Ketogenic Lifestyle

23.12


Seorang teman yang bisa dibilang cukup lama tidak berkomunikasi dengan saya, suatu hari mengunggah fotonya yang sedang makan sushi. Di foto tersebut ia terlihat begitu berbeda, ia terlihat lebih kurus. Saya yang sedang mengalami kenaikan berat badan pasca PLPG dan kesulitan kembali ke pola hidup sehat yang telah saya jalani selama setahun lebih (Mei 2015 – Oktober 2016) langsung semangat bertanya padanya.


Kawan saya ini memang orangnya super duper cuek, waktu itu dia hanya menjawab pertanyaan saya dengan kalimat sederhana.

“Lu cari tahu tentang diet keto, Yun.”

Penasaran membuat saya menelusuri tanda tagar #Keto di instagram dan hasilnya cukup banyak. Saya perhatikan satu persatu sehingga merujuk pada kesimpulan sementara bahwa keto lifestyle adalah pola makan yang mengeliminasi karbohidrat dan gula serta memperbanyak lemak dan protein.

Saya pun heboh searching sana sini dan menemukan dua grup besar keto di Indonesia. Yang pertama coconut Keto (Pak Annas foundernya) dan Ketofastosis (Mas Agus Nur Prasetyo foundernya)

Perbedaannya, pada ketofastosis ada tambahan unsur puasa (seperti OCD) dimana kita baru bisa makan jam 12 siang, dari pagi disarankan hanya minum air putih atau kopi dan teh tanpa gula serta mengonsumsi VCO (virgin coconut oil).

Selama dua minggu saya curahkan waktu untuk membaca dan memahami. Menyiapkan bahan-bahan untuk memulai keto lifestyle. Follow akun-akun instagram serta grup FB yang berhubungan dengan keto.

Bismillah … saya mulai Keto
Tanggal 6 maret 2017 saya pun memulai gaya hidup ini. Sebelum memulai saya menyiapkan garam himalaya, virgin coconut oil serta teh hijau dalam bentuk teh celup berbagai merk (Prenjak, Cap Djenggot, Sariwangi dan 2 Tang) karena saya masih mencari teh yang sesuai selera saya.

Menjalani keto lifestyle mengharuskan kita minum air 3,5 liter dalam satu hari. Hari pertama saya memulainya, bolak-balik ke kamar mandi karena terus merasa ingin buang air kecil. Urin yang keluar pun tak berwarna, bening seperti air biasa. Sebagai penikmat buah dan sayur, tubuh saya juga mengalami “kaget” dengan perubahan pola ketofastosis yang di fase awal hanya diperbolehkan makan hewani serta mulai makan jam 12 siang. Seumur-umur saya baru sekali merasakan sembelit (sampai nangis segala) karena selama ini pencernaan saya lancar sekali. Saya baru tahu betapa menderitanya tidak bisa buang air besar.

Healing Crysis dan Body Alarm
Pola ketofastosis bertujuan menjadi lebih sehat, ada fase dimana perbaikan tubuh akan membangkitkan penyakit lama yang disebut Healing Crysis sedangkan body alarm adalah semacam “peringatan” dari tubuh kita sendiri jika terlalu banyak asupan karbohidrat atau gula ke dalam tubuh, efeknya bisa macam-macam dari yang simple seperti gatal-gatal hingga keringat dingin dan sebagainya.

Keto Warrior yang sering cheating
Menjalani pola hidup keto di antara “lautan karbohidrat” adalah tantangan maha dahsyat. Saya ini penyuka kopi dari yang fancy hingga yang alami macam kopi hitam yang hanya diseduh air panas, biasanya ngopi selalu berteman singkong goreng. Selama menjalani pola keto ini kadang saya makan siang tepat jam 12, kadang sebelumnya kadang lebih siang. Saya juga masih sering tergoda makanan ataupun cemilan, efeknya saya sering gatal, pertolongan pertama bagi gatal-gatal tersebut adalah minum teh hijau dan VCO. Menjalani keto pun membuat saya kreatif, masak di waktu luang. Banyak resep ketofy yang saya praktekan, ada juga yang modifikasi sendiri. Resep-resep yang pernah saya coba dapat dilihat pada akun instagram saya @greenyunita

Pro dan Kontra
Banyak sekali artikel yang membahas pola hidup yang tengah trend ini, ada yang pro dan kontra. Ada yang membahas secara ilmiah hingga bahasa yang cenderung nyinyir. Bahkan para artis seperti Tike Priatna dan Rina Gunawan telah mencoba menjalani gaya hidup ini. Memang dari segala macam diet yang pernah saya coba, Keto ini yang paling terlihat hasilnya. Saya sendiri masih mengkaji daya tahan tubuh terhadap pola keto ini karena terus terang saya merindukannya ehh maksudnya saya rindu makan buah-buahan terutama rujak (duh ini paling ga tahan). Tidak ada yang memaksa seseorang untuk menjalankan pola hidup ini, maka ambil saja yang baik tinggalkan yang buruk. Selama dirasa pola hidup ini banyak manfaatnya maka lakukanlah, jika tidak silahkan ditinggalkan.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images