Bulan Dirgantara

23.54




Berdomisili di kawasan Halim Perdana Kusuma membuat saya dapat menikmati acara-acara khusus hari jadi TNI Angkatan Udara. Bulan dirgantara yang puncak perayaannya digelar di area Skuadron Teknik, cukup menarik minat untuk datang mengunjungi. Kebetulan Henny pun mau diajak ke sana.


Kami memarkir mobil di halaman sepak bola yang luas, persis di samping asrama POM AU dan melanjutkan berjalan kaki menuju tempat acara berlangsung. Saat itu di udara terlihat pesawat-pesawat serupa F-16 sedang membuat formasi. Disusul atraksi dari beberapa helikopter yang terbang rendah.


jalan kaki menuju Skuadron Teknik

di depan Mess Walet
Cuaca begitu panas menyengat, kami berfoto di beberapa kendaraan khusus tempur plus dengan tentaranya sekalian. Bahkan untuk menyesuaikan tema, kami berpakaian bertema loreng.




aku menatapnya

dia menatapku hahhaha


Puas berfoto dengan kendaraan tempur, kami merangsek menuju panggung utama. Saat itu akan diadakan peragaan busana oleh para prajurit TNI AU. Saat mereka bersiap-siap saya pun “curi-curi” kesempatan untuk berfoto bersama.





Saat peragaan busana dimulai, penonton pun bersorak. Kesempatan yang sungguh langka melihat para prajurit melenggok di atas panggung layaknya peragawan dan peragawati memamerkan karya desainer kenamaan. Aneka jenis seragam dipamerkan. Dari seragam harian biasa, seragam upacara, seragam pasukan khusus, seragam pasukan perdamaian (seperti yang di drama Korea Descendants of The Sun) yang membuat mata tak mampu berkedip. Itu belum seberapa, seragam pilot tempur, penerjun payung, Sniper plus camouflage (yang rupanya seperti makhluk swampthing) di hutan juga ditampilkan.



Combat Uniform


seragam tentara perdamaian  (kaya drama korea DOTS)

Paskhas TNI AU

penyamaran

pilot 1

pilot 2
Matahari sore mulai turun, peragaan busana usai digelar, kami berdua berfoto bersama pesawat-pesawat tempur yang terparkir. Tiba-tiba saja aneka warna di langit makin membesar, rupanya para penerjun payung siap meluncur untuk mendarat. Entah kapan pesawat yang membawa para penerjun itu diterbangkan. Aneka payung udara warna-warni terkembang indah, satu persatu penerjun mendarat sempurna. Sekali lagi tepuk tangan penonton membahana.






Menjelang jam lima sore, kami meninggalkan lokasi bulan dirgantara sambil bertekad tahun depan harus hadir lagi.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images