih bagus karena sepi sebab semua orang meneduh.




Saya pernah membaca sebuah artikel tentang adanya taman, peternakan bahkan sawah di atap mall Paris Van Java. Karena penasaran, maka dari alun-alun perjalanan lanjut ke PVJ. Setelah tanya sana sini ke sejumlah petugas dan pengunjung mall PVJ, sampailah kami di atap dan benar saja ada peternakan dan ada sawah. Hebat. Koq bisa ya. Akhirnya kami melepas penat di atap mall sambil menikmati angin membelai dedaunan padi. Rasanya nyaman sekali.

sawah ini ada di atas Mall PVJ



Sholat maghrib kami tuntaskan di masjid raya Cipaganti kemudian makan malam di Iga Jangkung dan menyempatkan belanja di Factory Outlet Langganan, Arum Manis di Cihampelas sebelum kembali ke hotel.

Cangkir Terakhir


Minggu pagi di Gasibu Bandung adalah hari favorit saya dari jaman kuliah dulu hingga sekarang. Tanpa mandi (ini jangan ditiru) saya dan Dinda langsung menuju gedung Telkom. Makan surabi ala ibu-ibu di Gasibu ini lebih enak dibanding surabi yang sudah dimodifikasi. Segala jajanan kami beli dan berlanjut menuju area baju bekas. Saya senang lihat baju bekas di Gasibu, modelnya bagus-bagus dan harganya jauh lebih murah daripada di Senen.
Surabi haneut

Jam sepuluh kami kembali ke hotel untuk mandi dan bersiap kembali ke Jakarta. Kemarin malam kami sudah memesan tiket travel Baraya yang letak poolnya tak jauh dari hotel. Sebelum menuju Baraya Travel, kami sempatkan makan siang dulu di Bebek Dower. Wah sambalnya mantap luar biasa, bebeknya juga enak. Perjalanan menuju Jakarta cukup tersendat dan macet total di beberapa titik. Berakhir sudah perjalanan mereguk kopi kali ini. 





Salam serupuuut …

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images