Who Am I Inside? -A Reflection-

23.16


Who am I inside? –A reflection-

Tulisan ini dirampungkan sebagai juru kunci karya saya selama tiga puluh hari di program 30 Days Writing Challenge. Tanpa terasa bulan Pebruari telah berakhir dan Maret pun hadir. Selain usia bertambah ada sebuah pengalaman baru yang mewarnai hidup saya.


Apakah saya menjelma menjadi pribadi baru setelah program tantangan 30 hari menulis ini rampung?
Apakah saya sekarang seorang penulis?
Jawabannya tidak
Saya tetaplah seorang guru bahasa Indonesia yang kini mampu menulis lebih rajin 

Dunia kepenulisan memang bukan hal yang baru bagi saya. Saat remaja, salah satu cerpen saya pernah dimuat di majalah remaja Kawanku, sayang cerpen tersebut tak terdokumentasikan. Saat melanjutkan studi di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung mengenai kepenulisan pun tak tanggung-tanggung, ada tiga mata kuliah kepenulisan yang harus saya tempuh saat itu. Namun latar belakang keilmuan tak menjamin tulisan saya bagus. Ilmunya paham tapi eksekusi kadang berantakan.

Selama ini karya saya tersimpan di harddisk ataupun dikirimkan untuk mengikuti lomba-lomba menulis yang diadakan oleh penerbit indie pertama yang saya tahu yaitu nulisbuku.com. Karya saya tak pernah muncul sebagai pemenang, jadi nominasi saja pun tidak.

Semenjak saya membaca the naked traveler series hati saya terketuk. Ini dia impian saya, ini mimpi saya. Maka genre travel writer menjadi jalur yang saya pilih. Segera blog yang sudah lama mati suri saya aktifkan kembali. Semua pengalaman berkelana saya tuangkan di sana. Yang  menyenangkan adalah adanya beberapa orang yang tak saya kenal menulis pesan menyatakan terbantu urusan jalan-jalannya oleh tulisan-tulisan yang saya tulis dengan bahasa santai itu.

Kembali pada lomba menulis yang saya ikuti sesempat dan sebisanya, ternyata membuahkan hasil. Salah satu cerpen saya yang berjudul “Secangkir Hujan Desember” dinyatakan sebagai kontributor terpilih dalam antologi cerpen bertema Desember yang diterbitkan oleh Ellunar Publisher. Masih di bulan yang sama, sebuah puisi saya muncul sebagai kontributor terpilih dalam antologi puisi Harapan Baru yang sedianya diterbitkan oleh Mandala Publisher.

Dari grup kontributor Mandala Publisher, saya berkenalan dengan Anna Priyana dan Nyna Larasati yang secara kebetulan punya cara berpikir hampir sama dengan saya. Dari mereka berdualah saya mengenal program 30 Days Writing Challenge dan bergabunglah saya. Kami bertiga pun menjadi fighter di squad yang sama.

Bergabung di Program 30 hari tantangan menulis adalah keputusan yang serius, bukan main-main. Saya menantang diri saya sendiri agar tetap menulis di blog, bukan di instagram. Karena menulis di Blog butuh effort lebih besar, dengan membuka laptop dan harus mengatur lay out.

Selama saya terus menulis untuk program 30 DWC, integritas saya menjadi taruhan. Sebagai guru, saya sedang mempersiapkan anak-anak didik saya kelas 9 dan 12 menempuh Ujian Nasional. Mengampu Bahasa Indonesia dengan kurikulum Cambridge membuat saya juga harus menyiapkan kelas 10 menempuh ujian IGCSE belum lagi kesibukan mengajar kelas lainnya.

Tak hanya tugas sehari-hari, saya juga memberi les tambahan tiga kali seminggu dan menjalankan online bookshop milik saya. Terkadang saya tiba di rumah jam 9 atau 10 malam dan masih harus membuka laptop untuk menulis menuntaskan tugas.

Tantangan pada diri sendiri pun saya tambah dengan tetap ikut bermacam lomba. Walau lelah luar biasa, beberapa karya saya masuk sebagai salah satu kontributor di dua lomba dan masih on progress lima lomba lainnya.

Ada kebahagiaan di tiap lelah dan kantuk saya yang tak bisa dijelaskan. Ada sedih di saat saya membubuhkan tanda titik terakhir di tulisan ini yang berarti rampung sudah tulisan terakhir di program 30DWC jilid 4 yang saya ikuti.

This is the best lesson after all
When I can defeat all of my excuses
And keep writing
No matter how hard it is
I keep on writing, no more excuse!


You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images