Nonton dan Makan yang Menghasilkan Uang

20.55




Nonton dan makan yang bisa mendatangkan uang, memang ada? Nah inilah istimewanya acara gelarannya Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta yang telah berlangsung hari sabtu 29 Juli  2017 bertempat di Perpustakaan Umum Daerah Jakarta Selatan.


Menghadirkan Arisman Riyadi (Aris) seorang movie blogger yang mumpuni serta Bernavita Fiana (Benaaa) yang dikenal sebagai Food blogger kawakan. Peserta yang dibatasi hanya lima puluh orang pun mulai berdatangan memenuhi ruang auditorium perpustakaan.

Acara dibuka pukul 10.30 dengan seremoni menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, para peserta pun serentak berdiri tegap dan menyanyikan lagu dengan khidmat.
Meski panitia menyediakan slideshow lirik lagu Indonesia Raya namun tak satu pun peserta melihat, tanda nasionalisme yang begitu kental.

How to be a Movie Blogger …
Sesi pertama disampaikan oleh Aris tentang menulis review film. Banyak sekali pengetahuan baru yang dibagi oleh Aris sebagai nara sumber. Sedikit rangkuman yang berhasil dihimpun antara lain:





Review Film lewat Blog dapat ditulis dari beberapa poin, yaitu:
1.   Poster
2.   Alur Cerita (awal, tengah dan akhir)
3.   Pemain (Pemeran utama, pemeran pembantu, dan peran yang menarik perhatian)
4.   Sinematografi (kamera, komposisi, pencahayaan)
5.   Tata suara Musik
6.   Sutradara
7.   Skenario
8.   Best Moment (dituliskan di awal agar menimbulkan rasa penasaran pembaca)
9.   Kesan dan pesan, lakukan rating

Menulis review film bukan berarti kita tak dapat menikmati film secara utuh dan sibuk mencatat, Aris juga memberikan tips bagaimana tetap menyimpan poin-poin penting dalam film tanpa mengganggu konsentrasi menonton. Menurut Aris, sebaiknya selama pertunjukan berlangsung tetap menikmati film kemudian setelah selesai gunakan media sosial (twitter) atau note di ponsel untuk mencatat hal-hal penting sebagai bahan review.

Agar tak keliru Aris juga menyampaikan perbedaan sinopsis dan resensi pada peserta yang hadir. Jika sinopsis mengedepankan jalan ceritanya saja sedangkan resensi merupakan review yang disertai opini tentang keunggulan dan kelemahan film tersebut.

Pemilihan judul untuk tulisan review film haruslah memikat, bisa dipilih dari kalimat yang diucapkan tokoh dalam film tersebut sehingga tulisan menjadi eye catching. Paragraf pertama pada review yang kita tulis memegang kunci utama untuk memikat pembaca. Karena itu pada paragraf utama bisa dibuka dengan kejadian pribadi penulis atau nama sutradara film.

Sebagai penutup, Aris menyampaikan cara menjadi reviewer yang bisa menghasilkan uang. Ini menarik karena nyatanya profesi blogger pun sudah cukup  menjanjikan, tips yang diberikan Aris secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut:
a.   Menghubungi Production House untuk menjalin kerjasama
b.   Mengikuti kuis-kuis dari Production House
c.    Ikut komunitas movie reviewer

Food Blogger, what a delicious life …
Animo peserta yang luar biasa membuat panitia tak memberi jeda panjang dari sesi satu tentang movie blogger berlanjut menuju sesi dua tentang food blogger yang dibawakan oleh Bernavita yang biasa dipanggil Bena.

Bena dengan gaya khas ceplas ceplos dengan ringan menjelaskan bagaimana menjadi seorang food blogger yang bisa dipercaya untuk menulis review aneka makanan. Menjadi seorang food blogger mengharuskan kita untuk memerhatikan point of interest, yaitu:
1.   Plating (cara penataan dan penyajian)
2.   Rasa masakan
3.   Suasana
4.   Foto
-       Pencahayaan alami (hindari membuat dokumentasi malam hari jika bisa)
-       Komposisi
-       Background
-       Penataan
-       Perbanyak mengambil foto
-       editing
5.   Lokasi
6.   Harga (ditulis dengan bentuk kisaran juga cukup informatif)
7.   Nama menu


Menariknya, Bena menyatakan bahwa sebaiknya jadilah food blogger yang jujur. Jujur di sini tentu mengenai rasa masakan, jika enak  katakana enak begitupun sebaliknya. Food blogger juga bisa menulis review tempat (restoran, kafe, dan sebagainya) jika memang makanan di tempat itu kurang memuaskan.

Picnic Time … Yeaayy …



Menjelang pukul satu siang sesi kedua pun dirampungkan. Achi Hartoyo sebagai moderator sesi kedua menyampaikan resume materi food blogger. Para peserta kemudian menunaikan sholat dzuhur di lantai dua gedung Perpustakaan kemudian bersama-sama menuju taman yang berada tepat di luar Perpustakaan.

Di Taman sudah tergelar “tikar” dari flysheet serta terhidang aneka kuea-kue yang disantap bersama sambil bertukar cerita. Acara piknik ini sekaligus sebagai penutup acara juga ajang perkenalan bagi yang belum menjadi anggota Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta. Keseruan pun bertambah dengan adanya pembagian doorprize untuk dua peserta yang memposting kegiatan hari ini di sosial media masing-masing. Pukul dua siang, matahari mulai tertutup awan dan gerimis kecil mulai turun. Para peserta pun saling berpamitan. Sampai jumpa di acara KUBBU BPJ selanjutnya.




Jadi mulai saat ini menonton ataupun makan tak hanya mengeluarkan biaya tapi juga bisa menambah pemasukan. Siapkah untuk menjadi movie blogger ataupun food blogger yang handal?

You Might Also Like

2 comments

  1. Aku suka sama bahasanyaaa 😍, ringan dan bikin pembaca menikmati banget. Keren tulisanya kak 👍

    BalasHapus
  2. Wuih keren! Membayangkan berada disana. Makasih ya informasinya. Berguna banget walau tak datang!

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images