Taman Lampion Tangerang

21.39


Menyaksikan kecantikan lampion tak perlu jauh-jauh menyambangi kawasan Batu, Malang atau ke area Monjali, Yogyakarta. Kini Tangerang, yang hanya sepelemparan batu dari Jakarta pun memiliki Taman Lampion.



on the way
Sabtu sore, saya Heni dan Nana berangkat menuju Tangerang. Jalan cukup lengang membuat kami tiba di pintu gerbang Kota Tangerang sebelum senja turun. Lokasi Taman Lampion berada di jalur arteri Cikokol Tangerang, karena masih terang benderang maka Taman Lampion itu belum terlihat cantik. Kami memutuskan untuk menghabiskan waktu di Transmart hingga malam menjelang.

Kami berkeliling Transmart hingga kelelahan dan makan di salah satu gerai makanan yang tersedia. Pukul setengah tujuh, kami keluar dari area Transmart menuju Taman Lampion. Sebenarnya ada jalan putar balik yang dekat sekali dari Transmart namun jalannya terlalu sempit membuat Mirage merah Henny terus melaju yang ternyata baru menemukan jalan putar balik setelah menempuh jarak lebih dari dua kilometer.


loket tiket

Saat tiba, Taman Lampion sudah mulai dipenuhi pengunjung. Kami membayar tiket masuk sebesar Rp 35.000. Di area depan, aneka lampion besar sudah terjajar rapi dan cantik. Memasuki area Taman Lampion kami sudah tak sabar untuk berpose dan mengabadikannya. Sayang hanya ponsel milik Henny yang mampu menangkap kecantikan cahaya lampion-lampion malam ini.





Aneka rupa lampion cantik menyala menyemarakkan malam. Bagian pintu depan ada lampion-lampion berbentuk topeng Tiongkok. Kemudian deretan lampion lumba-lumba. Lorong yang dipenuhi lampion sederhana berwarna merah dilengkapi dengan lampu kelap kelip membuat kami seolah sedang berada di Galaksi.

Pihak Maze market Taman Lampion ini mengklaim bahwa taman ini terbesar se-Indonesia, saya rasa cukup pantas. Area lampion cantik ini memang sungguh luas. Perjalanan kami lanjutkan menuju area lampion tanaman, ada jamur-jamur juga bunga-bunga cantik bercahaya di gelap malam.


Lampion berbentuk naga raksasa menjadi pemandangan yang memukau. Detail ukiran dan bentuk naga begitu nyata di lampion ini. Yang lebih hebat lagi ada lampion berbentuk burung garuda, bahkan lagu Garuda Pancasila turut diperdengarkan di sekitar area lampion garuda.



Kami berjalan lagi menyusuri taman Lampion, di area belakang sungguh lebih luas lagi. Ada lampion-lampion zodiak, shio, beberapa kisah dongeng terkenal dan di tengah-tengah terdapat lampion super raksasa dengan bentuk ayam emas yang terjurai-jurai. Mungkin lampion ini sebagai pertanda tahun ayam.



shio babi






Pukul 9 malam kami keluar dari Taman Lampion itu pun masih sesekali mampir di area panggung utama dan berfoto-foto dengan lampion hewan-hewan lucu di sekitarnya seperti panda, merak dan sebagainya. Sebenarnya kami masih ingin sekali berada di Taman Lampion namun mengingat hari sudah larut malam dan jarak tempuh yang cukup jauh mengharuskan kami untuk segera meninggalkan taman lampion yang cantik ini.







You Might Also Like

0 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images