Rintik Hujan di Museum Prasasti

20.56


Telah lama saya mendengar bahwa Museum yang sedianya pemakaman jaman Belanda ini dipugar dan kini cantik sekali. Sayangnya waktu belum jua memberikan kesempatan bagi saya mengunjunginya. Kali ini di libur Mid term break saya berhasil menyambangi museum tersebut.


Seusai sarapan pagi di kopi Takie nan legendaris, saya memesan transportasi online. Saat itu cuaca mendung. Hujan pun mulai turun menemani perjalanan menuju Tanah Abang, lokasi Museum Prasasti.

Saat memasuki pelataran Museum, hujan masih menyisakan gerimis. Saya, Erika dan Titi membayar tiket masuk sebesar lima ribu rupiah sambil menunggu rintik hujan sirna.



titik-titik hujan masih membasahi ...

Museum Prasasti kini benar-benar bagus dan terawat. Jalan-jalan yang dahulunya tanah becek telah berubah menjadi bebatuan dengan alur jalan setapak yang membuat pengunjung dapat melihat seluruh prasasti tanpa ada yang terlewat.





Ada penambahan patung-patung baru dan patung yang lama telah diperbaiki juga dicat ulang. Kesan angker dan mengerikan seolah sirna dari tempat ini. Dahulu mengunjungi Museum ini rasanya agak mengerikan, selain memang bekas makam, pada saat itu gagak hitam beterbangan di atasnya. Tapi kini, Museum Prasasti begitu bersih, terawat dan berfoto di sini dijamin instragramable.













Kami berkeliling dan menikmati ukiran-ukiran yang detil pada tiap patung. Nama-nama yang tertera pun begitu cantik, maklum nama Belanda. Bangga sekali rasanya melihat perkembangan Museum-museum di Jakarta. Hadir dengan wajah baru yang menjadi daya tarik Jakarta. Semoga tetap terawat dan semakin bisa membuat publik tertarik berkunjung.


You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images