Asean Literary Fest 2017

23.16




Acara Festival Sastra se-Asia ini memang menjadi gelaran rutin tiap tahunnya. Namun di tahun keempat ini mengambil lokasi yang berbeda dari biasanya, Kota Tua dan area museum sekitarnya menjadi pusat perhelatan sastra yang menghadirkan sastrawan, budayawan bahkan kartunis kawakan.



Sabtu, 5 Agustus 2017 sore begitu teduh di pelataran Kota Tua. Gerbang lengkung serupa pelangi dilengkapi ilustrasi tema Asean Literature Fest tahun ini menjadi pintu menuju deretan tenda-tenda putih yang merupakan stand bagi komunitas, toko buku ataupun penerbit. Aneka buku dari berbagai Negara Asean bisa diperoleh di stand mereka dengan harga yang cukup terjangkau.



Deretan komunitas membaca, budaya dan sastra juga terlihat meramaikan festival ini. Semua stand punya acara seru dan aneka souvenir lucu untuk dibagikan pada pengunjung. Saya menyambangi komunitas supernova dan menjawab pertanyaan yang mereka berikan hingga bisa dapat bookmark sejumlah seri Supernova.





Menjelang senja di Aula Utama Museum keramik sedang diadakan talkshow dengan Muhammad “Mice” Misrad kartunis terkenal didampingi oleh Wimar Witoelar.


backdrop foto di Aula Utama


Semua terlibat dalam diskusi seru, bagaimana Mice selalu tampil dengan kritik sosial di dalam karya-karya kartunnya sejak jaman berduet dengan Benny Rachmadi (dalam serial Benny & Mice) hingga solo karir seperti sekarang. Tak hanya pengunjung penikmat kartun Indonesia, pengunjung asing pun tertarik karena sejatinya gambar dan kritik sosial adalah bahasa Universal.




Acara seperti ini memang patut dikunjungi oleh para penikmat sastra. Semoga ke depannya acara-acara sejenis akan sering diadakan di lokasi-lokasi yang unik.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images