Review Fast and Furious 8

23.21



Serasa naik mobilnya Dom Torreto
Semenjak mengenal bioskop dengan teknologi 4D, saya jadi punya semacam bucket list film apa saja yang harus saya tonton dengan teknologi tersebut sehingga feel adegannya berasa.


Film yang bertema balap mobil jalanan yang kini sedang populer di seluruh penjuru dunia dan telah masuk sekuel ke delapan ini adalah salah satu film yang masuk dalam daftar saya. Sejak Fast And Furious 7, saya menonton di bioskop dengan teknologi 4DX3D sehingga getaran mobil saat kecelakaan dan terperosok dalam jurang begitu terasa.


Di hari ketigabelas program menulis 30dayswritingchallenge saya memberanikan keluar dari comfort zone menulis puisi, cerpen ataupun catatan perjalanan saya, kali ini saya akan menulis review film Fast And Furious 8


Havana, Kuba
Film dibuka dengan eksotisme pemandangan di Havana Kuba, dimana Dom Torreto (Vin Diesel) sedang menikmati bulan madu dengan istrinya Letty (Michelle Rodriguez).  Balap jalanan pun ditampilkan pada adegan pembuka, dimana Dom yang menggantikan sepupunya melawan pemilik mobil tercepat di Havana. Saat adegan balap dimulai, teknologi 4D pun difungsikan. Serasa berada di dalam mobil yang dikendarai Dom Torreto, dari kelokan bahkan saat rem berdecit pun cukup terasa.

Liburan indah dan kisah cinta antara Dom dan Letty begitu manis sebagai pembuka film yang menurut saya adegan ini tak pantas disaksikan anak di bawah umur. Hingga suatu hari saat sedang keluar apartemen, Dom melihat seorang wanita yang kesulitan menyalakan mobilnya dan ia menawarkan bantuan. Di luar dugaan, ternyata wanita itu sangat mengenal Dom dan segala aktivitasnya.

I want you to work for me!
Wanita berparas datar tanpa emosi itu menunjukan sebuah tablet pada Dom yang membuat wajah Dom mengeras. Dengan tegas, wanita bernama Chiper (Charlize Teron) menyatakan bahwa Dom harus bekerja untuknya. Dom tak menjawab tak juga menolak, wajahnya mengeras, ekspresi yang sulit diartikan.

Kisah pun berpindah pada Luke Hobbs (Dwayne Johnson) yang sedang menikmati masa cuti dengan menjadi pelatih sepak bola di sekolah anaknya. Agen Hobbs ditugaskan ke Jerman untuk mencuri sebuah program rahasia yang mampu mengendalikan listrik. Hobbs tanpa berpikir panjang segera merekrut Dom Torreto dan teman-temannya untuk bergabung pada misi tersebut.

Kelompok Dom yang dipimpin Hobbs berhasil mencuri program tersebut. Namun di tengah jalan, Torreto mencuri dan membuat Hobbs celaka. Dom melarikan benda curian tersebut dan bergegas memacu mobilnya menuju bandara terdekat di mana sebuah pesawat telah menantinya.

My Baby Boy
Cipher dan anak buahnya telah menanti Dom dan benda curiannya di dalam pesawat. Ternyata alasan Dom berkhianat pada Hobbs dan kelompoknya sendiri adalah kelakuan jahat Chipher yang menculik Elena (kekasih Dom, sebelum Dom tahu Letty masih hidup). Selama ini Dom tidak pernah tahu bahwa Elena telah melahirkan darah dagingnya, seorang bayi lelaki ikut ditawan bersama Elena di sebuah ruang kaca.

Di lain pihak, Hobbs ditahan oleh pemerintah Jerman kemudian dikirimkan ke sebuah penjara yang selnya berseberangan dengan Deckard (Jason Statham). Mister Nobody, berusaha mengeluarkan mereka dari penjara dengan caranya yang unik. Hobbs, Deckard serta Kelompok Dom Torreto pun disatukan oleh Mister Nobody untuk mengungkap mengapa Dom berkhianat serta menggagalkan aksi-aksi yang akan dilakukan Cipher, penjahat wanita yang super jenius. Dapatkah kelompok ini mengalahkan kehebatan rencana Cipher yang didukung oleh Dom Torreto? Saksikan di bioskop kesayangan anda.

Film Laga, Science Fiction, komedi bahkan film keluarga pula


F Gary Gray menyutradarai film ini dengan sangat apik. Adegan aksi dibuat dengan sangat detail. Adegan kebut-kebutan yang menjadi ciri khas film ini ditampilkan dengan baik. Kecanggihan serta kejeniusan Cipher ditampilkan dengan memukau. Dibalik laga dan kecangihan teknologi yang menguras emosi dan membuat penonton tegang,  penonton juga tetap dibuat relax dengan adegan-adegan komedi yang ditampilkan oleh Roman (Tryresse Gibson) yang tak henti-henti membuat penonton tertawa akibat dialognya yang sering sesumbar (bluffing). Disebut film keluarga pun cukup pantas mengingat bagaimana perjuangan Dom sebagai ayah untuk menyelamatkan anaknya. Bahkan sisipan amanat untuk tetap percaya keluarga, percaya pada orang yang dicintai terlihat jelas.
#30dwc
#30dwcjilid5
#day13

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images