Night at National Monumen

22.58


Lenggang Jakarta, Monas Malam hari

“Kalau malem Jakarta jadi adem, mau hiburan ade segale macem …”

Sepenggal lagu dari Lenong Bocah yang begitu terkenal di tahun 90-an menjadi inspirasi tiba-tiba. Ya tiba-tiba saja ingin main ke Monas. Sudah lama Monas memang dibuka malam hari. Monumen kebanggan ibukota Indonesia ini nampak cantik di malam hari dengan lampu-lampu hiasnya.

Setelah parkir di lapangan IRTI, menuju Monas haruslah melewati kawasan Lenggang Jakarta yang dipenuhi aneka makanan serta kios oleh-oleh. Sebuah gerbang besar terletak di ujung kawasan Lenggang Jakarta yang merupakan pintu masuk pelataran Monas. Di gerbang itu tertera keterangan bahwa Monas dibuka setiap malam dari pukul 19.00 – 22.00 WIB kecuali hari Senin.






Pelataran Monas di hari kamis malam itu cukup ramai. Banyak keluarga muda yang turut serta mengajak anak-anaknya bermain di sana. Senang mendengar tawa anak-anak kecil sambil berlarian berteman kesiur angin hutan mini sekeliling Monas. Selagi asyik berfoto, terlihat dari kejauhan sebuah kendaraan wisata, dan berhenti tak begitu jauh dari posisi saya






Ternyata kendaraan yang berbentuk kereta-keretaan tiga rangkai ini memang disediakan untuk mengantar pengunjung menuju pintu masuk Monas tanpa dipungut biaya. Tanpa dikomando, kami bertiga segera naik kereta mini tersebut dan berkeliling menuju pintu masuk Monas.

Untuk mengunjungi puncak Monas, pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp 15.000 saja. Setelah tapping di gerbang masuk, kami berjalan menuju area cawan Monas.





Menuruni anak tangga serta ruangan diorama sejarah nasional akhirnya tibalah kami di cawan Monas. Saat tiba, antrian menuju puncak Monas sudah mengular. Ternyata Lift yang tersedia hanyalah satu, sementara pengunjung puluhan. Kami bertiga termasuk rombongan yang terakhir naik karena tak lama dari masuknya kami, antrian pun ditutup.




antrian menuju lift ke puncak Monas

Saat pintu lift terbuka, deru angin malam menyambut kami. di tiap sudut puncak Monas ini tersedia teropong, saya tidak tahu apakah masih berfungsi atau tidak, tapi cukuplah buat gaya-gayaan. Pemandangan kerlap kerlip lampu Jakarta sungguh cantik dilihat dari puncaknya tugu kebanggaan, Monas. Kami hanya menghabiskan waktu lima belas menit di puncak Monas karena udara semakin dingin dan waktu telah menunjukkan pukul 21.30 WIB.




dimana yaa jodohku? hahahha






Agar pengunjung tak saling bertubrukan, maka lift dari atas akan menurunkan penumpang di lantai 2 agar setibanya di lantai 1, lift telah kosong dan dapat mengangkut pengunjung yang akan naik. Nah di lantai 2 inilah lampu-lampu sorot Monas ditempatkan, lampu inilah yang memberi efek warna-warni di tugu Monas. Berfoto di sana juga menghasilkan efek yang lumayan bagus. Sayangnya kami tak bisa berlama-lama di sana karena Monas akan segera ditutup.



Dengan kereta mini paling akhir dan hanya kami bertiga yang menaikinya, kami diantar menuju pintu gerbang keluar Monas. Bagus sekali pengelolaan Monas saat ini, cocok lah untuk liburan yang dekat dan hemat.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images