My Writing Achievement

21.34


My Writing Achievement

An author wannabe, kira-kira begitu yang selalu saya tuliskan di akun-akun media sosial saya, di bagian deskripsi diri. Saya menulis sudah cukup lama dari masih abg kinyis-kinyis hingga ubanan seperti sekarang. Tulisan-tulisan bertebaran di buku-buku hingga di dalam harddisc Macbook. Satu-satunya rekam jejak kepenulisan saya paling rapi ya di blog ini.


Tahun 2016 saya bertekad untuk lebih serius mewujudkan mimpi saya untuk menerbitkan sebuah buku. Bermunculannya puluhan penerbit independent membuat penulis lebih mudah menerbitkan bukunya. Sebelumnya saya hanya mengenal penerbit Independent yaitu nulisbuku.com dan mengikuti lomba kepenulisan yang informasinya saya dapat dari twitter. Namun tak satupun karya saya yang mampu mengalahkan ratusan bahkan ribuan penulis.

Gemas bukan buatan serta rasa penasaran membuat saya terus rajin mengikuti lomba-lomba kepenulisan terutama fiksi seperti cerpen atau puisi.

It Was Start From Here …
Pertengahan Desember 2016, saya menemukan nama saya termasuk dalam daftar kontributor terpilih lomba cerpen nasional bertema Desember yang diadakan oleh Ellunar Publisher.

Kaget dan cukup terharu, akhirnya tiba juga jalan saya melenggang menuju dunia kepenulisan yang lebih serius. Cerpen saya yang berjudul “Secangkir Hujan Desember” lolos menjadi salah satu cerita pengisi di antologi cerpen bertajuk December Moon.

Pencapaian ini membuat saya semakin bersemangat mencari informasi lomba menulis yang tersebar di twitter maupun instagram.

Chaotic Publisher
Hasil lomba selanjutnya yang meloloskan nama saya sebagai kontributor adalah lomba puisi tentang harapan yang diadakan oleh Mandala Penerbit. Saya dan kontributor lainnya pun dimasukkan ke dalam grup whatsapp untuk saling mengenal dan berkomunikasi.

Dalam perjalanan menunggu buku tersebut terbit ada beberapa kejadian yang tidak nyaman yang pada akhirnya membuat saya mencabut karya dari antologi puisi Harapan Baru.

Dari keluarga antologi Harapan baru inilah saya mengenal Anna dan Nyna yang selanjutnya mengajak saya bergabung di program menulis 30 Days Writing Challenge

30DWC and other Writing Competition
Program menulis tanpa henti selama 30 hari yang diposting di media sosial milik penulis ini dikenal dengan nama 30 Days Writing Challenge. Betul-betul sebuah komunitas dan gaya baru dalam memacu kebiasaan menulis.

Tantangannya adalah adanya sistem penilaian khusus, jika tulisan diposting dan linknya dikumpulkan sebelum jam 23.59 akan bernilai 2 poin, jika lebih dari waktu yang ditentukan maka hanya mendapat 1 poin. Tiga hari tidak menulis akan dikeluarkan.

Ini tidak main-main, semester ganjil (januari-Juni) adalah masa tersibuk saya di sekolah dengan berbagai ujian yang harus ditempuh para siswa dan tentu saja saya sebagi guru harus mempersiapkan mereka. Saya tidak boleh Drop out dan harus menulis tepat waktu.

Berada dalam komunitas menulis membuat saya lebih cepat mendapat informasi lomba menulis. Sehingga selama saya menulis untuk menunaikan tugas 30DWC, saya pun ikut berbagai lomba penulisan puisi.

Alhamdulillah 30 hari saya bisa menulis konsisten, bahkan beberapa puisi yang dikirim untuk lomba pun dinyatakan lolos sebagai kontributor.

Meet my books



December Moon, Ellunar Publisher
Cerpen saya yang berjudul “Secangkir Hujan Desember” dimuat dalam buku ini. Pertama kalinya karya saya dibukukan. Senang tak terkira. Sekedar bocoran kisah ini sebagian merupakan pengalaman pribadi. Baca kisah lengkapnya di buku tersebut ya.



Hadiah Terindah Untukmu, Jejak Publisher
Puisi “Solilokui di Clarke Quay” ini saya tulis untuk sahabat saya Vina. Kebetulan lomba puisi dari Jejak Publisher ini bertema untuk seseorang, dan melintaslah kenangan tahun 2012 ketika saya dan sahabat backpackeran berdua ke Singapura. Saat itu saya berulang tahun dan ternyata sahabat saya sudah menyiapkan kue yang repot-repot dibawa dari Jakarta.




Kesepian Jilid 1, Aria Pustaka
Dalam keseharian saya sering melihat kisah pasangan yang telah menikah belasan hingga puluhan tahun yang belum juga memiliki keturunan. Betapa mereka berdoa dan berusaha. Kisah ini yang menjadi inspirasi lahirnya puisi “Lagu Sunyi tentang Dzikir yang Sepi” yang menjadi salah satu kontributor dalam antologi Kesepian Jilid 1




Pertemuan, Aurora Aksara
Saat saya melihat lomba penulisan dengan tema pertemuan ini saya semangat dan kali ini pakai berdoa. Saya betul-betul ingin puisi saya yang berjudul “Sebelas Januari” bisa masuk ke dalam antologi berjudul Pertemuan ini. Pasalnya, di puisi inilah saya mengabadikan kisah pertemuan saya dengan seseorang pada 11 Januari 2011. Dengan siapa? Rahasiaaa ….




Senja, Aurora Aksara
Tiga puluh lima tahun sudah usia pernikahan orang tua saya, dan saya mengabadikan kisah cinta mereka dalam puisi “Kisah Cinta di Ujung Senja” yang terpilih menjadi salah satu kontributor antologi puisi Senja yang diterbitkan oleh Aurora Aksara




Catatan Cinta Indonesia, 30DWC jilid 4
Saya memilih cerpen yang berjudul “Catatan Pendek Tentang Rindu yang Usang” menjadi bagian dari antologi 30DWC jilid 4. Bagaimana ya rasanya sepasang kekasih yang berpisah tanpa kata kemudian bertemu lagi setelah delapan tahun berlalu? Temukan kisah lengkapnya di buku ini.

Perjalanan, Kopi dan Senja, Swalova Publisher
Buku ini merupakan proyek bersama komunitas kami yang bernama Aksara 17. Grup yang terbentuk dari eks kontributor Antologi Harapan Baru, Penerbit Mandala. Masing-masing penulis mengirimkan 6 puisi karya sendiri dan 2 karya kolaborasi. Saat ini masih pre-order hingga saya pun belum melihat fisik bukunya.

On Progress ada buku antologi 30DWC5: Pejuang Aksara, Antologi cerpen duet, novel duet, dan segudang ide di kepala menanti diwujudkan

Time for my own book
Antologi terus, kapan dong buku sendirinya? Pertanyaan ini sering saya dengar dan tentu saya tanyakan pada diri sendiri. Saya sedang bersiap menyusun antologi puisi sendiri dan tentu saja memoar traveling saya, karena memang dari dulu saya ingin sekali menulis dengan genre travel.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images