Hey It's Snow!

22.35


Antrian imigrasi Johor Baru menuju Singapore sudah mengular meskipun waktu baru saja menunjukkan pukul sepuluh pagi. Sambil mengantri, saya suka sekali memperhatikan tingkah polah para turis terutama yang berasal dari Tiongkok. Saya pernah membaca artikel tentang keanehan tingkah turis-turis Tiongkok yang konon sering memakai pakaian yang saltum (salah kostum) ataupun kebiasaan mereka yang meludah sembarangan.
Persis seperti yang tertulis dalam artikel tersebut, saya menyaksikan keanehan itu dengan mata kepala sendiri

All you can eat in Clarke Quay
Satu jam dari imigrasi perbatasan Malasysia dan Singapore, kami telah tiba di jantung kota. Kami makan siang di mall kecil di area Clarke Quay dekat New Bridge. Restoran Jepang ini terhitung cukup murah dengan konsep all you can eat. Saya baru tahu kalau di Singapore masih ada makanan enak yang harganya cukup masuk akal.

Universal Studios Singapore
Kalau selama ini sekian kali saya ke Singapore cuma berfoto di lokasi foto sejuta umat yaitu bola dunia Universal karena gratis, kali ini saya akan main ke dalamnya untuk mencoba wahana-wahana yang ada. Persiapan kami untuk main di Universal Studios Singapore juga cukup matang, karena kami sudah membawa ponco jauh-jauh dari Indonesia karena ada permainan yang akan membuat basah.




Rombongan kami berfoto dahulu di lokasi sejuta umat kemudian berpencar sesuai minat masing-masing. Pertama memasuki gerbang, kami melihat gedung-gedung seperti set film perkotaan New York, baiklah saya memang norak hehehhehe maklum baru kali ini masuk USS.



Wahana pertama yang kami coba adalah Madagscar. Persis sekali dengan Istana Boneka yang ada di Dufan. Naik perahu dan berkeliling menyaksikan boneka-boneka karakter di film Madagscar.



Selanjutnya kami menuju area Shrek menonton film 4D. lucu ketika scene naik kuda sera naik kuda betulan. Cukup banyak wahana yang kami datangi, namun saya paling ogah naik roller coaster  dan sebangsanya. Saya ini penakut, jantung serasa diremas dan terperas jika nekad naik roller coaster. Yang bikin shock adalah waktu masuk wahana The Mummy ternyata begitu meluncur maju tiba kereta kecil yang kami naiki meluncur turun ke bawah dengan kecepatan luar biasa, tubuh serasa dibanting dan dihempaskan keluar, beruntung saya duduk di tengah di antara teman-teman saya. Benar-benar takut dan cuma bisa menutup mata, kebetulan wahananya juga dibuat gelap sehingga saya tidak perlu ketakutan melihat tracknya.






Selama berada di USS, wahana kesukaan saya adalah Transformer dan Jurrasic Park meski tetap saja menguji adrenalin karena efek dijatuhkan dari ketinggian ataupun berputar-putar masih tetap ada di kedua wahana ini.






Senja turun memerah di area USS. Parade sore pun dimulai, aneka karakter yang ada di film-film milik Universal Studios pun berjalan beriringan. Semuanya nampak rupawan. Saat melangkah menuju pintu keluar saat itu butiran salju jatuh ke telapak tangan saya. Salju buatan itu betul-betul dari es, bukan terbuat dari Styrofoam. Sekali lagi norak saya kumat, saya pun bermain dengan salju buatan itu, maklum belum pernah ke Negara dengan empat musim. Meski artificial snow tapi ini  salju pertama saya. Dan malam pun turun tepat berakhirnya salju buatan, kami melangkah keluar dari Universal Studios dengan riang.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images