Jadi Penulis Gaul yang Paham EBI Itu Keren Loh!

09.37

Siapa yang bilang kalau menulis sesuai EBI jadi tidak gaul? Jadi penulis gaul yang menguasai kaidah kebahasaan itu keren sekali loh. Bayangkan, betapa menyenangkan membaca artikel-artikel hebat di sebuah blog dan penulisnya paham benar kapan penulis mampu menuliskan “di” terpisah atau melekat pada kata sesudahnya.

Berikut adalah 5 kaidah penulisan sesuai EBI yang sudah saya sederhanakan, semoga bermanfaat untuk pembaca blog ini.

Awalan di-

Penulisan di sebagai kata depan harus ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Biasanya, di sebagai kata depan merupakan penentu tempat dan merupakan jawaban dari pertanyaan, "Di mana?"
Misalnya: di rumah, di kantor, di jalan, di gudang, di pantai dan lain-lain.

Penulisan di sebagai awalan harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Misalnya: dibaca, diminum, diangkat, ditonton dan lain-lain.

Awalan ke-

Penulisan ke sebagai kata depan harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Biasanya, ke sebagai kata depan menyatakan arah atau tujuan, dan merupakan jawaban atas pertanyaan, "Ke mana?"
Misalnya, ke kantor, ke pasar, ke rumah teman, ke pesta dan lain-lain.

Penulisan ke sebagai awalan harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Misalnya: ketiga, ketua, kekasih, kemanusiaan dan lain-lain.

Tanda Hubung & Tanda Pisah

Tanda Hubung (-)
1.   Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga ca-ra baru …

2. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
Misalnya: anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan

3.   Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu.
Misalnya: 22-12-2015, p-a-n-i-t-i-a


4.   Tanda hubung dipakai untuk merangkai:
a.   se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital,
misalnya: se-Indonesia hari-H

b.   ke- dengan angka,
misalnya: peringkat ke-2,

c.   angka dengan -an,
misalnya: tahun1950-an

d.   kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital,
misalnya: sinar-X, mem-PHK-kan

e.   kata ganti yang berbentuk imbuhan, dan
misalnya: ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu

f.     gabungan kata yang merupakan kesatuan.
misalnya: Bandara Sukarno-Hatta, alat pandang-dengar

5.   Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Misalnya: di-smash, di-mark-up, pen-tackle-an

Tanda Pisah (─)
1.   Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat.
Misalnya:
Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan.
Keberhasilan itu─saya yakin─dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras.

2.   Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.
     Misalnya: Tahun 1928─2008, Tanggal 5─10 April 2008,  
     Jakarta─Bandung

Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

Awalan me-
1. Awalan me tidak berubah
    me + kata dasar dengan huruf awal l, m, n, r, w, y.
    Misalnya:
    me + lipat = melipat
    me + makan = memakan

2. Awalan me berubah menjadi mem
    me + kata dasar dengan huruf awal b, f, p, v
    Misalnya:
    me + basmi = membasmi
    me + foto = memfoto

    tetapi untuk kata yang terdiri satu suku kata
    me + bor = membor atau mengebor

3. Awalan me berubah menjadi men
    me + kata dasar dengan huruf awal c, d, j, t, z
    Misalnya:
    me + cuci = mencuci
    me + dorong = mendorong

    tetapi untuk kata yang terdiri satu suku kata
    me + cor = mencor atau mengecor
    me + cap = mencap atau mengecap

4. Awalan me berubah menjadi meng
    me + kata dasar dengan huruf awal huruf vokal (a, i, u, e, o), g, h
    Misalnya:
    me + ajak = mengajak
    me + gunung = menggunung

5. Awalan me berubah menjadi meny 
    me + kata dasar dengan huruf awal s
    Misalnya:
    me + sayang+ i = menyayangi
    me + sakit + kan = menyakitkan


Perubahan pada huruf awal kata dasar
Huruf awal kata dasar yang akan mengalami perubahan adalah huruf k, p, t, s yakni akan luluh/lebur.

1. Huruf awal kata dasar k luluh menjadi ng
    Misalnya:
me + konsumsi = mengonsumsi
tetapi untuk kata yang huruf awal berupa konsonan rangkap tidak luluh
me + khayal = mengkhayal

2. Huruf awal kata dasar p luluh menjadi m
Misalnya:
me + pukul = memukul
tetapi untuk kata yang huruf awal berupa konsonan rangkap tidak luluh
me + protes = memprotes

3. Huruf awal kata dasar t luluh menjadi n
Misalnya:
me + tuju = menuju
tetapi perhatikan penulisan kata berikut dalam KBBI
me + tabulasi = mentabulasi bukan menabulasi

untuk kata yang huruf awal berupa konsonan rangkap tidak luluh
me + traktir = mentraktir

4. Huruf awal kata dasar s luluh menjadi ny
Misalnya:
me + sisir = menyisir
me + sontek = menyontek (bentuk baku dari kata mencontek)

tetapi untuk kata yang huruf awal berupa konsonan rangkap tidak luluh
me + syukur + i = mensyukuri

Konjungsi
Hubungan waktu     
Contoh: Sesudah, sementara, sebelum, ketika, sehabis, setelah, sehingga,
sejak, selesai, tatkala, sambil, seraya, selagi, selama, sampai

Hubungan syarat
Contoh: Jika, jikalau, kalau, asal, bila, asalkan manakala

Hubungan pengandaian
Contoh: Andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya

Hubungan tujuan
Contoh: Agar, supaya, biar,

Hubungan pertentangan
Contoh: Biarpun, meskipun, walaupun, sekalipun, walau, sunguhpun,
kendatipun

Hubungan pemiripan
Contoh: Seakan-akan, sebagaimana, seolah-olah, seperti, sebagai,
bagaikan, laksana

Hubungan sebab
Contoh: Sebab, oleh karena, karena

Hubungan akibat
Contoh: Sehingga, sampai, sampai -sampai, maka, makanya, karenanya,

Hubungan penjelasan          
Contoh: Bahwa

Hubungan cara
Contoh: dengan, melalui

Penggunaan Huruf Kapital
1.   Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya: Apa yang kamu pikirkan? 

2. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada petikan langsung.
Misalnya: Ayah bertanya, "Kakak tadi habis dari mana?"

3.   Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada kata dan ungkapan
yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Misalnya: Islam, Quran

4.   Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada nama gelar
kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya:
Haji Mamat Solar

5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada unsur nama jabatan
yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu.
Misalnya:
Wakil Presiden Jusuf Kala
Profesor Surono

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Misalnya:
Wage Rudolf Supratman
Halim Perdanakusumah
Catatan:
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de, van, dan der (dalam nama Belanda), von (dalam nama Jerman), atau da (dalam nama Portugal).
Misalnya:
J.J de Hollander
J.P. van Bruggen

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Misalnya:
bangsa Eskimo
suku Jawa

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya.
Misalnya:
bulan Agustus bulan Maulid

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa sejarah.
Misalnya:
Perang Candu
Perang Dunia I

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi.
Misalnya:
Banyuwangi Asia Tenggara
Bukit Barisan Danau Toba
Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk.
Misalnya:
Republik Indonesia
Majelis Permusyawaratan Rakyat

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.
Misalnya:
Dr. doktor
S.E. sarjana ekonomi

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan.
Misalnya:
Adik bertanya, "Itu apa, Bu?"
Besok Paman akan datang.

You Might Also Like

6 comments

  1. Keren banget ini, Mbak. Bermanfaat banget.

    BalasHapus
  2. ini aku mau save ke file aah.. makasih Mba Yuuun..

    BalasHapus
  3. Mbak...manfaat banget ini dan praktis. Terimakasih ya

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images