A Kiss From A Fish

13.59


Kampung Bapak saya yang terletak di kaki gunung Ciremai ini menyimpan banyak sekali potensi wisata. Liburan Idul Adha lalu saya sekeluarga mudik.  Sebelumnya saya pernah menulis cerita tentang potensi wisata Kuningan, cerita kali ini lebih fokus ke keponakan saya yang sedang lucu-lucunya.

Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru Kuningan adalah kampung asal Bapak. Desa kecil yang terletak di tengah lembah ini punya pemandangan mempesona di mata seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun dari Jakarta, yaitu ponakan saya Raffa.

Sedari Raffa kecil, acara mudik adalah kesenangan tersendiri. Keluarga kami membolehkannya berbaur dengan alam sekitar. Dari bermain di sawah hingga ke sungai besar, tentu saja dengan pengawasan.

Seperti pagi ini kami berdua sudah berjalan mengelilingi kampung dan berfoto di tebing-tebing. Raffa betul-betul menikmati panorama pesawahan yang menghijau serta gemericik air sungai yang mengalir di antara bebatuan besar.






di mata air tak pernah ada air mata

Siangnya, kami sekeluarga piknik di kolam Cibulan. Kolam Cibulan ini terkenal dengan ikan dewa, para pawang ikan menawarkan pose dicium ikan. Raffa begitu antusias menawarkan dirinya untuk dicium ikan. Saya terkekeh geli melihat begitu cepatnya sang pawang menyiduk ikan serta memposisikan di dekat keponakan saya.



Cup … cup, kecupan ikan mendarat di pipi Raffa yang disambut dengan gelak tawa. Saya sempat mengabadikan reaksi lucunya saat kecupan ikan itu mendarat telak di pipi. Ikan besar itupun segera dikembalikan ke kolam setelah sang pawang menerima uang atas jasanya menciumkan ikan-ikan ke pengunjung.



Saya pun bertanya pada ponakan saya bagaimana rasanya dicium ikan. Dengan santai ia menjawab

“Lucu, geli, lengket, basah, Raffa ketawa aja” jawabnya sambil berlari ke arah kolam terapi ikan dan segera mencelupkan kaki ke dalamnya.

Kolam Cibulan ini memiliki bea masuk yang relatif lebih mahal dibanding wana wisata lainnya di Kuningan. Per-orang kami dikenakan tarif 15 ribu serta 10 ribu untuk mobil. Di pelataran parkir, kios penjaja oleh-oleh berjajar rapi menjual aneka makanan ringan khas Kuningan. Saya mampir ke salah satu kios yang menjual alpukat mentega. Harga satu kilo alpukat di sana hanya lima belas ribu dengan kualitas buah yang bagus. Menyesal, saya hanya beli satu kilo.

You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images