We Are Feminim Backpackers

22.03


Hari kedua kami di Singapura, kami sudah membuat dress code yaitu mengenakan dress atau rok. We just wanna show our feminim side. Hari ini kami akan berkeliling kota Singapura dengan tujuan tempat wisata yang cukup dikenal.


di luar hotel, Lorong 17

Ada durian raksasa

on the way to Aljunied



Bugis
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Mustafa Shopping Centre. Sarapan di Mustafa ini cukup murah selain itu barang-barang yang dijual pun cukup murah. Usai belanja di Mustafa, kami menuju Bugis menggunakan MRT. Kami keluar di Bugis Junction kemudian menyeberang menuju Bugis Market. Menyusuri lorong yang kini semakin ramai dengan penjual oleh-oleh khas Singapura, dari dompet hingga gantungan kunci. Yang jelas Bugis menjual jam tangan bagus yang hanya dibanderol harga 10$ per 3 jam tangan. Lumayan lah. Di Bugis juga terdapat aneka jus buah yang dijual per-gelasnya hanya 1$, murah kan?

sarapan di Mustafa
di MRT

ujung gang Bugis

Haji Lane
Tujuan kami selanjutnya adalah kawasan Arab Street yang terkenal dengan masjidnya juga Haji Lane. Dari Bugis Junction kami mencari jalan keluar menuju Victoria Street dan berjalan lurus. Memasuki Victoria Street, deretan kafe yang dipenuhi mural mulai terlihat. Ketika sampai di Arab Street kami terpukau, betapa Masjid Sultan yang berwarna hijau itu sangat cantik. Kami pun sholat di sana.




Di sekitar Arab Street banyak sekali toko penjual souvenir dan restoran-restoran. Tepat di depan gerbang, terlihat sebuah restoran Padang. Berjalan menuju Haji Lane yang punya banyak deretan kafe juga mural membuat kami mengabadikan setiap sudut gang kecil itu. Sayang Haji Lane tak hanya kecil jalannya, namun juga cukup pendek. Banyak coffessshop juga toko baju ala distro yang harga jualnya cukup fantastis. Ya memang niatnya hanya berfoto, tak mampu belanja di Haji Lane ini.






Ion Sky
Dari Haji Lane kami menuju area Orchard Road menggunakan bus. Bus tingkat yang tiba membuat kami girang, saya jadi teringat masa kecil sering naik bus tingkat. Dari tempat duduk di atas, kami menikmati bersihnya jalan di kota Singapura ini. Gedung-gedung klasik peninggalan Inggris pun masih terlihat cantik dan terawat.

Di Orchard Road kami tak kemana-mana, hanya tetap di Ion Mall untuk kemudian menikmati pemandangan gedung pencakar langit yang disajikan dari ION SKY yang berada di lantai. Untuk naik ke lantai tersebut pengunjung diharuskan mengantri. Saat tiba, saya teprukau, dari balik jendela kota Singapura terlihat jelas. Begitu banyak puisi dan juga kutipan kata-kata yang indah tertulis di beberapa kaca jendela. Saya mengabadikan kata-kata tersebut.






Chinatown
Sehabis menikmati makan siang yang sudah kesorean, kami berjalan keluar ION mall dan menemukan es krim Singapura. Menikmati es krim sambil memperhatikan orang yang lalu lalang ternyata cukup mengasyikan. Saat es krim habis, kami kembali ke dalam mall untuk naik MRT dan menuju tujuan terakhir malam ini yaitu kawasan Chinatown.

Di Chinatown  terdapat sebuah masjid yang cukup besar. Di masjid itu terdapat sebuah dispenser yang airnya bisa diminum oleh pengunjung secara gratis. Mengingat sebotol air mineral di SIngapura dijual seharga 1$ lebih, dengan senang hati kami mengambil air minum di masjid sambil menunaikan sholat maghrib di sana.

Belanja oleh-oleh yang memang di seantero Singapura paling murah ya di Chinatown ini. Karena dijual di sana paketan kami harus kerjasama, misalnya 6 pack gantungan kunci (1 pak isi 6) dijual dengan harga 10$, 5 tas totebag juga 10$ jadi pintar-pintarnya kami saja bagi-bagi belanjaan. Kami kembali ke hotel dengan banyak plastik-plastik dan begadang lagi untuk packing karena besok kami akan kembali ke tanah air.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images